Satu setengah tahun kebersamaan kita, berakhir sudah. Dan akhirnya engkau tutup dengan indah. Seindah kata-kata pujian yang engkau sampaikan langsung melalui lisan maupun tulisan. Sungguh berkesan, teman. Kesan yang seakan hanya ada dalam hayalan. Namun ternyata tidak hanya imajinasi. Karena engkau benar-benar memberikan perhatian terbaikmu untuk kami. Dan engkau buktikan dengan berbagai cara. Baik dengan memberi hadiah, mengajak botram, selfi-selfie di roof top. Hingga makan di luar dengan relasi. Sungguh. Kenangan ini akan senantiasa abadi di dalam hati. Kenangan yang uni dan merupakan yang pertama kali ku alami. Maka aku pun menitipkannya di sini, dalam lembar diari maya. Xixii.

Awal hari ini, pagi nan berseri. Kita-kita sudah punya janji, engkau sudah mendata banyak inspirasi. Kemudian mengajakku menjalani dan menyelami hari ini menjadi lebih berseri-seri. Sehingga kami, aku dan Teh Imut yang akan segera meninggalkan lokasi tempat kita saling berbagi, pun menyetujui. Untuk selanjutnya, asyik menyelami hari ini dengan senyuman indah berseri. Walau terkadang saling mencandai satu sama lainnya. Untuk menghiasi hari terakhir kebersamaan kita di sini. Kebersamaan yang indah berseri. Kebersamaan yang menetap di dalam hati.

Hari ini, pagi-pagi sekali dengan mata panda dan bulet telur mata sapi, aku pun melanjutkan langkah-langkah kaki. Menyusuri jalan dengan senyuman bersama mentari. Hati yang senang sungguh bahagia. Karena semalam telah berlalu. Semalam yang membuatku mewek berkali-kali. Menderas bulir permata kehidupan di pipi dengan mudah dan derasnya. Dan dapat dipastikan kalau aku sudah mengurai bulir-bulir bening itu, tidak akan cukup sebentar. Namun sampai berjam-jam tak akan henti. Sampai aku menyadari mata seperti bola pingpong.

Entah mengapa? Air mata ini sungguh mudahnya menderas tiada henti. Hadir begitu saja, dan aku pun tak mengerti. Sejauh apakah kesedihan yang aku alami atas perpisahan kita ini? Aku pun tidak dapat menerka dalamnya. Sampai saat ini pun sama. Ketika di malam yang berbeda dari kemarin, airmata kembali tak mau kompromi. Hingga ia pun bertaburan deras sekali. Membanjir, membasahi pipi, melembabkannya.

Apakah karena sedih yang mendalam?
Atau.
Karena haru yang tersimpan sejak lama?
Hmm… Aku pun tidak mengerti. Sampai detik ini. Maka untuk mendata suasana hati, aku pun merangkai kata di sini. Sekaligus sebagai pengingat diri terhadap beliau yang berarti.

***

Hari ini, pagi-pagi sekali, bermula dengan bereuni. Bersama sahabat hati selayaknya saudara sendiri. Beliau ukhti shalehah, aku bahagia menjadi bagian dari hari-hari beliau. Memberikan testimoni padaku tentang senyuman ku yang sangat beliau sukai. Senyuman yang menebar pada wajah ini di hari-hari kami bersama sebelum hari ini. Dan tanpa aku sadari, aku ternyata mensenyumi beliau semua dalam kesempatan pertemuan demi pertemuan kami. Apakah karena kebiasaan tersenyum dan merangkai senyuman di sini mulai merambah dunia nyata yang aku jalani? Wallahu a’lam bish shawab. Memang demikian yang aku pernah impi di hari-bari lalu. Terima kasih ya Allah, untuk melazimkan senyuman konsisten pada wajah ini. Senyuman dari hati yang engkau bolak-balikkan selalu. Maka jaga hati kami selalu ya Allah, bersama penjagaan abadi tidak bertepi. Hingga kami dapat menyenangkan hati saudara-saudari kami meski dengan wajah berseri di hadapan beliau. Aamiin.

Kebersamaan kami dalam pertemuan hakiki karena Illahi. Untuk saling mengingatkan pada kesabaran dan ketaatan.

Sejam dua jam tidak terasa. Hingga sampailah pada ujung pertemuan kami yang terakhir. Beliau ukhti-ukhti memberiku sebuah boneka untuk penyangga leher yang dapat ku gunakan saat di pesawat nanti. Atau ketika duduk manis di mobil dalam perjalanan menuju bandara. Ah, so sweet nya beliau semua, aku ingin membagi pula selembar dua lembar kebaikan di hari nanti. Aha! Surprise apa yaaq… ?

Selanjutnya sobat fsc menitipkan sebuah diary plus pesan dan kesan yang alhamdulillah, beliau yang sangat berbaik hati, rela mengisinya. Ya Allah… semua ini seakan mimpi. Lalu nikmat-Mu yang manakah yang akan aku dustakan? Terima kasih ya Allah untuk mempertemukan kami dengan beliau semua. Beliau yang sangat baik, maka berikan beliau kesempatan, kemauan dan kemampuan untuk berbuat baik yaa Rabb, sebanyak-banyaknya. Sebagai pemberat timbangan amal kebaikan beliau di hari perhitungan nanti. Dan mudahkanlah ya Allah langkah beliau saat meniti titian sirathal mustaqiim, lapangkan kubur beliau saat menemui-Mu dan rahmati beliau di hari berbangkit dalam perlindungan terbaik-Mu. Lalu, kumpulkan kami kembali di surga-Mu untuk saling bereuni dan menjadi penduduknya. Karena beliau pernah membersamai kami semenjak di dunia, maka kekalkan kebersamaan kami hingga di akhirat nanti. Aamiin.

Buat teman-teman semua dari mulai Teh Laili sebagai pemberi hadiah diary, Teh Anri Bunda Alya yang turut mengendorse tentang diri Yani, Teh Dinda, Teh Obi, Teh Ria, Sister Neni, Teh Aini Chingai, Kaka Dika & Kiki, Teh Selvia, Papa Ton’s Ice Cream, Teh Silvia, Adiks Muti a.k.a Imyuts, Bapak Indra, Riri Junior, Mba Riri, Teh Dini, Ibu Fenti, dan Sister Neny yang berkesempatan menulis langsung di diary titipan dari Teh Laili, alhamdulillah… senang menerima pesan dari sobat semuaaaaa. Nggaaa nyangkaa, kita akan sedekat ini meski beberapa baru berjumpa beberapa hari dan Teh Riaaaaa… beliau adalah yang terlama ku kenali di kota ini. Karena kami sama-sama almamater dari Politeknik LP3I Bandung. Terima kasih semuanya, semoga doa terbaik yang sobat kirimkan dan tuliskan di diary, kembali menemui sobat yaa. Aamiin. ^^

I will miss you, too. I wish to meet you as soon as possible. Mari saling mendoakan, dengan doa terbaik. Karena Allah Yang Maha Membolakbalikkan hati, maka sapalah Allah selalu dalam detik waktu kita, insya Allah… saat itu kita saling mengingat. Semoga jodoh pertemuan kita segera dimudahkan. Aamiin.

Salam Syukur dan Sabar,
– Hamba Allah – []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s