Haiii… teman, apakabarmu hari ini? Sehat walafiat dan baik-baik khann? Tidak terasa sudah semakin berkurang angka hari kebersamaan kita, yaa. Saat September akan berlalu dan telah menjelang ujungnya, ada kabar bagus buatmu teman. Yeah, good news. Tentang apakah? Let’s create this story continuously. Marii.

Cerita pun berlanjut…

Kelanjutan yang ku ingin happy ending, kelak. Aamiin ya Allah. Hanya berharap kebaikan untukmu, dan semoga kebaikan demi kebaikan membersamaimu selalu, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirimu. Meskipun nanti kita sudah akan berjauhan raga. Namun semoga dengan adanya jarak untuk sementara, semakin menguatkan kita dengan keyakinan yang sempurna bahwa ada masa untuk kembali bersua. Meski entah di mana di dunia ini, atau kelak di negeri akhirat, kita akan kembali bereuni, yakinlah. Oleh karena itu teman, perkuat gerakmu, perteguh langkah-langkahmu dengan sungguh-sungguh mengayunkan kaki-kaki jiwa saat ini. Agar hanya ada senyuman yang saling kita pertukarkan di pertemuan berikutnya, ya.

Hari ini, teman. Pasti ada lagi sekeping hati yang terluka di sana, berduka dan bahkan bertanya-tanya tentang rencana berjaraknya kita. Bukan untuk mengapa, namun untuk meneruskan langkah-langkah lagi. Walaupun tidak akan seiring di jalan yang sama, namun kita masih bergerak di jalur yang serupa, yaa. Untuk menjemput indahnya hari esok yang lebih berbinar ceria, tentunya. Dan semoga senantiasa dimudahkan oleh-Nya langkah-langkah kita.

Pada saat engkau melangkah, teman, yakinlah bahwa di depan sana ada hari esok yang lebih cerah, berbinar, lebih semarak dengan sambutannya yang hangat untukmu. Sedangkan engkau menyusulnya dengan penuh kebahagiaan, kemerdekaan, kelegaan, dan tentunya senyuman yang lebih indah menenangkan. Tidak lama lagi, engkau akan sampai di tujuanmu. Maka tataplah ia dengan lebih bersemangat, temuilah ia dengan sapaan terbaikmu. Meski, untuk mencapainya engkau masih perlu melanjutkan perjuangan dan perjalanan. Lanjutkanlah dengan langkah-langkah yang lebih ringan.

Haii, teman, di tujuh catatan terakhir yang sebenarnya sudah sampai pada H-3 ini, aku ingin menitipkan sebaris dua baris pesan tentang hari ini. Yah, hari yang lumayan ramai, seakan padat, namun sesungguhnya banyak luang di dalamnya. Sehingga dari detik ke menitnya pasti ada pesan hikmah untuk kita. Dan inti dari pesan tersebut adalah upaya berkelanjutan tanpa mengenal lelah dan apatah lagi putus asa. Hah! Alangkah lega rasanya, saat perjuangan hari ini pun membuah hasil. Xixii tidak sia-sia setiap langkah yang kita ayun. Tidak juga mubazir tenaga yang kita keluarkan. Karena akhirnya, ada hasil setitik dua titik untuk kita jadikan sebagai pengalaman, di dalamnya.

Hari yang ramai ini, ku jalani dengan tidak mengenal lelah, walau sesungguhnya ia sempat bertamu. Namun, ia tidak akan pernah berdaya kalau penasaranku belum lumer. Maka, saat langkah pertama gagal dan belun berbuah hasil, untuk perjuangan mendapatkan solusi, maka langkah berikutnya pun berlanjut. Ketika satu pintu tertutup tanpa ada jawaban dari pemilik rumah, maka jangan ragu. Engkau hanya perlu memastikan bahwa semua itu hanya menguji tekadmu, mendata ikhtiarmu dan mempertanyakan kesungguhanmu, bisik sekeping hatiku di sini. Ia yang akhirnya tersenyum bahagia, saat kami akhirnya mendapati pintu terbuka untuk kami. Senang nya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, memang. Namun ku hanya ingin menorehkan catatan sebagai pengingat diri di hari nanti. Supaya ia teringatkan lagi tentang pentingnya mengusaha menjawab penasaran. Karena seperti sebelum dan sebelumnya, jauh sebelum hari ini kami jalani, pengalaman dari penasaran adalah pergerakan. Untuk menemukan jawaban pertanyaan, kami melangkah. Begitu pun hari ini. Aku tidak akan mau pulang ke kosan kalau belum menyelesaikan penasaran ini. Mempenasarankan apa siich Yaniii?😀

Seorang pejuang tidak akan pulang sebelum menang.
Ia tidak akan mudah berbalik arah saat melihat lawan di hadapan.
Pejuang adalah jiwa-jiwa yang mampu menaklukkan dirinya terlebih dahulu, sebelum ia mengatur orang lain.
Mereka adalah pengingat diri terbaik sebelum ia menjadi pengingat bagi orang lain.
Maka apapun yang ia temui di hadapan adalah sebuah jawaban dari penasarannya tentang kehidupan. Baik penolakkan, rintangan, halangan, dan pengabaian. Ia menjadikan sebagai batu pijakan untuk melenting lebih tinggi hingga jauh menyentuh langit asanya. Dengan begitu, ia hanya akan lebih rajin menemukan solusi demi solusi, tanpa lupa mengerti.

Pejuang, baginya perjalanan adalah sebuah proses untuk meneruskan gerak perjuangan. Baik dalam penerimaan maupun penolakan. Bahkan memberikan kesempatan pada sesiapa yang ada di hadapan, untuk menjadi guru dalam perjuangan. Lalu menempuh hari dengan senyuman yang semakin menawan.

Terima kasih teman, untuk menjadi sahabat di perjalanan. Engkau berarti, bagiku sungguh berkesan. Karena bersamamu ku dapat membuka mata lebih lebar lagi untuk menatap dunia. Dan menyediakan pendengaran lebih lama walau kita tidak selalu sepaham. Alhamdulillah, bahagianya berteman karena kita satu tujuan. Semangat melanjutkan langkah, yah, teman, meski September akan berlalu dan kita akan berjarak raga, jauuh di mata, engkau dekat di hati. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s