Sehari-hari kita bersama, merangkai masa, menjalani usia. Selama delapan jam yang kita habiskan dari hari ke harinya, berlangsung tidak terasa. Dan ternyata, akan sampai pada penghujung masa kita berjumpa, beraktivitas bersama, bercengkerama, tertawa, saling mengerti dan memahami, dan sebagainya. Ada banyak jenis aktivitas lainnya yang kita lakukan saat bersama seperti ini. Aktivitas yang semoga mengingatkan kita lagi satu dengan lainnya, untuk terus berupaya mengembangkan diri, belajar, bertumbuh, menasihati dan bersinergi.

Hari ini, sama seperti hari-hari yang lalu, delapan jam lagi telah berlalu. Delapan jam yang terkadang lebih di hari tertentu. Ya, apabila ada piket atau jam lembur, misalnya. Maka otomatis kebersamaan kita akan lebih dari delapan jam, bahkan sampai dua belas jam. Horeeee… ! Hehee.😀

Delapan jam berikutnya adalah hari esok yang akan kita jalani. Akan tetapi, kita hanya dapat merencana. Karena untuk realisasi esok hari, ada di dalam kuasa-Nya. Maka, mari kita bersiap kembali, teman. Persiapan terbaik kita untuk menemui hari esok. Hihii.

Hari ini, adalah hari berikutnya dari delapan jam pertemuan kita. Hari yang menjadi perantara pertemuan, kebersamaan dan perpisahan. Yach, hari ini engkau sudah mesti hebat dan kuat, teman. Ya, berjuanglah, berusahalah mengerahkan segala kemampuan dan kemauanmu. Agar segala aktivitas yang akan engkau jalani selanjutnya, menjadi semakin berkesan. Karena engkau melakukannya dengan sungguh-sungguh dan rajin.

Wahai teman, untukmu sahabat baruku di sini. Engkau yang akan menyambut tongkat berikutnya sebagai estafet dari pergerakan yang sebelumnya sudah ku tempuh. Engkau yang ku yakin mampu melakukan aktivitas optimal dan semaksimalmu. Hingga sempurna adalah hasil yang dapat engkau persembahkan pada sesama, para sahabat kita yang lainnya di sana. Ya, beliau yang akan mengenalmu, tentu perlu sebagai pribadi yang dapat diandalkan. Sehingga mereka dapat mengambil teladan darimu, berkaca dari sikapmu dan menjadikanmu sebagai guru untuk ditiru. Yuhuu, semangat cantik! Semangat berbuat baik. Niatkan semua yang engkau lakukan dalam rangka berbakti dan mengabdi kepada-Nya. Sehingga langkah-langkah yang engkau ayunkan dalam delapan jam delapan jam berikutnya menjadi semakin mantap dan teguh.

Wahai teman, engkau yang baru ku kenal akrab sejak delapan jam kemarin. Engkau nan ayu dan lugu, penuh motivasi mempraktikkan ilmu. Engkau yang berasal dari negeri nun jauh di sana, namun berjibaku untuk mendekatiku, mendekati kami di sini. Lalu apakah tujuanmu, teman? Tujuan yang akan mengingatkanmu lagi untuk bergerak maju saat lelah menerpa jiwamu. Tujuan yang berfungsi menjadi reminder saat matamu ingin mengatup karena kecapean beraktivitas seharian. Tujuan yang membuatmu tersemangatkan lagi agar bergegas melangkah sebelum sampai di tujuan. Tujuan yang menjadi pendorong semangatmu untuk tidak mudah menyerah begitu saja saat halangan merintang di hadapan. Tujuan yang kelak akan engkau dekati, walaupun waktu yang engkau butuhkan untuk menemuinya tidak sebentar dan bukan dengan cara yang mudah. Tujuan yang indah, sehingga engkau sangat berminat terhadapnya dengan tidak melupakan proses yang perlu engkau tempuh menjelang pertemuan dengannya.

Engkau dalam yakinku adalah seorang yang sangat peduli dengan hari ini dan masa depan yang akan engkau tempuh. Engkau yang walau baru beberapa hari ku bersamai, namun sudah mampu menitipkan sebaris dua baris pesan penuh hikmah. Adapun pesan tersebut engkau sampaikan secara tidak langsung padaku. Akan tetapi, bagiku sangat bermakna. Salah satunya adalah tentang kesabaran menjalani keadaan yang belum sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Dan terus memperhatikan ikhtiar dan doa yang kita lakukan sebelum bertawakkal pada akhirnya. Karena Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka berusaha terlebih dahulu mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Makanya, yuuuu kita segera berbenah dengan gagah. Agar apapun yang kita lakukan saat ini penuh berkah dan bermanfaat bagi sesiapapun yang berinteraksi dengan kita. Ya, sedapat mungkin kita bermakna di manapun kita berada, teman. Sehingga kehadiran kita diharapkan sedangkan ketidakhadiran kita senantiasa dirindukan. Karena adanya manfaat yang akan kita tebarkan pada sesiapapun yang dekat maupun yang jauh sekalipun.

Hari ini, saat delapan jam kedua pertemuan kita, ada pesan penting yang ingin ku selipkan dalam catatan hari ini. Adapun pesan tersebut adalah tentang mengubah paradigma dalam menjalani aktivitas. Karena dapat dipastikan, terkadang kita akan berjumpa dengan waktu-waktu di mana kita akan tidak bersyukur, karenanya. Kalau saja kita berpikir biasa. Akan tetapi setelah kita mengubah cara pandang sebelum menanggapi suatu keadaan. Maka insya Allah kita akan menghadapi dengan tenang dan menjalani dengan senang hati. Sehingga senyuman semakin mudah menebar pada wajah, senyuman dari hati, buat sesiapapun yang kita hadapi.

Makanya yuuk, change our paradigm before do something that we ever do. Sehingga kita menjadikannya sebagai kesempatan untuk belajar lagi. Karena belajar itu tidak kenal waktu apatah lagi usia. Namun ia berlaku bersama siapapun yang kita temui dalam hari-hari. Sehingga hari-hari yang kita jalani adalah dalam upaya merangkai senyuman. Senyuman yang semakin cerah berseri, lebih bahagia dari waktu ke waktu. Maka masa depan gemilang bukan lagi hayalan dan imajinasi. Namun sudah menjadi reality. Dan tidak usah lagi bermimpi untuk berhadapan dengan wajah-wajah ramah nan gagah dan jelita. Karena sudah menjadi nyata. Alhamdulillah, lalu bersyukurlah dengan segera, saat ini juga, teman. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s