😀 Anyeong haseo.😀

-*-

Sister Mpit and her husband Riyan, berbahagia hari ini. Hal ini terlihat jelas dari rona wajah beliau nan cerah dan sumringah. Alhamdulillah, baarakallahu laka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair. Aamiin yaa rabbal’alamiin.

Semoga Allah memberkahi kalian berdua, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan yang bertambah dan meningkat taqwa kepada-Nya dari waktu ke waktu, yaa. Sehingga bahagia dalam nuansa sakinah, mawaddah wa rahmah adalah bagian dari hari-hari yang akan kalian jalani berikutnya. Selamat yaa, sister.

Engkau dan dia kini telah bersama. Untuk merangkai asa merajut kasih sayang selamanya. Hingga ke surga yaa, kelak kita bereuni di sana dalam bahagia yang abadi. Semangat mengabdi kepada sang suami yang baru saja sah memintamu dari kedua orangtua untuk mendampingi hari-hari yang selanjutnya. Semoga sabar dan syukur senantiasa menjadi teman akrab yang mengingatkan, yaa. Selalu bersama dalam suka dan bahagia dan sebaliknya, terus bersinergi dalam upaya saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Selalu mau mengerti dan mengingatkan, melengkapi dan menguatkan. Bila datang masa tak suka, kembalikan ingatan kepada-Nya, bahwa engkau ada untuk mendekatkannya kepada-Nya.

Wahai saudariku tercinta, bahagia melihat senyumanmu dan dia yang menebar indah, mudah dan ramah. Kalian memang serasi. Sipsip.😀

Hari ini, ada bahagia yang kembali tertulis di catatanku. Bahagia yang mengalir begitu saja melihat bahagianya sahabat di sana. Di sebuah lokasi tempat bersatunya dua insan untuk pertama kalinya, sebuah pelaminan nan meriah. Wah. Wah. Semarak penuh keindahan ada di sana. Ditambah lagi dengan senyuman yang menghiasi wajah beliau berdua dan kedua orang tua yang menemani. Serasa dunia milik berdua, begitukah yang mereka alami? Entahlah, xixiii.

Dear Teh Mpit yang ku cintai karena Allah Yang Maha Mencintai. Masih ingat saja kini, beberapa bulan yang lalu. Saat kita kembali dari menghadiri resepsi pernikahan seorang teman lainnya. Di perjalanan menuju pulang tersebut, engkau bercerita banyak hal, berkisah berbagai pengalaman. Termasuk impian dan cita untuk menjadi seorang istri. Hai, dengan nuansa islami adalah tema yang engkau ingini. Subhanallah, hari ini ia terwujud. Dan ku masih belajar mempercayai. Lagi dan lagi aku begini. Karena akhirnya, seorang suami telah berdiri di sampingmu dengan gagahnya. Wiiiish, super sekali. Selamat yaa, Sist, sekali lagi. Bahagia mu adalah bahagiaku, wahai teman sejati.

Sisterku tersayang yang penuh senyuman. Hari ini, engkau menebarkan senyuman lagi dan lagi. Senyuman dua senti nan menarik. Ooya, engkau tahukah tentang pandangan pertamaku tadi, saat memasuki ruang resepsi? Wajahmu pertama kali yang ku cari-cari. Iyes, akhirnya ku temui, engkau berdiri anggun nan rapi. Seraya memamerkan gigi-gigi serimu, tak henti engkau memamerkan lagi. Aku pun tersenyum lagi dan lagi. Karena melihatmu yang sesekali bertingkah lucu. Yuhuu. Keanggunanmu terlihat sekali, sangat tampak jelas dari sini.🙂

Dear sister, tolong jaga diri dan hati yaach, semoga engkau sehat selalu hingga nanti. Semangattt melanjutkan langkah sebagai anak, teman dan istri. ^^

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s