Sepanjang waktu kita bersama di sini, ada satu hal yang sangat berkesan bagiku. Yaitu saat menghubungi teman-teman via telepon. Yes, pertemuan melalui suara, menjadi moment yang membuatku kembali tersenyum. Tersenyum lagi dan lagi. Mengapa? Dan bagaimana bisa hal ini ku alami?

Begini ceritanya.

Mari ke sini. Merapat lebih dekat. Agar ku kisahkan padamu teman, tentang hal ini.

*;*

Beberapa tahun yang lalu. Saat aku semakin galau dengan hatiku. Ketika jiwaku meminta pamit. Sedangkan pikirku perlahan rumit. Aku bersama ragaku pun sama. Kami semua mengalami konflik. Walau masih berada di dalam diri yang sama, namun aku seakan tiada. Hanya ada hampa, derita, kecewa, luka, sengsara. Sampai akhirnya kamipun melakukan konferensi pers. Semua hadir, saat panggilan pers datang. Karena kami perlu memberikan penjelasan satu sama lain. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman saat menjalani kehidupan. Dan hasilnya adalah….😀

Kami memang berbeda. Satu sama lain mempunyai tugas namun tujuan kami sama. Sehingga perlu bermusyawarah, jumpa pers. Cieeee. Ada fans pun di sekitar kami, seperti bebungaan nan memekar bahagia, rerumputan nan menghijau menyejukkan, ilalang nan melambai tertiup angin hari-hari, pepasir menaburi perjalanan kami, dan mentari yang tersenyum cantik sekali. Hiiihii.😀 Pokoknya kumplit dech. Ramai dan nuansanya alami banget penuh kesyahduan. Terkadang kami dengar pula gemericik air di tepi sungai tempat kami berkumpul. Termasuk angin mendesaukan dedaunan, subhanallah… aku haru mengingat zaman itu.

Ketika kami masih perlu dan harus melanjutkan perjalanan, sedangkan langkah belum senada. Saat pandangan belum sama, ketika pendengaran dan perasaan masih berbeda. Lalu, bagaimana langkah akan berlanjut?

Pernah sedih? Sering.
Suka kesal, marah, terluka, pedih, perih? Sudah biasa.
Sering kecewa? Mudah berduka? Ah, semuanya ku masukkan ke hati.
Hingga seiring berjalan waktu, mereka menepi, menemukan posisi terbaiknya, berguguran satu persatu.
Karena ku tahu, tidak semua yang ku tahu. Karena ku percaya, tidak ada yang dalam kendaliku. Sampai ku mengerti bahwa ternyata Ada yang Maha Tahu, Menentukan segala hal tentang diriku. Akupun tersedu, tergugu, terharu saat akhirnya qalbu menjawab seruan-Nya. Dan tetesan wudhu mendekapku erat, tidak pernah ia lepaskan lagi, hingga saat ini. Semoga sampai akhir nanti, husnul khatimah bersamanya. Aamiin ya Allah, allaahumma aamiin.

Pun termasuk pertemuan kita walau hanya melalui nada suara, teman. Engkau adalah salah satu jalanku menuju impian. Bahagia menjadi bagian dari aktifitasmu walau hanya beberapa waktu saja, tidak selamanya. Maka ku jalani sebaik-baik waktu kita dengan senyuman nan menebar indah dari relung hati. Senyuman yang terdata hingga saat ini. Semoga engkau pun sama yaa. Tersenyumlah teman, sebaik-baik upaya yang mampu engkau laksana. Senyuman yang dalam harapku, terus engkau jaga sepanjang masa, tak hanya di dunia namun hingga ke surga.

Sepanjang jalan, ku ingin menebar senyuman sebahagia saat menyertaimu teman. Sampai akhirnya kitapun bersua di alam nyata. Semoga senyuman kita dalam nada yang sama, serasi dan terjaga, yaa.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s