Ingatkah engkau, bahwa kita adalah sebuah dunia (kecil)? Dunia yang di dalamnya terangkum ruh, jasad dan pikir? Dunia yang dapat berakhir kapanpun Pemilik kita menghendaki. Dunia yang akan hancur dan lebur, berpisahnya ruh dan jasmani. Dunia yang sementara, lalu untuk hal apakah kita membersamainya?

Ingatkah engkau bahwa :

🙂 Bacaan yang kita baca dapat mempengaruhi gerak, langkah, pikir bahkan aktivitas kita?

🙂 Berjemur beberapa menit di bawah terik mentari, dapat memunculkan keringat di dahi, badan, bahkan kepala kita?

🙂 Rambut yang memutih di kepala merupakan pertanda berkurangnya jatah usia dan mendekatkan kita ke ujungnya (usia) ?

🙂 Tentang akhir usia, tidak ada seorang pun mengetahui. Tentang batas waktunya. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri, mengumpulkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian. Dan yang terutama adalah memohon senantiasa kepada Allah, agar kita memperoleh rahmat-Nya. Karena dengan rahmat Allah, keselamatan menyertai kita di dunia dan akhirat kelak. Lalu, bagaimanakah persiapan kita dalam menuju kematian? Kematian yang bisa datang kapan saja, karena kematian adalah rahasia-Nya. Kematian yang pasti kita tempuh, baik sudi atau tak rela. Kematian yang memisahkan kenikmatan dunia dengan kita, berpisahnya ruh dengan jasad. Karena ruh kembali kepada Rabb, pemiliknya. Lalu kematian seperti apakah yang kita damba? Akhir kehidupan yang baik, husnul khatimah adalah harapan kita, aamiin ya rabbal’alamiin. Mari berbaik sangka kepada-Nya, selalu…

Berbincang tentang kematian, memang sangat mengasyikkan. Karena kita akan teringatkan lagi pada alam berikutnya, setelah dunia ini. Dunia yang kecil, dunia kecil kita berada saat ini. Karena dunia hanya sebagian kecil juga dari keseluruhan alam-Nya. Wallahu a’lam bish shawab.

Berbagi tentang kematian saat ini, di sini, kiranya karena aku terinspirasi dari sebuah buku yang akhir-akhir ini menjadi sarapan pagi, kudapan sore, dan santapan malam hari, di sela waktu luang beraktivitas seharian. Buku berjudul "Misteri Kebangkitan Sesudah Mati."

Di dalamnya dikupas tuntas tentang ruh, dunia fana dan alam yang akan kita tempuh saat kematian menyapa. Lalu sudah siapkah kita menempuhnya, alam setelah kematian, lalu dibangkitkan dari alam kubur?

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s