"Melangkah tanpa hati, seperti berjalan di gelap malam. Kelam. Gulita. Tanpa penerangan sama sekali. Hitam pekat. Tak tahu arah dan tujuan." (Ins; Mati Lampu Pukul 3 Dini Hari)

***

Berjalan di kegelapan, tanpa penerangan sama sekali? Oh. Kasihan. Apalagi dengan mata hati yang tertutup? Sungguh tidak berkesan, apalagi yang dicari?

Berjalan di remang-remang. Dengan tanpa tujuan dan sendiri pula? Oh. Dunia seperti tanpa makna. Hampa, tak berarti. Lalu apa guna meneruskan langkah-langkah kaki? Percuma.

Melangkah di jalan penuh cahaya, bersama-sama, dengan tujuan yang pasti. Aha! Alangkah senangnya hati ini. Ditambah lagi dengan senyuman menghiasi pipi, menemani derap langkah dan ayunan tangan. Sungguh! Semua tak hanya mimpi. Namun dapat terjadi, kalau saja kita mau dan meyakini. Bukankah tidak ada yang mustahil di dunia ini? Apapun mungkin terjadi, dengan kuasa Illahi Rabbi. Manjadda wa jadda. Maka percaya dirilah dalam memulai langkah. Sebelumnya tata niat di dalam hati. Untuk tujuan dan visi yang jelas. Lalu, sempurnakan dengan berdoa, berusaha sekali lagi. Melangkah seayun lagi, berjuang sepenuh hati. Maka insya Allah, langkah-langkahmu semakin ringan, dengan keceriaan yang bertumbuh dan bertambah. Sehingga di tengah perjalanan penuh cahaya pun engkau dapat menerangi. Sungguh-sungguhlah menjalankan misi. Yup! Selangkah lagi, kawan! Melangkahlah lagi. Hanya selangkah lagi. Setelah langkah-langkahmu saat ini.

***

Melangkah di kegelapan, saat temaram, di tengah cahaya, mereka berbeda. Ya, yang membedakan adalah adanya penerangan atau tidak. Sedangkan melangkah dengan tujuan atau tanpa tujuan, mereka juga berbeda. Ya. Perbedaan yang jelas, bukan?

***

Hampir setiap hari, kita melangkah di dunia ini dengan penerangan dan benderang. Lalu, sadarkah kita, bahwa semua itu kita peroleh dengan percuma? Mungkin dan lebih sering kita lupa. Siang hari yang kita nikmati begitu saja, tanpa ingat Sang Pemilik siang. Malam hari kita pakai dengan penuh kenyamanan, dan kita lupa Sang Pemilik malam. Sering begini, kita di dunia. Lalu, di mana syukur kita sebagai hamba yang beriman? Ketika sepoi angin dan udara yang menerpa wajah sungguh menyejukkan.

Ke mana sabar kita, ketika sebentar saja gerah menerpa raga, karena AC di ruangan rusak, sedangkan mentari sedang bersinar terik-teriknya? Wahai, padahal saat kita menyala terangkan sekepinghati, kesejukkan menjadi sahabat. Saat kita menyapa-Nya selalu, benderang pun menghampiri hari-hari.

Sungguh, antara kebaikan dan keburukan itu jaraknya tipis sekali, kawan. Lalu, di manakah kita berada akhir-akhir ini? Sabar atau mengomel plus marah-marah? Ini sangat mudah kita deteksi akibatnya. Maka, apakah yang lebih sering kita lakukan?

Antara gelap dan terang itu sangat mudah untuk kita kenali. Nah! Sudah sejauh apakah kita mau melayangkan arah pandang ini? Agar terlihat beda antara kegelapan dan benderang?

***

Hati yang gelap, sangat gulita, tak akan dapat memberi cahaya walau setitik. Karena ia terbungkus oleh debu, kotor dan lengket serta hitam pula.

Hati yang bersih, bening dan terang, maka ia menjadi pelita yang menerangi. Tak hanya dirinya, namun hingga ke sudut-sudut hati sesiapapun. Layaknya sinar mentari yang tak pandang bulu saat menerangi. Tak pilih-pilih lokasi untuk diterangi. Maka begitulah hati orang beriman. Wallahu a’lam bish shawab.

Lalu, bagaimanakah kondisi hati kita saat ini, kawan? Let’s check it out. Yuuuuu’…!?! []

😉🙂😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s