​​

Ai! Waktu bergulir terus dan maju. Seiring dengan pertukaran hari, maka akan semakin berkurang intensitas pertemuan kita. Dan hari ini, hitungan angka lima belas sudah menjelang akhir pertemuan itu. Huhuu. Semakin sedikit saja, yaa. Walau begitu, aku hanya ingin melepasnya dengan cara yang ku mau. Maka hadirku kembali saat ini di sini, adalah untuk menitipkan tetesan rindu yang akan muncul di hari-hari nanti, setelah kita tidak lagi bertatap mata, seperti hari ini.

Di sini, esok dan nanti, kita akan selalu bertemu untuk bersapa, bersama dan saling bertegur. Untuk mengabarkan tentang hari-hari kita yang lebih berwarna, tentunya. Semoga, semoga masih ada kesempatan terbaik bagi kita untuk berjumpa, yaa. Walau tidak di dunia nyata, namun dalam doa atau pun ingatan, semoga kebersamaan selalu terjaga.

Hari ini, di siang terik sangat menyala. Saat ini, awan gemawan sedang menari di atas kita. Untuk melindungi raga dari terpaan langsung sinar mentari nan menyengat. Dan pada saat ini pula, engkau kembali mencandaiku, membersamai dalam kehangatan yang sempurna. Hingga aku pun terharu seketika. Terlebih saat engkau mengata, bahwa aku sungguh berbeda. Berbeda? Ah, engkau bisa saja.

Berbeda. Satu hal ini yang engkau sampaikan padaku, tentang diriku. Ya, bahwa aku berbeda dengan yang sebelum ini engkau tahu. Oyaaaa? Betulkah demikian adanya? Padahal aku masih sama, seperti aku dahulu, tidak ada yang berubah. Namun, mungkin cara pandangku terhadap dunia saja, yang membuat semua ini terlihat berbeda. Atau cara pandangmu kah yang berbeda terhadapku?

Bisa jadi, bisa jadi, yaa. 👏

Berbeda. Tentang perbedaan yang ada, aku jadi teringat-ingat. Karena memang begini aku adanya, segala hal mudah teringat dan ingat-ingat lagi kalau belum teralirkan dalam catatan seperti saat ini. Adapun perbedaan itu, menurutku lumrah saja dan sudah biasa terjadi. Apalagi, setiap detik ke menitnya, kita senantiasa bertumbuh dan bertumbuh, bukan? Ah, aku sekarang mulai mengerti tentang perbedaan. Perbedaan yang mengajakku untuk kembali berpikir dan meneruskan pikir. Karena perbedaan akan senantiasa ada, selamanya. Maka, hanya dengan mengubah cara pandang tentang hal yang ditawarkan dunia, maka kita dapat menjalaninya dengan seksama. Jiaaaahh. Seriusnya.

Akhir-akhir ini, aku terlihat berbeda?

Aku pun mengakuinya, menyadari dan mengerti.

Entah mengapa, aku juga merasa ada yang berbeda dengan diriku.

Apakah semua ini lumrah terjadi? Atau bagaimana? Bagaimana? Ah, aku pun tidak dapat mengerti semua ini. Sehingga menjalaninya saja, adalah pilihan untuk pertama kali. Selanjutnya, meneruskan langkah-langkah lagi, yuuk marii.

Saat melangkah, engkau sempat melihatku melangkah anggun nan cantik? Oiya? Engkau ternyata memperhatikanku dalam perjalanan yaa? Sipsip kalau begitu. Berarti aku benar-benar tidak sedang melangkah sendiri, akan tetapi ada engkau selalu. Dan aku semakin mengerti, bahwa engkau ada bersamaku, on my way in my day by day.

Hahaaay. 🏇🚵🚸✈🚜🏃

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s