Apabila engkau ingin mengenal dunia di luar dirimu, maka membacalah. Lakukan dengan sepenuh hatimu, seluruh jiwamu, segenap kemauan, semua kemampuan. Niscaya engkau dapat mengetahui dunia seluas-luasnya, sebanyaknya yang engkau mau. Bahkan melebihi yang pernah ada dalam bayanganmu. Sungguh, dunia nyata itu penuh warna, teman. Dan dengan membaca, engkau temukan dunia mereka [penulis-penulis hebat!]… Sekalipun engkau tidak akan pernah jumpa fans-nan dengan mereka, akan tetapi engkau dapat tersenyum bersama senyumannya. Engkau terbangkit semangat lagi, saat tahu mereka pun begitu. Engkau tahu banyak hal tentang dunia, bersama mereka.

Pun.

Apabila engkau kehendaki dunia luar mengenali dirimu, maka menulislah, berkisahlah, berceritalah, beraikanlah pikirmu melalui kekata. Wakilkan suara jiwamu lewat tulisan. Sebarkan senyumanmu dengan menawan. Walau mereka belum pernah menjumpamu, bahkan tidak akan pernah. Namun engkau dapat abadi di hati sesiapa pun yang membaca tulisanmu. Engkau pun dapat menjadi jalan bagi sesiapapun untuk mengenal dunia. Dunia kecilmu.

Saat menulis …

Tulislah dengan sepenuh hatimu, bersama seluruh jiwamu. Lalu rasakan benar-benar, aliran darahmu menyertai setiap kekata yang engkau susun. Seperti darah menjalar di sepanjang nadimu. Maka seperti itu pula dunia akan mengenalmu. Engkau akan menjadi sangat dekat dengannya, tidak berjarak. Seperti mereka mengenali dirinya yang lain, begitu pembacamu mengenalimu. Ya, kalian menjadi sangat dekat, seperti sahabat. Karena kalia. tidak berbeda lagi, namun sangat akrab. Seperti teman lama tak jumpa, begitu pula kerinduannya terhadap tulisan-tulisanmu. Mereka mengalaminya ketika tulisan terbaikmu belum lagi hadir di hadapannya. Aku merasakan hal ini terhadap karya-karya penulis [masih hidup] yang ku kagumi. Seperti ada yang kurang, bagaikan haus berkepanjangan, sampai tulisan beliau nan indah bersama riak kata nan megah menepi di pantai hari-hariku. Sedangkan beliau yang sudah tiada, aku sangat salut pada beliau, lalu mendoa. Semoga beliau tersenyum di alam sana.🙂

Selamat berjuang, teman. Untuk membaca dan menulis. Agar engkau mengenal dunia lebih luas dan dunia mengenalmu lebih pantas. Sampai nanti waktunya, engkau berlalu dari duniamu, namun engkau selamanya ada di hati pembacamu. Mereka akan merindukanmu. Walau engkau tidak akan pernah lagi muncul bersama senyuman terbaikmu melalui tulisan, cukup kekata yang pernah ada menjadi pengganti kebersamaan kalian. Mereka tidak akan pernah meninggalkanmu, karena engkau pernah ada di dalam hatinya. Engkau berjasa, engkau berharga, engkau berguna, bermanfaat selamanya. Walau sudah tiada.

Sampai tak ada jumpa fans lagi.
Walau tak akan pernah jumpa fans walau sekali.
Namun kita tetap sahabat.
Sejiwa, sehati, sepanjang hidup, sampai tiada lagi.
We are soulmate. []

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s