Sejak sampai di kampung halaman awal bulan ini, aktivitasku berubah total. Yach, tiga ratus enam puluh derajat perputarannya. Sehingga membuat aku seakan tidak percaya dengan semua ini. Namun harus dan mesti kujalani. Karena ini adalah kenyataan. Yes, this is reality girl.

Pernah ada dalam impian ku, aktivitas seperti ini. Merangkai kalimat sepenuh cinta untuk mengabari dunia tentang berbagai hal. Baik yang suka, maupun tak suka. Sehingga saat ini keberadaanku di sini adalah untuk melanjutkan impian tersebut. Impian yang memberiku harapan untuk maju, dengan terus bercita, bangkit, berjuang dan tetap tersenyum, tentunya.🙂

Tersenyum dalam menjalani waktu ke waktu adalah impianku sedjak lama. Ya, impian untuk menerangi dunia kecil kami terlebih dahulu dan kemudian lingkungan terdekat, sekeliling tempat tinggal, sampai mensenyumkan dunia keseluruhan. Yap! Layaknya mentari yang menerangi alam, begitupun aku ingin menjadi. Cita yang tinggi, memang, akan tetapi tentu tidak ada yang tidak mungkin, bukan?

Sepuluh tahun kemudian … (kurang 3 bulan)

***

Aku kembali pulang. Aku datang lagi. Aku menjadi anak anggun yang sering di rumah, bermain bersama anak-anak, suka bersih-bersih sekitar, beres-beres rumah, baca buku, menulis diari, memandang mentari, mendengarkan curhatan amaks, memahami ayah dan memandangi Onna yang sangat rajin bekerja serta giat berkreasi aneka makanan. Pokoknya rumahku adalah istana dan surga di dunia. Aku sangat senang berada di rumah. Sukaa banget. Hingga akhirnya kami pun berpisah untuk jarak jauh dan sangat lama. Aku pun betah saja. Apalagi saat kembali lagi ke rumah, menjadi gadis manis yang anggun. Wuiih so sweet dream dech.

Berbeda dari sepuluh tahun yang lalu, saat ini di rumah kami sudah hadir beberapa orang keponakan laki-laki dan perempuan. Mereka adalah anak-anak aktif nan menggemaskan. Kadang suka iseng, ada-ada saja yang mereka lakukan. Mulai dari bercanda, bermain, menangis, tertawa, hingga kami pun bergaya artis-artisan, menjadi model-modelan, bahkan sampai mengabadikan keadaan. Intinya adalah this is my sweet dream in live. And I am enjoy it. Karena ku yakin, semua akan berlalu menjadi kenangan. Semoga kenangan terindah menjadi jalan bagi kami untuk saling mendoakan baik ketika berdekatan raga maupun saat jarak membentang di antara kami.

See you on next sweet dream, friend. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s