My father, mother, all big family loves me very much. And other person who older then me too, they are protecting me well. That make me very happy and thankfull with them. Alhamdulillah… I born to this world with their smile. So, I smile more time by time as I can, too. When I grow up, I wish be their reason to be happy.🙂

***

Satu hari ku jalani, dua hari ku selami, tiga hari ku arungi, empat hari ku terbang di antara mimpi-mimpi. Sampai pada hari ke lima, enam, tujuh, delapan … dan sampai hari ini, aku di sini. Di sekelilingku beliau semua menemani. Tidak terasa, sudah setahun lebih sebelas hari usiaku kini. Karena aku dilahirkan pada tanggal tiga November setahun silam. Ya, walau belum sempurna bibirku berkata, ku tetap ingin menyusun kata. Hei, semoga engkau memaklumiku, kawan.

Aku adalah Lira, Alira panggilan kesayanganku. Oiya, kalau nama lengkapku untukku, siapa yaa? Aku lupa. Tak tanya bunda dulu yaa…

***

Beberapa menit kemudian…

Telah ku peroleh informasi tentang nama lengkapku dari ibunda tercinta. Nama yang sangat berharga, sebagai percikan doa sepanjang sisa usia di dunia. Karena nama adalah sangat berharga, sungguh bermakna. Maka ku ingin menjadikannya sebagai pelecut semangatku sepanjang masa. Yha, Lira Maharani nama yang cantik, bukan? Kelak aku dewasa, aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada ayah bunda tercinta, bermanfaat bagi sesama dan selama di dunia hingga akhirat, aamiin.

Ooiya ada satu lagi yang hendak ku rangkai dalam susunan kata, di sini. Yaitu tentang keberadaan ayahku yang sedang tidak berada dekat dengan raga kami. Wahai ke mana ayah, gerangan?

Ayahku adalah seorang laki-laki yang penuh cinta pada kami. Walaupun saat ini beliau sedang jauh di mata, semata-mata adalah dalam rangka mencari nafkah untuk kami. Maka beliau rela pergi untuk keluar kota selama lima hari. Oo… ayah, terima kasih sudah menelepon kami tadi, kami merindukan ayah di sini.

Saat ayah jauh di mata, kebersamaanku dengan ibunda semakin bersemi. Apalagi kalau sudah sore seperti ini. Bersantai sejenak setelah mandi, seraya mengintip mentari yang mulai tenggelam adalah aktivitas kami. Yha, aku sayang bunda sangat sangaaattt. Tapi jangan cemburu ya Ayah, karena walau ayah jauuuh di mata, namun selalu dekat di hati kami. Selamat melanjutkan aktivitas ya ayah, semoga ayah, bunda dan semua yang ku sayangi dan menyayangiku, sehat selalu. Aamiin. Tolong jaga dan lindungi beliau semua ya Allah, sebagaimana beliau menjaga dan melindungiku semenjak kecil. Aamiin. [091215:2033:66%]

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s