Jalan hidup masih membentang. Lurus terkadang, sesekali kita bertemu belokan. Kemudian ada juga turunan, pendakian, jalan mulus bahkan berlubang banyak jebakan di sana sini, bertemu air menggenang juga selokan di pinggirnya. Begitulah jalan hidup yang akan dan telah kita lalui. Mau tidak mau, selagi nyawa masih melekat di badan, selama jiwa dan raga bersatu, maka selama itu pula kita akan berhadapan dengan kenyataan. Yah, kenyataan.

Dalam perjalanan kehidupan ini, terkadang bahkan sering, kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Lalu, keimanan lah yang menyelamatkan kita dari keputusasaan. Keimanan lah yang memberi kita lagi harapan, bahwa di depan, ada jalan yang lebih baik. Saat kita sedang melangkah di jalan berbatu dan berkerikil, untuk saat ini. Harapan akan jalan tol bahkan beraspal akan kita temui selangkah lagi, kalau sekiranya sekarang kita sedang berjumpa tanah becek berlumpur. Iih, barangkali kita jijik, lalu, maukah kita keluar darinya?

Semua ada hikmahnya. Maka teruslah melanjutkan perjalanan, teman… walau di jalan apapun engkau sedang melangkah saat ini. Susuri jalan yang ada di hadapan dengan kepala tegak, langkah yang tegap. Dan kuatkan tekad serta niat, untuk melaluinya dengan selamat. Beryakin-yakinlah! Berteguh-teguhlah! Bersungguh-sungguhlah! Karena tidak ada usaha yang sia-sia. Tidak ada doa yang terabaikan. Tidak ada langkah yang tidak berjejak. Maka, apabila engkau ingin tersenyum nun di ujung perjalanan, berhati-hatilah dalam berjalan.

Berjalan di dunia, tentu banyak godaan. Karena perlu kita percaya bahwa godaan syaithan ada di sekitaran. Maka kalau kita sempat lupa ingatan, lupa daratan, alamat tersesatlah diri di lautan kehidupan yang badainya sungguhan. Yap! Melangkah perlu kehati-hatian.

Melangkah di jalan kehidupan, yang kondisinya tidak selalu sama dari ujung ke ujung, maka kita perlu senantiasa ingat dan waspada saat berada di persimpangan. Karena terkadang persimpangan menjadi penentu. Apakah jalan yang kita pilih lurus dan mulus membentang indah? Atau bertemu belukar dan menuju ke hutan belantara? Oleh karena itu, selagi engkau mempunyai ingatan dan kesadaran saat berada di persimpangan, jangan lupa bertanya. Ya, bertanyalah pada hati, ketika engkau sedang sendirian. Karena ia adalah sahabat terbaik saat mengambil keputusan. Dan agar keputusanmu adalah yang terbaik dan engkau meyakininya, maka jagalah hatimu itu, selalu bersihkan. Agar ia menunjukkanmu ke jalan kebenaran saat engkau kebingungan dalam kehidupan.

Nah, jangan pula segan dan malu bertanya pada teman seperjalanan, karena ternyata engkau sedang melangkah ramai-ramai dengan beberapa orang. Ah, alangkah indahnya… Ketika akhirnya arah yang engkau pilih saat di persimpangan tadi, adalah arah yang mengantarkanmu pada jalan yang lebih baik, jalan yang terbaik, jalan yang menyampaikanmu pada kebaikan.

Berbagi pengalaman sedikit, tentang kondisi di persimpangan, boleh yaa. Yaaa. Yaa? Karena aku adalah seorang pejalan kaki. Pejalan kaki yang gemar mencari arah, menemukan jalur baru untuk sampai di tujuan. Meskipun aku belum pernah menjejakkan kaki di jalan tersebut. Namun rasa ingin tahu dan penasaran yang kadarnya masih lumayan, belum melebihi rasa penasaran temanmu yang beratus-ratus derajat itu, maka aku pun berjalan. Hanya mencoba jalur baru, begini misiku. Sehingga pada suatu hari, setelah melewati sebuah simpang, sampailah aku di bawah sebatang pohon rindang yang ada dedaunan di sekitarnya.

Saat sedang asyik melangkah, ku teringat sesuatu! Ya, aku ingat jalan berikutnya yang akan ku tuju. Maka menghayati setiap langkah di antara dedaunan, adalah pilihanku. Karena bagiku, hal terindah di dunia ini adalah dapat tersenyum dalam kondisi bingung karena ternyata jalan yang sedang ku tempuh, adalah jalan buntu tak berujung. Ah! Pengalaman ini tak sekali ku alami. Namun aku yakin, pasti ada hikmahnya. Salah satunya adalah aku dapat selfi sejenak dengan dedaunan yang sudah jatuh ke jalan, sebagai temanku. Lalu kami pun bersenyuman. #Tidakuntukditiru.Abaikan.

Nasihat untuk diri :
Saat bertemu jalan buntu ketika melangkah, nikmati saja. Lalu perhatikan sekitaran. Barangkali ada yang sedang memperhatikan atau menjadi perhatian. Setelah itu, berbalik arah dan lanjutkan perjalanan ke jalur yang benar. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s