Alam terbentang sungguh indah, untuk kita baca dengan mudah. Ada lautan, daratan dan angkasa raya yang luasnya tidak terkira merupakan bahan bacaan untuk kita. Apabila kita rajin membacanya, maka akan semakin bertambah tumbuh ilmu pengetahuan kita. Lalu apakah yang kita lakukan setelah membaca semua?

Menuliskan hasil pemahaman kita atas bacaan dari alam semesta beserta isinya, merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Oleh karena itu, berjalanlah di atas bumi ini untuk membaca sebanyak-banyaknya, belajar serajin-rajinnya dan menginspirasi sesiapa saja yang kita temui dalam perjalanan. Insya Allah kebahagiaan hati akan kita rasakan dalam melanjutkan langkah. Lalu apakah yang akan kita lakukan kalau hati dalam kondisi berbahagia?

Bahagia dari hati, akan mensenyumkan wajah kita. Karena pada umumnya, mereka yang mudah tersenyum adalah mereka yang hatinya lapang, luas nan lega. Walaupun tidak seluruhnya mengalami hal yang sama saat tersenyum. Akan tetapi dapat dipastikan bahwa sesiapa saja yang menerima senyuman, maka hatinya akan semakin luas, lapang, tenang dan berbahagia. Lalu, bagaimanakah kondisi hatimu saat ini, teman? Apabila ku menyaksikan engkau sedang tersenyum, apakah demikian pula dengan hatimu? Karena apapun yang dilakukan dari hati, maka akan sampai ke hati. Ingatlah ini, lalu terapkanlah.

Lalu seberapa identiknya wajah yang tersenyum dengan hati yang bahagia? Dan apakah hubungan antara tersenyum dan kebahagiaan?

Barangkali saat ini hatimu sedang tidak dalam kondisi bahagia, maka tersenyumlah saja. Caranya? Menulislah tentang kondisi hati dan jiwamu yang terasa. Tuliskan saja walau bagaimana kondisinya. Hanya menulis, lalu saksikanlah hasilnya beberapa saat kemudian. Apakah yang engkau rasakan?

Aku yakin engkau akan tersenyum menyaksikannya. Dan senyumanmu adalah penuh dengan kelegaan. Karena apa? Karena engkau akhirnya mengetahui suasana hatimu sendiri setelah engkau menuliskannya. Sungguh indah, bukan? Aktifitas menulis seperti ini.😉

Menulis tidak hanya mengkondisikan suasana hati, merangkai senyuman, namun dengan menulis maka kita juga dapat menginspirasi, mencerahkan dan tercerahkan. Masih penasaran bagaimana hal ini dapat terjadi? Usahlah penasaran seperti itu, teman. Namun praktikkanlah, dengan menggerakkan jemari sepenuh hati. Lalu tersenyumlah saat melakukannya. Maka insya Allah engkau dapat membuktikannya langsung.

Dalam perjalanan kehidupan ini, ada masanya memang, kita berjumpa bahagia di persimpangan tertentu. Namun tidak jarang pula ketidakbahagiaan menampakkan wujudnya. Lalu apabila kita dalam kondisi hati yang belum siap menjalaninya, tentu akan menitik bulir bening permata kehidupan dengan segera. Ya, duka pun merebaklah. Akan tetapi, saat kita sudah mempersiapkan diri dan memantaskan diri dan hati untuk menghadapinya, insya Allah ketegaran dan keteguhan jiwa menjadi amunisi untuk menangkis segala yang datang menghadang di perjalanan. Lalu, kita pun melanjutkan langkah dengan penuh senyuman, syukur dan sabar dalam menjalani. Karena keyakinan memberikan peringatan bahwa Allah tidak menguji hamba-hamba-Nya melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan apabila kita tidak menyukai sesuatu, pasti ada hikmah di dalamnya yang terselip untuk kita. Maka, Membacalah lagi dan lagi, semua yang ada di hadapan kita.

Membaca tak hanya buku berupa tulisan yang berbaris. Akan tetapi, bacalah alam yang membentang manis, meskipun hanya seraut wajah yang ada di hadapan. Membacalah tetumbuhan yang mensegarkan wajah saat memandangnya, membacalah langit luas yang indah meneduhi kita. Ya Allah, bimbing kami untuk bersabar dan bersyukur. Bahagia sederhana dan apabila berduka, seadanya. Seraya kami memetik hikmah yang pasti ada di dalamnya. Mudahkanlah ya Allah… segalanya untuk kami menjalaninya. Sehingga senyuman kami tetap terjaga dalam hari-hari. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s