Malam.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul sembilan. Dan detak-detiknya masih terus berkejaran. Sehingga menimbulkan suara ramai, gaduh dan bising. Maklum, kalau sudah malam begini, suara apapun akan terdengar dengan mudah. Karena lokasi tempat tinggal kami, jauuuh sekali dari keramaian. Akibatnya, ya begini. Detak jarum jam-lah yang akhirnya mendominasi suasana. Ditambah lagi dengan kesenanganku baca-baca. Maka, nuansa menjadi semakin mencekam jadinya. Apalagi kalau tidak ada suara-suara TV di ruang tengah. Maka akan lengkaplah sudah kesunyian ini. Hihiii.

Malam.

Ya, masih malam. Seperti malam-malam sebelumnya, dan mungkin juga malam-malam berikutnya, aku yakin. Beberapa waktu malam ku sisipkan dengan kesibukan rutinku.

"Ngapain, Buuuuw Yannn?," nada dan ekspresi Timoet terkenang olehku.

Aktivitas rutin menjelang bobo cantik yang ku tekuni sejak lama adalah membaca. Yaph, baca-baca apa saja. Baik saat kondisi ragaku segar bugar dan sehat sejahtera, maupun ketika virus-virus mpplu menerjang raga. Maka membaca adalah penangkalnya. Lagi pula, membaca pun menjadi jurus ampuh bagiku untuk bisa ngantuk. Dan kalau sudah lelah mata ini membaca, maka otomatis ia merem-merem dan akhirnya nutup aja. Sampai beberapa jam kemudian, aku ngga akan sadar-sadar. Aku ga akan bangun dan bicara. Aku akan terlelap sangat nyenyak. Aku tak akan tahu apa-apa lagi, kalau sudah tidur. Sampai aku pernah punya pengalaman horor, karena tidur gak berkutik. Begini ceritanya.

Saat aku masih ngekost dulu, di Bandung. Suasana kostan yang ramai, terdiri dari beberapa cewek cantik. Lebih kurang sepuluh orang totalnya. Dan tetiba saat tengah malam menyapa, terjadilah gempa bumi di daerah Tasikmalaya, beberapa tahun yang lalu. Gempa yang mengakibatkan getarannya sampai pula di kostan kami. Lumayan kencang goyangannya dan lama. Sampai semua teman kost terbangun dan pindah tidur ke halaman kost. Begini teman-temanku berkisah. Sedangkan sebelumnya, mereka membangunkanku, karena cemas kalau bangunan kostan yang ada aku di salah satu kamarnya, roboh. Dan aku gak bersuara, alias nyenyak. Akhirnya mereka pasrah, membiarkanku terlelap. ‘Mungkin kelelahan-karena seharian siang, aku gentayangan keliling-keliling ~ udahbiasanyariinspirasisehinggajarangdikostankalosianghari. Dan malam pun terlelap saat tidur. Benar-benar. Aku pun tak mengerti. Sampai sekarang pun sama. Kalau sudah tidur, ya tidur aja. Sampai Allah mengizinkanku bangun lagi, dengan kesegaran berlimpah. Alhamdulillah.

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s