Apakah Engkau Bahagia? Saat Ini…

Bahagia adalah satu kata yang selalu terngiang di telingaku. Ia ada semenjak lama dan menghiasi hariku. Siang terbawa dalam aktivitas, sedangkan malam menghiasi tidur. Yach. Satu kata bahagia, menjadi impian dalam hidupku, akhirnya.
Bahagia yang ku harapkan ada tidak hanya untukku, namun "Membahagiakan beliau, yang ada dalam kehidupanku, membaikiku, siapapun beliau adanya bagiku. Maka membahagiakan beliau semua adalah cita yang ku usaha perjuangkan. Terutama ibu."

Bahagianya ibu adalah bahagiaku. Karena ibu adalah sebuah kata yang apabila menyebutnya, membuatku bahagia. Saat ku ingat kata ‘ibu’, maka aku pun tersenyum segera. Karena beliau sangat berarti bagiku, sungguh. Sungguh. Tak ada kata yang mampu terangkai untuk membahagiakan beliau, namun ku coba masih berjuang, meski sebuah adanya.

Bahagiakan dan untuk mensenyumkan beliau, maka hingga saat ini, aku berada di sini. Karena aku bahagia melakukannya. Dan semoga saja, kebahagiaan ini menebar untuk beliau, engkau pun juga. Siapapun engkau, di manapun berada. Lalu, apakah saat ini engkau sedang berbahagia adanya?

Bahagia, berasal dari dalam diri kita sendiri. Ia bermula dari hati, merebak di diri, kemudian menebari sekeliling. Maka apabila bahagia yang engkau rasa, sesungguhnya hatimu sedang mengalaminya. Namun kalau belum, alangkah indahnya menyapanya semula, lalu lagi dan kemudian lagi. Agar kita tahu, ia sedang berbahagia.

Bahagia yang bisa dirasa, namun dapat pula dicuri tahu dari bahasa tubuh, mimik wajah dan ekspresi kita. Haaah!

Bahagia itu tak susah, namun tak juga mudah. Namun kita mempunyai pilihan. Apakah akan membuat mudah atau sebaliknya?

Bahagianya engkau, adalah bahagiaku ibu. Dan bahagiaku merupakan aliran dari bahagia yang engkau rasa. Wahai ibu, apakah engkau bahagia? Saat ini…

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close