Ibu, engkau perempuan luar biasa yang pernah ku tahu. Engkau wanita hebat yang semakin bersinar di dalam hati. Engkau adalah ciptaan-Nya yang tidak akan pernah terganti sebagai malaikat dalam hidup ini. Engkau bidadari pengayom kami dalam berbagai situasi. Engkau permata paling bersinar dari sekian banyak makhluk yang ada di dunia. Wahai ibu, surga ada di telapak kakimu. Maka pantaslah engkau memperoleh penghargaan dari putra putri belahan jiwamu, sebagai hadiah atas pengorbananmu.

Setiap waktu ibu, namamu menghiasi detik waktu kami. Setiap saat ibu, ingatan padamu memenuhi ruang pikir kami ketika kita berjauhan raga. Sedangkan di hati kami, engkau adalah sangat dekat.

Terima kasih banyak ibu, untuk semua cinta, kasih sayang dan ketulusanmu mendidik kami, semenjak kecil hingga saat ini. Semoga Allah membalasi segalanya dengan pahala terbaik untuk ibu. Atas keikhlasan yang tak terlihat, namun ia terasa. Atas kebaikan yang melimpah, walaupun tidak selalu terlihat. Atas kehangatan yang menebari diri-diri kami, dalam berbagai kesempatan engkau mendekat dalam ingatan kami.

Wahai ibu, sungguh tulusmu tak akan pernah dapat kami membalasnya. Walau demikian, sedikit demi sedikit kami belajar dari teladan yang engkau tunjukkan melalui sikap, tingkah laku dan perbuatan. Semoga ibu selalu istiqamah dalam mewujudkan niat tertinggi yaa. Dan Allah memudahkan menggapai semua cita dan harapan ibu. Agar ibu kembali tersenyum dalam hari-hari yang ibu jalani. Lebih sering, semakin biasa. Termasuk saat ini, dalam pertemuan kita walau tak bersua raga, hanya melalui susunan kata atau nada suara. Semoga keceriaan ibu semula senantiasa terjaga. Hingga akhir masa dan usia meninggalkan dunia.

Wahai ibu, permata bersinar di relung hati anak-anakmu. Di manapun engkau berada saat ini, semoga ibu sehat selalu, semakin cantik di dalam hati. Yang memancar melalui wajah ibu dan berseri-seri.

***

Ibu, engkau tak selalu perempuan yang melahirkan kami. Namun engkau pun perempuan-perempuan shalehah yang membersamai hari-hari kami. Ketika ternyata ibunda kami sedang tidak ada di sini. Maka engkau berela hati memperhatikan kami, melindungi, menemani, menjadikan kami sebagai bagian dari kehidupanmu pula. Sehingga tidak ada perbedaan perlakuan yang kami terima darimu ibu, dengan kebaikan yang ibunda kami lakukan terhadap kami. Barakallah… []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s