Nice Dream Ever After
Nice Dream Ever After

Di sukai atau tidak, maka aku harus tetap mengupdate jumlah angka dalam catatan-catatan ini dengan hitungan mundur. Baik setiap hari, atau pun hanya dalam kesempatan aku mempunyai waktu untuk mengupdate nya. Mengapa?

Karena mau tidak mau, jam dan waktu terus berkurang. Begitu pula dengan hari dan masa yang ku jalani di dunia ini. Sesungguhnya ia semakin berkurang setiap detiknya. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua. Tentang makna kehadiran kita di dunia ini. Tidak akan selamanya, hanya singgah sebentar, untuk selanjutnya kita akan kembali meneruskan perjalanan di jalur yang berbeda.

Untuk bobo cantik seperti ini, seringkali, aku tidak mau. Apalagi belum menitipkan meski separagraf catatan tentang hari ini. Sehingga meski lelah dan raga ku berkurang dayanya, ia mesti meneteskan sekata dua kata sebagai penggugah jiwa yang sempat terlelap dalam mimpinya. Ya, karena ia (jiwa) pun mempunyai jalannya sendiri dalam membantu raga untuk menuju cita kami. Karena bersama kami bisa, begini kami meyakinkan diri.

Untuk terus bergerak meski tidak ada yang melihat, bekerja meski tidak ada apresiasi, berjuang walaupun tiada riuh tepuk tangan, dan tersenyum meski di tengah sunyi mencekam? Ah, sungguh hanya mereka yang benar-benar berkomitmen saja yang dapat menjalankannya sehingga sampai pada level istiqamah. Sehingga tiada perlu kata-kata berbusa di bibir, apatah lagi tingkah yang tidak semestinya. Namun dengan sikap dan perbuatan yang nyata, ia berusaha untuk membuktikan bakti dengan sepenuh jiwa.

Engkau bekerja tidak dihargai? Tetaplah bekerja, karena pada saat itu keikhlasanmu sedang diuji.

Engkau bicara baik dan benar namun tidak di dengar? Maka sampaikanlah meski seayat yang engkau tahu tentang kebenaran itu, maka kelegaan jiwa akan engkau rasakan.

Engkau berbuat namun tidak ada yang mengakui, mengapresiasi? Hei, ingat niat awal engkau melakukan semua, maka engkau dapat tersenyum menjalaninya. Hanya dengan niat terbaiklah maka engkau dapat melakukan yang terbaik.

Ingat! Tidak ada yang sia-sia di hadapan-Nya.

Semoga engkau memahami hal ini, teman. Dan menjadi jalan bagimu untuk terus mendata diri sendiri, tentang segala apapun yang engkau lakukan. Karena siapakah? Untuk apakah? Dengan cara apakah? Bagaimana? Bersama siapa? Maka setelah engkau menemukan alasanmu berbuat, maka engkau dapat tenang dalam kedamaian yang berasal dari dalam dirimu. Yakinlah. Tidak ada yang sia-sia apalagi tersia dalam pandangan-Nya. Oke, oke.

“Sesiapa yang telah merasa berbuat, maka sesungguhnya ia tidak sedang berbuat sesuatu yang berarti. Namun perbuatan yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati, meskipun tiada mata yang melihat.”

“Terjagalah di saat orang lain terlelap, maka engkau dapat melakukan hal terhebat yang tidak pernah dilakukan oleh mereka yang terlelap. Dan terlelaplah di saat orang lain bekerja, maka engkau mengetahui apa yang sesungguhnya engkau kerjakan.”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s