Ketika kasih perlahan tumbuh,
saat sayang mulai berlabuh,
saat raga sedang berteduh,
saat tatapan tak lagi keruh,
saat hati sangat mudah luluh,
saat pendengaran tak lagi bergemuruh,
engkau pun menjauh…
maka bagaimana mungkin bulir bening permata kehidupan ini tak akan luruh?

Ketika cinta mulai berputik,
saat jemari melangkah lentik,
saat wajah tersenyum cantik,
saat persahabatan semakin unik,
namun rindu terus menggelitik,
karena sudah dekatnya jadual mudik,
lalu bagaimana dengan adik-adik?
seakan berat meninggalkannya, hiks, hiks,

Ketika jiwa sedang bersama,
saat semua selayak saudara,
saat pertemuan selalu didamba,
dalam senyuman, tawa bahagia,
namun kita akan berjarak raga,
maka bersiaplah jiwa, hamba,
agar ketika saatnya tiba,
hanya senyuman perantaranya,
kita saling bersenyuman saling mendoa,
semoga kelak kita kembali berjumpa,
bersama,
bersua,
bernostalgia,
di surga-Nya,
aamiin yaa Rabbana…

Dedicated for : Semua kolega di ruang hati.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s