Persahabatan. Masih tentang persahabatan. Sebuah kata berimbuhan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kata penuh makna bertabur nostalgia. Kata yang dapat mengajak kita pada masa muda nan belia, masa remaja nan sahaja, masa dewasa nan ceria bahagia serta masa lanjut usia nan memesona jiwa. Karena persahabatan bukan tentang masa dan usia kita yang tentu saja makin menua. Namun persahabatan adalah pertautan jiwa dalam dua raga dan atau lebih, untuk saling menjaga.

Ya. Adalah persahabatan mampu menjaga kita untuk terus mau memelihara suburnya azzam di dalam dada untuk senantiasa bertumbuh tinggi, menjulang mempohon ke atas namun mengakar kuat hingga ke dasar bumi. Sehingga bersama azzam yang sedemikian, kita dapat kokoh berjalan dalam langkah-langkah yang tegap, bahkan bersandar sejenak di bawah rindang dan kuat pohonnya. Semangat yang membara di dada, namun penuh kesejukkan terasa di kenyataan. Karena persahabatan adalah bingkainya.

Membingkai persahabatan menjadi sedemikian indah dalam nuansa dakwah akan mengajak kita untuk semakin ramah bukan marah. Membuat kita sering sumringah bukan susah. Memberi kita ketenangan, sakinah, bukan gelisah. Karena persahabatan adalah rerangkai bunga memekar di dalam jiwa yang harum aromanya, untuk mendamaikan indera penglihatan yang menyaksikannya dan memanjakan indera penciuman agar terus melegakannya. Karena di dalam persahabatan adalah keindahan, kedamaian, kesejukkan, ketenangan, rahmah dan ampunan serta senyuman demi senyuman. Ah, adanya engkau adalah penambah ramainya kebahagiaan, teman. Kebahagiaan yang bertaburan dari waktu ke waktu. Baik saat dekat satu dengan lainnya, maupun ketika jarak menjadi penguji ketulusan dan keikhlasan untuk saling menitipkan kepercayaan.

Alhamdulillah, betapa surga itu memang ada di dunia. Ia menjadi pengingat kita untuk kembali bersenyuman, bersenyuman, meski melalui rerangkai kalimat penuh cinta yang saling kita pertukarkan. Semua kita lakukan untuk mengabadikan persahabatan.

Dalam mengemas persahabatan menjadi sangat indah, tentu tidak mudah, teman. Karena di dalamnya penuh dengan ujian, tantangan, cobaan, ketakutan, kesedihan, dan segala yang jelexjelex dech. Eitss! Tunggu dulu, semua tidak sehoror ituch. Asalkan kita mau yaa, maka kita pasti bisa. Yukyukyuk kita mereview sejenak tentang kisah persahabatan kita ini. Persahabatan dalam masa yang semakin bertambah. Bertumbuh pula banyak kenangan dalam menjalaninya. Wah, aku semakin antusias untuk berkisah, nieeech.😀

Will you enjoy this story one?

Ya, kisah tentang kita, teman. Kisah yang akan membuktikan bahwa di dalam persahabatan penuh dengan perjuangan. Apalagi kalau kita ingin menemukan percikan makna dari setiap waktunya. Tentu akan semakin banyak lagi perjuangan yang kita upaya dalam daya maksimal, bukan?

Adalah engkau seorang sahabat yang ku temukan di belantara maya tak bertepi. Ketika aku sedang melanjutkan perjalanan di sini, dalam kehidupan dunia yang antah barantah, kita pun akhirnya dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, alhamdulillah. Betapa bahagiahhhnyaaahhh akyuh saat awal kita berjumpa. Karena engkau adalah seperti yang ku damba. Engkau adalah pribadi nan sahaja, penuh ceria dan bahagia di jiwa. Hahaaa… mengingat semua, aku pun segera menebarkan ceria, sebagaimana yang engkau laksana. Betul. Betul. Benar adanya, bahwa aku adalah seorang yang sangat mudah meniru. Termasuk tentang ekspresimu itu. Ekspresi yang menarik-narik bibirku dua senti ke kiri dan ke kanan seimbang. Lalu, kita pun bersenyuman dengan mudah, indah nan megah.

Senyuman demi senyuman yang pernah kita ukir bersama saat bertemuan, ku coba rangkai lagi setiap kali ingatan ini mampir untukmu. Sedangkan pada saat yang sama, kita belum lagi dapat bertemuan. Ah, senyuman yang terkadang hambar ini, terkadang kecut, terkadang asam bahkan getir karena sesuai dengan suasana hati yang ku alami dalam ingatan terhadapmu. Senyuman yang pada awalnya biarlah demikian, namun engkau perlu tahu teman, adalah senyuman terindah nan cerah dari dalam hati, yang ku harapkan menebar melalui wajah ini, sebagai persembahan untukmu. Engkau yang ku hargai layaknya diriku sendiri. Engkau yang berbudi, senang berteman denganmu, dan senyuman manisku saat ini adalah spesial untukmu. *)Senyum-senyum sendiri karena ga ada kamu di depanku. Hikshiks. Syedhih yaakk. Huwaahaha.😀 Ah, abaikan kemelowan ini, karena mungkin perasaanku saja yang sedang kurang stabil. Maklumiin yaach. Doakan aku kembali ceria seperti halnya cita cinta kita yang terukir sejak lama. Bahwa apapun yang kita alami dalam hari-hari, yakinkan hati, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Selagi kita mau berbagi, berkisah, menemukan inspirasi dan berjalan lagi, melangkah, bergerak lebih semangat dan semakin giat lagi, mariiikkkkitayunkan kaki-kaki jiwa ini semakin gesit lagi. Semoga kita segera bertemuan dalam senyuman yang tetap kita jaga ada mengiasi wajah ini. Janji yaak, senyuman kita serasi, dua senti saja kiri dan kanan, samakan yuuk pagi ini. Chiiiiiiisss. Chiiiiiiiis. Chiiiiiiiiiis. Ciiip. Mari kita melanjutkan langkah-langkah lagi, setelah ekspresi kita senada. Setelah senyuman kita terjaga, seperti mentari yang mulai menyemburatkan bahagianya di tepi langit timur.

"Melangkah untuk belajar menemukan hikmah di perjalanan, lalu mengabadikannya dalam catatan demi catatan nan mensenyumkan. Karena menulis adalah merangkai senyuman. Dan di sini, aku kembali belajar mensenyumi hari-hari, saat kenyataan tak seindah imajinasi. Dengan menulis, aku belajar menjaga hati, menata ekspresi dan mensyukuri hidup ini, mensabari diri dengan sepenuh hati. Semoga istiqamah senantiasa menjadi sahabat sejati dalam meneruskan langkah-langkah ini, hingga kembali kepada-Nya dengan senyuman pula. Aamiin."

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s