"Apa yang kita beri, maka seperti itulah yang akan kita terima. Bagaimana kita memberi, maka seperti itulah kita akan menerima. Walau tidak selalu pemberian kita dibalas langsung oleh penerima, namun yakinlah bahwa Allah yang paling pantas memberikan yang terbaik untuk kita."

***

Begini sekelumit pesan yang dapat saya bagikan saat ini. Pesan yang semoga bermakna, bermanfaat dan menjadi jalan bagi kita untuk saling ingat dan mengingatkan. Bahwa awal dari langkah kita adalah untuk memberi, bukan menerima.

Saya bahagia, kita bertemu, bersama, saling memahami, mengerti, memberi, menerima dan menasihati, serta mengingatkan satu dengan lainnya semenjak di dunia ini. Dunia yang fana dan akan kita tinggalkan, kelak. Saat jatah usia kita di dunia berakhir sudah.

Ya. Alhamdulillah, semoga syukur kita semakin bertambah atas pertemuan dan kebersamaan yang indah. Namun semoga kita pun semakin bertambah semangat untuk mengukir sabar ketika jarak menjadi perantara pertemuan raga. Karena yakinlah sobat, di dalam do’a-do’a yang kita lantunkan dengan tulus dan ikhlas, maka kita pun dapat bertemuan. Maka kapanpun kita mengharapkan pertemuan, kita dapat saling mendoakan. Semoga, semoga, semoga kelak di surga-Nya, tempat pertemuan terindah, kita dapat saling bereuni, yaa. Tolong panggil saya sebagai bagian dari saudara mukminmu sobat, ketika kelak engkau sudah berada di surga, namun belum melihat saya. Karena pada saat itu saya sangat memerlukan pertolonganmu, syafaat darimu, sebagai saudara seiman.

Terima kasih sobat, untuk kebaikanmu. Kebaikan yang hanya Allah sebagai pemberi balasan terbaik. Semoga saya pun dapat melakukan kebaikan serupa, dengan belajar dan meneladanimu. Mohon doanya, selalu. Dan semoga engkau istiqamah di jalan-Nya. Jalan yang menjadi pertemuan kita saat ini. Terus melangkah, lanjutkan perjuangan dengan tekad kuat, ikhtiar yang dahsyat, doa yang hebat dan ketaatan yang meningkat. Tetap semangat! Sobat.

***

Ingin berbagi kisah tentang perjalanan sedikit, boleh yaa. Hehe. Untuk menjadi pengingat kita dan bertukar pengalaman tentang kebersamaan kita di sini.

Awal bergabung denganmu sejak satu setengah tahun yang lalu saya sangat berkesan, bahagia dan tentu saja senang. Karena engkau adalah hadiah ulang tahunku di tahun 2014 silam. Ai! Semua tentu ada yang mengatur, kita hanya merencana dan berikhtiar dengan sebaik-baiknya teriring doa dari orangtua tercinta, keluarga dekat dan jauh, sahabat, teman, saudara, dan semua yang kita cintai serta mencintai kita, maka kita berada pada saat ini di tempat terbaik dan pantas untuk kita. Maka kebersamaan kita hingga saat ini adalah buah dari doa-doa beliau yang diijabah oleh Allah, seperti yang mereka inginkan agar kita dapat menjadi.

Ya, demikian yang saya alami dan saya kenang hingga saat ini. Karena sebelumnya, tidak pernah terlintas sama sekali di dalam ingatan, untuk menjadi bagian dari orang-orang hebat sepertimu, sobat. Hingga akhirnya pada suatu malam saya merenungi perjalanan diri. Bahwa betul, ada andil dari semua yang mengasihi dan menyayangi, terhadap diri ini. Saya menyadari, mengakui, mengerti, bahwa beliau semua sangat berarti. Kemudian memberi saya kesempatan untuk memilih, apakah akan berbakti, atau mengingkari?

Selama ini, saya menjalani hari-hari seakan lempang tanpa ada hal berarti yang memberati. Ringan, tenang, damai, penuh kelegaan, dan terkadang saya menanyai, "Beginikah hidup yang asli? Lalu bagaimana yang orang lain alami? Apakah mereka juga seperti ini?"

Ai! Tak henti syukur terucap dari bibir ini. Atas hari-hari yang berseri, penuh warna, bertabur mimpi malahan. Sampai-sampai saya sering tak mempercayai, dengan yang saya alami dalam hari-hari. Haiii… Apakah yang saya alami? Seakan ringan tanpa volume diri ini. Seperti kapas yang terbang di angkasa, tanpa sempat memberikan perhatian pada sekitar. Seakan, saya hanya berteman dengan angin yang menggerakkan tubuh ini. Oh lalaaa, lalu bagaimana saya menjalani hari dengan kondisi seperti demikian?

Hari-hari yang saya jalani dari hari ke harinya, sama sepertimu teman. Dan sepengetahuanku ada tujuh hari jumlahnya dalam sepekan. Terkadang 28, 29, 30 bahkan ada yang 31 hari dalam sebulan. Sedangkan jumlah bulan ada 12, bukan? Lalu, tidak ada bukan yang berbeda dengan hari-hari kita.

Nah, seperti hal nya engkau, saya pun masih menjejak di bumi. Bahkan hampir setiap hari saya melangkah di atasnya, bersama kaki-kaki yang rajin sekali mengayun. Masih sama, teman. Begitu pula dengan cuaca yang terjadi di sekitar, saya pun melihat mentari pagi hari hingga sore (kalau tidak mendung), mentari yang mensenyumi. Nah, mensenyuminya balik adalah aktivitas yang sangat saya sukai. Apalagi kalau sedang melangkah di bawah terik sinarnya. Maka saya suka mudah terinspirasi darinya. Yaitu tentang semangat yang perlu terus terjaga. Sampai akhirnya ia tenggelam perlahan di ufuk barat, maka pada saat itu saya mengerti, untuk terus menjaga senyuman yang ia teladankan seharian tadi. Maka, saya pun menjalani gulita malam dengan senyuman. Meski terkadang penuh bulir airmata di pipi kalau rinduku merebak tinggi untuk-Nya. Karena malam adalah kesempatan terbaik untuk menumpahkan segala rasa yang terendap semenjak siang tadi. Iiiiiya, saya memang gak malu sama kucing, kalau lagi nangi$. Karena di kosan yang sekarang gak ada kucingnya. Jadi, kalau mau nangi$ yaa nangi$ aja. Hah! Tentang hal ini, saya pernah menceritaimu ketika kita saling berbagi cerita. Lalu engkau menertawaiku?😀 Lalu kita pun tertawa bersama.

Tertawa bersama saling bertukar kisah dan berbagi cerita, sangat sering kita lakukan dalam kebersamaan. Ya, di sela-sela waktu beraktivitas tepatnya saat jam istirahat tiba, maka kita akan bersenyuman lebih banyak. Sedangkan saya, ikut berkisah dan bersuara yang menurutmu unik. Hihiii. Baru akhir-akhir ini saya berpengalaman seperti ini. Berjumpa saudara dan sahabat seperti berteman dengan diri sendiri. Bahkan engkau adalah relasi dan kolega yang mana kita bergaul sangat akrab sekali. Alhamdulillah, kebersamaan yang tidak hanya ada dalam imajinasi, namun nyata sungguh asli. Ai! Terima kasih teman, engkau sobat sejati yang tidak akan pernah terbeli. Maka menjagaimu adalah investasi di akhirat nanti. ^^

Di sini, kebersamaan denganmu adalah di divisi servis, yap bagian pelayanan. Dan saya sangat menikmati waktu kita bersama, dengan warna-warninya yang cemerlang, terkadang mencengangkan. Karena tetiba ada surprise suatu ketika. Akan tetapi, semua ada sebagai penghias kisah dalam perjalanan. Hiasan yang perlu kita rawat senantiasa agar semakin indah dan berkesan. Sehingga kita akan tersenyum lagi saat menatapnya nanti. Ketika kita sudah berlabuh di dermaga masa depan. Maka menyamakan senyuman sejak saat ini, melatih wajah dan menata hati untuk semakin berseri-seri adalah usaha abadi hingga akhir masa. Tersenyumlah teman, maka engkau akan menerima senyuman balik, iya, buktikanlah.

Pelayanan adalah identik dengan senyuman. Maka saat kita melakukan pelayanan dengan senyuman, maka kita sedang mempraktikkan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, sejak menjadi bagian dari divisi pelayanan ini, saya belajar tersenyum, latihan tersenyum, mengajak tersenyum, mengenal senyuman dan mengakrabi wajah-wajah yang penuh senyuman. Dan semua mensenyumi di akhir waktu kita akan berjarak raga. Ai! Betapa bahagianya saat menyaksikan senyumanmu menebar indah seperti saat kita bersama tadi, teman. Lanjutkan yaa… kips spirit, kips smile, tersenyum cantik dan menjadi lebih cantik dengan senyuman.

Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri di dalam hati ini, saat menyadari bahwa saya menjadi jalan tersenyummu kini. Dan senyuman yang saya bagikan di lembar hari ini hingga sampai ke sini, adalah untukmu teman, sobat pejuang di ruang hati. []

I will miss you, Ibu Widi, Mba Riri, Teh Aci, Teteh Cantik sang bintang … Uni Berbi senang sekali kita bisa jumpa di sini, walau tadi engkau tak hadir di acara thanks and giving, tetap cantiik yaach (salam buat Dede cakep Danish; Smoga cepet gede, sehat selalu, makin pinter, shaleh dan birrul wa lidain, aamiin), selanjutnya Teh Foni, Teh Nunu, Dedek Selly, saya akan merindukan detik-detik teli-teli ituuuccchhh, Dedek Iraa cepet gede yaach, Teh Mira, Bapa Ilham, Bapa Ton’s Ice Cream semoga berjaya sukses selalu di mana pun berada, Bapa Indra keep spirit (terima kasih rujak serut buatan mama yang yummy ;; lagi lagi lagii.😀 )

And then Sister Neni, semoga semakin shalehah yaa. I will miss you sister. Bangun dan bangkit terus yaa. Engkau mampu bahagiain mama dan mengajak beliau menunaikan ibadah umroh dan haji, seperti cita-citamu Sist. Kemudian adiks Imut ku yang lucu, hai hai mari bergerak, maju dan terus berjuang, walau bagaimana pun. Langkah-langkah kita perlu terus mengayun indah meski tidak lagi di lokasi aktivitas yang sama. Seneeng dech berteman dengan adiksss imyuuts iinnicch. Cemangadthdth adikss ya menjadi wirausahawati sukses dunia akhirat. Aamiin.

And then buat duo sister sebagai penerus kami dan pengemban amanah yang masih sangat muda dan belia, semoga kalian senantiasa setia yaa, melakukan yang terbaik demi mengharap ridha-Nya.

"Mulailah langkah dengan bismillah, semoga berkah dan mudah dalam prosesnya dan berakhir indah, yaah. Aamiin ya Allah ya mujibassailin. Kumpulkan kami kembali di jannah dalam nuansa sakinah sebagai penduduknya. Aamiin ya rabbal’alamiin.

😉🙂😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s