Engkau pernah bilang padaku agar tak lelah melangkah. Meskipun hujan membadai yang membuatmu basah di perjalanan, jangan menyerah. Walau terik mentari membakar permukaan kulitmu yang tanpa perlindungan. Sekalipun banyak orang tak percaya dengan apa yang engkau lakukan. Bahkan penolakan sekalipun yang engkau alami, cobalah sekali lagi. Pintu-pintu tertutup saat engkau ketuki, maka esok datanglah lagi. Walau tidak lagi ke pintu yang sama, insya Allah ada pintu terbuka untuk engkau masuki. Percayalah, yakinilah benar-benar. Karena engkau ada untuk menjadi bagian dari penggugah hari ini. Agar hari ini mu menjadi hari yang semakin damai untuk engkau jalani.

Maka, melangkahlah lagi.

Engkau memang bukan siapa-siapa bagiku. Kalau saja engkau tidak ku kenali. Ya. Bagaimana mungkin aku akan mengerti dirimu, sekiranya kita tidak pernah bersama? Dan engkau pun tidak akan hadir dalam ingatan ini, kalau kita tidak berjumpa dan bersapa. Ah! Sungguh tak mudah menahan rindu. Sehingga aku pun melepasnya dengan ringan di setiap kesempatan terbaik yang aku tahu. Walau rindu ini tidak langsung sampai padamu, semoga angin yang bersemilir sepoi menyampaikannya selalu. Kapanpun aku mengingatmu, merindukanmu. Engkau sahabatku.

Ya, bersahabat denganmu, kini ku suka. Walaupun persahabatan kita tidak selalu berhias suka. Karena terkadang, perihnya pedih menjadi bagian dari diriku. Mengapa? Aku pun tak tahu. Yang aku pahami hanya, engkau sahabatku. Sahabat yang tak hanya mampu membuatku tersenyum, namun juga bersedih seketika. Ah! Bagaimana bisa engkau mampu membuatku mudah berekspresi seperti ini? Siapakah engkau wahai sahabatku? Engkau yang mungkin tidak menyadari semua perlakuanmu padaku, atau malah sengaja? Dan terbiasa membuatku bimbang, senang, tertawa, menitik bulir permata kehidupan di pipi? Ah! Engkau ada-ada saja.

Engkau datang tiba-tiba, saatku sedang asyik dengan rutinitasku. Ini terjadi berulang kali dan membuatku terganggu. Karena aku bukan-main-main, namun melanjutkan langkahku. Akan tetapi, kehadiranmu sempat membuatku tergoda, hingga aku pun ikut denganmu. Kita bersama di waktu berikutnya, walau tak lama. Namun waktu yang hanya beberapa menit itu sungguh berarti bagiku. Karena di dalamnya engkau menitip pesan untukku. Agar aku menghargai waktu. Oh! Memang aku terlupa selama ini. Karena rutinitasku.

Beberapa hari berikutnya, engkau tak hadir lagi di hadapanku. Sedangkan aku terus menunggu. Karena candu telah menggerogotiku. Candu yang engkau sebarkan. Yuhu! Sadarkah engkau telah menularkannya padaku?

Sekian lama aku menunggu. Engkau ternyata tak datang-datang lagi. Huwwaa. Aku pun terharu, pilu, sendu, syahdu di relung kalbu. Aku menggugu tanpamu. Huhuuu. Sungguh aku merindumu. Engkau sahabatku.

***

Hari ini, tanggal sepuluh November. Tanggal yang sangat berarti bagiku. Karena sepuluh November disebut-sebut sebagai hari pahlawan. Dan dengan senang hati, bersediakah engkau menjadi pahlawanku? Pahlawan yang akan terus ada dalam catatan perjalananku. Pahlawan yang namamu mengabadi dalam sejarah hidupku. Pahlawan yang akan terus hidup meskipun ragamu telah tiada? Pahlawan dalam ingatanku, agar setiap kali ku mengingatmu, maka bangkitlah semangat hidupku. Untuk selanjutnya ku senyumi kehidupan ini semampuku. Ku tertawakan diriku sesering ku mau. Ku biarkan bulir bening permata kehidupan ini tumpah sebanyak apapun. Supaya lega aku. Kelegaan yang mendamaikan. Bukan hanya aku, namun engkau pun tenang selalu. Karena jasamu wahai pahlawanku, akhirnya ku mampu berekspresi dalam hidupku. Dan engkau adalah salah seorang yang mengingatkanku dulu, bahwa semua perlu kita ekspresikan.

Dan

"… jangan bosan untuk berekspresi, yaaa," bisikmu di telingaku.

Pesan yang bermutu, batinku. Aku pun mengangguk setuju. Aku, ku…. bahagia merindumu kini. How about you? Semoga juga begitu. #siapapunengkaudimanapunberada,selamatmenjadipahlawanyaaa. []

🙂🙂🙂

2 thoughts on “Pahlawan Tak Pernah Menyerah

  1. Hii, Damareeee… Hehee (jadi malu).

    Salam kenal yaa di dunia maya. (tink-wink-tink).
    Semoga persahabatan kita abadi, terima kasih buat kunjungannya, ditunggu kunjungan selanjutnyaa, I miss you so much cantiik😉

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s