Mungkin sudah demikian jalannya. Mungkin saja. Sehingga harus berkelok, bertikungan, bersimpang sangat banyak, penurunan, pendakian, jalan datar, becek berlumpur, berpasir, berbatu-batu dan kerikil, bahkan berduri sekalipun.

Ah…

Mungkin memang demikian jalannya. Mungkin saja. Karena tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Bagi-Nya tidak ada yang tak mungkin. Ya, mungkin.

Di hari-hari begini, aku tak lagi akan mempertanyakan mengapa dan mengapa harus begitu dan begini. Namun satu hal yang mesti diupaya adalah bagaimana cara menjalaninya. Menjalani jalan hidup ini. Meniti di jembatannya. Melompat saat bertemu lubang di hadapan, berlari ketika kaki-kaki ini lebih ringan melangkah. Dan terus melangkah tak ada kata lelah. Yah. Walau payah, meski aral melintang, walau badai menghadang. Kemungkinan tak akan menghalangi tekad ini untuk terus berjuang. Berjuang. Yup. Bersamamu. Bersama-Nya. [091215;1038;73%]

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s