Berpagi-pagi menjemput rezeki, bergiat-giat menjalani hari, bersemangat-semangat mengurai syukur, bersenyuman dalam kesabaran. Yah, upaya-upaya ini dapat kita lakukan untuk menjadikan bumi sebagai tempat yang damai untuk dihuni dan semakin semarak untuk ditempati.

Jauh-jauh hari sebelumnya, sempat ku berpikir, "Bagaimana cara agar hidup ini tak tersia? Bagaimana supaya ketika bangun esok hari, aku tetap ceria sebagaimana hari ini? Lalu, apakah rencana terbaikku untuk kebermanfaatan diri di hari nanti? Sedangkan aku yakin dan percaya bahwa apa yang aku lakukan hari ini, buku-buku apa yang aku baca dan dengan siapa aku berteman, adalah cerminan tentang hari esokku. Ah… Masih kurang dari harapan. Aku masih berjuang, teman. Yah. Berjuang untuk menemukan teman-teman terbaikku, mencari-cari saluran ilmu dari buku-buku usang koleksi keluarga kami. Hu um… karena dengannya, kita dapat mengintip dunia. Mengintipnya semau kita dan semampu yang kita bisa. Karena buku adalah jendela dunia.

Namun selain itu, ada lagi hal-hal yang ku upaya, yaitu bermain dengan Nak Ira, rekan kecilku di sini. Hihiii… Bocah imut nan lucu, suka main sendiri, bersama tanah, dan pastinya tak takut kotor. Yaa iyalaah, kalau dibiarkan saja. Namun, masih terkendali, koooooq alias dipantau dari kejauhan. Saat Nak Ira berada di alam terbuka. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s