Dear my twin,
Ba’da jumpa fans Kamis yang lalu, kita sempat berpotret beberapa kali. Dan hasilnya adalah…. Tralalaaa.😀

***

Jumpa-jumpa denganmu lagi dan lagi. Di lokasi yang berbeda tentu saja. Lebih dari sekali, sudah terlaksana. Padahal sebelumnya kita tidak merangkai janji untuk bereuni. Namun akhirnya, ketemu lagi dan lagi. Ini berlangsung sedjak kita berkenalan di awal-awal tahun ini. Xixii. Sepertinya kini perlu kita abadi. Tentang siapakah beliau yang jumpa lagi dan lagi??

Who is she?

Dear teh Mery,😀
Hey, dari sisi nama pun kita tidak berbeda jauh. Mirip gitu khan yaa. Haha. Maka tak bisa dipungkiri lagi bahwa memang kita sehati. Walaupun aslinya kita bukan berasal dari rahim ibu yang sama. Namun kalau sudah berjodoh, tentu akan bertemu juga.

Awal berkenalan dengan beliau adalah saat sesi inspirasi pagi. Aktivitas di awal hari yang berlangsung tidak setiap hari ini, mempertemukanku dengan banyak saudari dari berbagai pelosok negeri. Termasuk beliau yang berasal dari Indramayu. Whaaaaa jauh sekaliii. Sedangkan aku dari Padang, Sumatera Barat di seberang pulau. Betapa kuasa-Nya tidak terdeteksi. Hanya saja kita perlu terus mensyukuri. Saat ada yang kita alami namun tidak pernah hadir dalam imajinasi sebelum terjadi. Maka segera kembalikan ingatan kepada-Nya, wahai diri.

Lagi dan lagi kami bertemu. Saat seminar pra nikah di Rabbani beberapa bulan silam, di masjid Al Ukhuwah saat shalat di Ramadhan tahun ini, dan lagi-lagi kita bersua berulang kali saat inspirasi pagi. Tiba-tiba aku sudah duduk manis di samping beliau, teh Mery. Karena memang ada posisi kosong di samping beliau, selalu saja. Kalau tidak di sebelah kiri, ya bagian kanan. Hingga aku pun berpikir bahwa kami sehati, tidak terganti.

Haii, teh Mery,😉
Bahagia rasanya kita jumpa di sini. Di pertemuan yang tidak pernah terencana. Akan tetapi, apa sich yang tidak mungkin kalau Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak? Tentu tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Maka berprasangka baiklah kepada-Nya lagi dan lagi. Bahwa untuk selanjutnya kita akan berjumpa dengan hamba-hamba-Nya yang menjadi bukti bahwa janji-Nya adalah benar. Maka yuuk mari kita bergegas membenah diri. Bila saja kita ingini bersua dengan beliau yang baik hati, sedangkan kita masih jauh sekali dari yang kita impi. Hayo kita berlatih lari, agar terbiasa menyusuri hari. Bila kita harapkan bersua dengan beliau yang rajin lari pagi.

Semestinya memang begitu. Dan selalu begitu. Sesuai dengan prasangka hamba-hamba-Nya, Ialah Illahi Rabbi. Sungguh aku ingin bersua dengan beliau yang menjadi jalan kembalikan ingatanku kepada-Nya dalam hari-hari. Supaya diri ini sering teringatkan lagi dan ada yang membenarkan saat ku lalai atau terlupa. Pun menjadi cerminan diri dalam melanjutkan langkah di dunia ini.

Cermin diri, ia adalah sahabat tidak terbeli. Mereka adalah harta yang tidak ternilai. Namun sangat berharga tidak terganti. Begitulah teman yang sebenarnya. Ia mencerminkan diri kita sendiri. Maka, apabila engkau ingin tahu siapakah engkau yang sesungguhnya, maka lihatlah temanmu, cermin dirimu. Bahkan dari bercermin, engkau menemukan hati lain sahabat jiwa.

Dalam acara reuni kecil kami, untuk menceritai satu sama lain lebih akrab lagi. Sehingga tertemukan titik dan porosnya. Hi, maaf ya teteh, untuk kesalahan yang terjadi. Ku tak tahu sebelumnya kalau engkau tak begitu suka daging-dagingan. Sebab tak menanyai lebih awal. Sungguh-sungguh, pardon me, please. ****efek masih ingat sampai saat ini. Hihiii.😀 Garagaracumi.

Tentang pertemanan. Seakrab apapun kita dengan beliau, kita perlu rajin menanya tentang kesukaan dan tidak sukanya. Agar semua saling memahami. Ini kalau sebelumnya teman tak memberitahu akan hal ini. Namun lebih baik lagi, bila sebelumnya kita saling mengerti. Hingga mensenyumi satu sama lain adalah solusi bila terjadi yang tak diingini. Bukankah dengan begini bumi menjadi tempat yang semakin damai untuk dihuni? []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s