Bandung dengan keunikannya, menjadi daya tarik tersendiri untuk betah bersamanya. Salah satunya adalah kreatifitas anak-anak muda yang saling bersinergi. Hingga terciptalah beraneka karya yang membuat kita tersenyum menyaksikannya. Yup! Dan tepatnya kemarin serta kemarinnya lagi, aku sempat berkeliling untuk menikmati hasil karya berikutnya di Bandung. Salah satunya adalah background yang menghiasi dinding di sebuah ruang yang ku kunjungi. Awalnya hanya berkunjung biasa. Selanjutnya adalah sesi pemotretan. Yeah! Dengan fotografer by Ceu Mimin, aku pun tersenyum dan mengabadilah ia di dinding dan sekitar bebungaan yang ada di samping jendela. Yes! Diketawain, dehhhh. Hehee. But tidak mengapa. Karena hanya sebagai bentuk tanda sayang dari adik-adik nan manis dan cantik untukku. Syalalaaaa. Aku bahagia bersama mereka yang gembira dengan ekspresiku yang tak terduga. Tetiba sudah cecentilan di depan kamera.😀 Hahayy. Biarlah, biarkan saja. Di sini bersama mereka pun aku bebas berekspresi. Seperti di rumah sendiri. Mau senyum, nangis dan ketawa, mudah Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Aku cinta mereka, adik-adikku, karena Engkau ya Allah. Berkahilah kebersamaan kami. Selamanya. Baik dekat ataupun berjauhan.

Ada yang mau beraksi, berekspresi. Pun ada yang duduk manis menyaksikan hasil kreasi. Semua adalah pilihan yang dapat kita ambil. Apakah akan berperan sebagai aktor atau penonton? Semua kembali kepada diri kita sendiri. Karena adalah hak kita untuk memilih.

Seperti halnya banyak pemuda yang berkreasi di kota ini, maka aku pun ingin menjadi bagian dari mereka. Di bidang apapun yang ku kuasai dan akhirnya menjadi bagian dari legenda. Aha! Tentu engkau pun mendamba, bukan? Lalu apakah yang kita laksana agar menjadi seperti yang kita damba dan cita? Berusahalah. Berjuanglah. Bergeraklah. Dengan apa yang kita punya. Dengan yang terdekat. Dan untuk berkreasi mencipta karya, kita tidak perlu kaya baru berkarya. Akan tetapi, kemauan lah yang menjadi jalan bagi kita untuk kaya dalam karya. Ya. Sungguh sederhana. Sesederhana itu saja.

Semenjak awal aku menginjakkan kaki di kota ini, Bandung. Aku sudah terinspirasi olehnya. Ya, alamnya adalah inspirasi pertamaku. Karena ia menyalamiku, memeluk erat tak terlepaskan, pada awal kami berkenalan. Aih! Alam yang penuh keakraban, membersamaiku dengan penuh kedamaian. Hingga aku merasakan bahwa kami adalah sahabat lama yang berjumpa kembali.

Tanggal 16 Juli, sembilan tahun yang lalu. Menjelang Maghrib ketika itu. Aku dengan ekspresi lamaku, menyambut sapa dari penduduknya yang ramah, baik nan murah tersenyum. Sehingga aku pun sempat pangling dengan semua. Aku terharu, aku bahagia. Karena tidak pernah menduga sebelumnya. Bahwa kami akan berjumpa. Lalu bersama dalam waktu yang lama, sampai saat ini.

Sepanjang kebersamaan kami sejak saat pertemuan itu, kami sering saling mencurhati. Aku menceritainya dengan kisah laluku. Termasuk ia yang mengakrabiku dengan kisah masa depan yang ia janjikan untukku. Yap, Bandung menjanjikan kesuksesan untukku. Eits! Namun jangan salah, janjinya bukan tanpa syarat. Namun banyak pernak pernik yang perlu ku penuhi agar dapat tersenyum bersamanya di kemudian hari.

Hari ini, sudah lebih dari sembilan tahun lamanya. Akhirnya kami pun bersenyuman juga. Setelah sebelumnya hampir remuk raga ini oleh dekapannya yang erat sekali. Mungkinkah karena sangat sayangnya ia padaku? Ah! Baru kenal aja udah segitunya. Apalagi saat kami sudah sangat akrab layak saudara, seperti ini?

Aku hanya ingin tegar.

Aku hanya mau teguh.

Aku hanya ingin meninggalkannya dengan senyuman terbaik, saat akhirnya kelak kami pun berjarak. Mungkin untuk waktu lama? Bisa jadi. Atau hanya beberapa jam saja? Boleh juga. Karena tentang masa depan yang akan kita temui, hanya Allah Yang Maha Tahu. Sedangkan kita boleh merencana yang terbaik. Sedangkan kita hanya bisa berusaha yang terbaik dan berdoa sebaik-baiknya. Mudah-mudahan akhir terbaik untuk kita. Semangattt Yaniiii.😀

Kemarin, hingga hari ini, kami masih dapat berekspresi bersama di sini. Untuk merangkai kisah, mengulas sejarah dan menempuh perjalanan lagi. Selanjutnya, terserah Allah Yang Maha Menentukan. Karena ujung dari setiap ikhtiar dan doa-doa adalah tawakkal. Yah. Kembalikan semua kepada-Nya, atas apapun yang kita suka atau tak suka. Karena pasti ada hikmahnya. Dan saat ini, hingga di hari-hari nanti, aku belajar menyukai apapun yang tidak ku suka. Karena aku bersyukur memiliki rasa tak suka. Dan bersabar atas hal-hal yang ku sukai namun belum menjadi kenyataan. Allah knows best. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s