Engkau. Di mana pun berada. Bagaimana pun cuaca. Siapa pun yang membersamai. Apa pun yang engkau lakukan. Berapa lama pun engkau di sana, melakukan aktivitasmu. Maka, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, sepenuh jiwa. Meski membuatmu lelah, walau engkau kadang bosan, hingga engkau ingin semua berlalu, cepat. Bahkan engkau ingin meninggalkannya. Atau mereka yang meninggalkanmu, segera. Haaii, jangan. Ku pinta jangan.

Jangan. Jangan begitu, teman. Karena sesungguhnya dalam berbagai keadaan. Meski sulit, walau rumit. Pasti ada bahan pelajaran di dalamnya. Maka ketika engkau anggap semua meletihkan jiwa dan ragamu, cobalah henti sejenak. Diamlah sebentar. Sebentaaar, saja. Kemudian lihat sekelilingmu. Perhatikan dengan baik. Sekejap pun jangan berkedip. Hanya memandang. Untuk memahami. Karena, pada saat yang sama, engkau akan kembali tenang.

Tenang. Ya, tenang untuk menenangkan. Tenang untuk kedamaian. Karena bisa jadi, engkau terlalu berambisi dengan dirimu. Engkau terlalu mengejar waktu-waktumu. Bahkan engkau mengharap orang lain sama denganmu. Bahkan harus sesuai dengan kemauanmu. Begitu pula dengan keadaan. Engkau ingin serba sesuai dengan keinginanmu. Padahal tidak begitu, teman.

"Teman, ingatkah engkau bahwa, adanya goncangan untuk mengingatkan kita? Bahwa Ada yang berperan tanpa kuasa kita? Ah, ku lihat engkau mulai memahami. Manggut-manggut dan tenang sekali."

Sekali saja, ingatkan diri. Bahwa adanya perbedaan dan ketidaknyamanan, agar kita belajar peduli. Supaya kita mau menyadari keunikkan ciptaan-Nya. Karena semua ada dalam kuasa-Nya. So, semoga kita semakin sering mengingat-Nya yaa, dalam banyak waktu terbaik kita. Agar hati kembali tenang,…

Tenang, tenang, tenangkan hati… sebelum marah.
Marah, marah, marah hanya membuatmu lemah.
Lemah, lemah, lemah lembutlah penyenang hati.
Hati, hati, hati-hatilah sebelum berucap, bersikap, bahkan sebelum engkau berekspresi.
Berekspresilah, berkreasilah, berekspresilah, ekspresi yang engkau pun mau orang lain melakukannya padamu. Hanya semudah itu. Cukup ringan. Sangat sederhana. Sesederhana menarik dua bibir ke kiri dan kanan simetris, lalu engkau tersenyum. Senyuman manis yang menyenangkan hati sesiapapun yang berinteraksi denganmu. Memang tak mudah, kalau kita belum terbiasa. Malah aneh, dan oleh karena itu, kita bisa belajar saat sendirian. Kenali kekurangan diri, pahami kelebihan, maka kita mudah memahami yang ada di luar diri kita.

Kita hidup di tengah-tengah dunia yang beraneka ragam corak manusia. Ada yang sahaja, mudah membaur rasa. Ada yang kaku, sulit bergaul. Ada yang ceria, senang berbicara. Pun ada yang penuh kehati-hatian, sehingga terlihat unik. Dan kita ada di antaranya. Kita yang mungkin berbeda dari penilaian orang lain terhadap kita. Maka, tetaplah belajar. Mengenali. Sehingga kita tak mudah mencap seseorang begitu dan begini, sesuai penilaian kita. Karena belum tentu benar. Sedangkan kita terlanjur menghakimi. Akibatnya? Malu sendiri, khan? Marah sendiri, khan? Nah lho … Padahal semestinya semua baik-baik saja, penuh kedamaian. Kalau saja kita tak terbawa perasaan. Kalau kita tak asyik dengan penilaian sendiri.

Sendiri kita bisa belajar. Belajar dari sendiri kita bisa. Bisa introspeksi, bisa memaafkan. Memaafkan kekurangan, menemukan kelebihan. Sampai benar-benar kita tahu, bahwa kita tak sempurna segalanya. Walau mereka bilang kita tak kurang satu apapun. Meski apapun kita punya, berkecukupan. Kaya harta, namun ternyata jiwa kita miskin dan hampa. Cemerlang pikir, akan tetapi hati ini penuh kekosongan. Ai! Semua menjadi pembelajaran. Kalau saja kita mau. []

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s