Cincau adalah sejenis agar yang terbuat dari daun cincau. Ya, berhubung daun cincau sangat mudah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal kami, maka mengolahnya menjadi kudapan ringan nan enak adalah pilihan yang tepat saat liburan menyapa.

Proses mengolah daun cincau menjadi agar sangat mudah. Cukup dengan menambahkan beberapa gelas air, lalu dicampurkan dengan daun cincau sambil diremas hingga mengental, kemudian disaring dan ampasnya dibuang. Hasilnya adalah adonan cincau yang lezat. Untuk menyajikannya dengan menambahkan santan kelapa ditambah gula secukupnya dan garam meja. Sedangkan kalau mau hasil yang lebih mantab, bisa dilengkapi dengan es krim. Wow, it is yummy.😉

Saat bereksperimen membuat agar cincau, adalah chef Onna yang paling berperan. Karena Onna adalah pemasak cemilan maupun makanan berat handal, seperti halnya Amak. Ai! This is my sweet memory when back to home town.

Hampir sepekan aku berada di rumah lagi. Setelah sebelumnya merantau di tanah Jawa lebih dari sembilan bulan. Akhirnya moment ini pun datang. Membersamai keluarga bahagia dengan tentu saja beraktivitas di rumah saja. Dan kesannya adalah sungguh menyenangkan. Ditambah lagi dengan hadirnya para ponakan yang berjumlah lima orang seluruhnya. Maka, alhasil, semangkok cincau pun segera laris setelah ia jadi.

Masak memasak selama di rumah adalah salah satu kerjaan ibu-ibu. Selain bersih-bersih dan berbenah seluruh ruangan luar dan dalam, maka menjaga anak-anak adalah prioritas utama. Dan tahukah engkau teman, bahwa di sini hari ke hari akan cepat berlalu. Tak terasa sudah sore lagi dan esok pun pagi menjelang.

Oiya tentang pagi, akhir-akhir ini aku punya rutinitas baru. Selain bereksperimen bantuin chef Onna memasak, mengolah cemilan, berangkat ke surau untuk shalat Shubuh bersama Ayah dan Amak adalah pilihan. Lain waktu akan ku ceritai khusus yaa… tentang aktivitas yang satu ini, berikut aktivitas unik lainnya selama aku berada di kampung halaman kini.

***

Tiga tahun kemudian…

Aku sudah tak pulang-pulang sejak tiga tahun yang lalu. Hingga sampailah waktu aku pun harus dan mesti kembali. Untuk hal yang menjanjikan seperti apakah yang aku jemput? Sampai rela meninggalkan karir dan memilih pulang dengan tenang. Tidak. Tidak ada hal berarti yang menjanjikan bagiku, hingga saat ini. Kecuali satu alasan pasti?

Iyes, malaikatku menyuruh pulang. Selain itu juga karena untuk mengaplikasikan syukur kepada-Nya yang memberikan kami kesempatan berjumpa.

Okeee… []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s