Ingin bercerita sedikit tentang gambaran hari ini. Maka perkenankan saya untuk kembali hadir di sini, ya teman-teman. Karena sudah seperti teman sendiri, ku akrabi engkau dengan cerita-ceritaku yang akan menjadi usang kalau tak di pajang. Haha,😀 boleh lah ya. Karena eksistensi adalah bagian dari salah satu cara agar bumi menjadi tempat yang layak dan damai untuk di huni.

Bumi, berbincang sejenak tentang bumi, semoga segera mengingatkan kita pada hari berbangkit, yaa. Karena pada hari berbangkit nanti, bumi kita akan tidak bulat lagi. Wallahu a’lam bish shawab.

Oiya, sedikit cerita tentang hari ini saya rangkum dalam 35 senyuman penting yang saya peroleh selama kebersamaan kami. Adapun senyuman tersebut berasal dari wajah-wajah berbeda pun sama. Ya, sama saja setiap senyuman yang tercipta meskipun wajahnya berbeda. Kalau sajaaaaaa… semua wajah-wajah yang berbeda tersebut mengalami nuansa yang sama di hatinya. Akan tetapi, apabila nuansa hati yang berbeda itu muncul, maka kuncup bunga senyuman tidak akan memekar segera. Namun berubah menjadi titik-titik embun di pelupuk mata. Kemudian ia semakin menderas airmata dan sudah diterka bukan? Apakah yang sedang dialami oleh hati yang demikian? Mereka berduka, sang hati terluka. Ya, Allah Engkau Maha membolakbalikkan hati, maka tolong jaga hati kami senantiasa untuk dalam kondisi bersyukur kepada-Mu. Sehingga apapun kondisi yang kami alami bersamanya, kami masih mau menebarkan meski sebaris senyuman hari ini.

Senyuman demi senyuman pun ia saksikan dari kebersamaan hari ini. Begitu pun dengan wajah yang tanpa senyuman. Ya, senyuman yang membuatnya turut tersenyum pula seketika. Akan tetapi bagaimana kalau melihat wajah yang bertaburan airnata? Haaa? Ia akan melakukan hal serupa. Sungguh itulah dia seorang aku. Aku yang masih saja belum mampu menetralisir hati ini. Ia yang gampang saja berkata, "Aku pun sedddiiihhh. Hiks!?!"

***

Wahai teman. Ada masa kita menasihati teman seperjalanan. Ada pula saat nya di mana kita menasihati diri sendiri. Pun ada masa kita yang menerima nasihat dari teman-teman yang paham siapa kita. Ya, hanya mereka yang paham lah yang berani memberikan masukan untuk kita, menasihati, mengingatkan, dan membuat kita pun membenarkan apa yang mereka sampaikan untuk kita terkhusus.

Hari ini, diantara rangkaian senyuman yang ingin ku bagikan, senyatanya ada senyuman beberapa orang teman yang menyertai. Karena saat teman-teman tersenyum dan bahagia bersamaku, maka di sana pun ada bahagia ku yang tidak terucapkan. Bahkan tidak terasa, sudah sekian banyak senyuman yang berbaris dalam hari ini, di hati ini.

Barisan senyuman tersebut ada untuk menjadi jalan pengingatku lagi, terhadap beliau semua yang berbaik hati membersamaiku dalam waktu kami yang lalu. Selanjutnya, ku syukuri semua itu pada saat aku ‘mungkin’ sedang akan berjarak dengan beliau semua. Ya, aku akan tersenyum lagi lebih mudah, lebih indah, lebih banyak dan meriah. Di mana pun dan bersama siapapun aku berada. Maka ku senyumi dunia dengan segera.

Barisan senyuman ini tidak tercipta begitu saja. Akan tetapi ia ada bersama doa-doa yang engkau kirimkan padaku, teman. Saat aku tidak mengetahuinya, engkau mengingatku dan kemudian memintal doa terbaik dan sebanyak-banyaknya dan tahukah engkau bahwa semuanya kembali lagi kepadamu?

Dalam kebersamaan kami hari ini, temanya adalah doa. Semenjak pagi hari hingga kelam menutupi hari, beliau-beliau yang ku bersamai mengingatkanku akan doa. Ya, doa yang menguatkan kita saat hati mulai melemah. Doa yang menggerakkan kita untuk bangkit lagi saat mulai terseok saat melangkah. Doa yang membuat kita kembali mau menyunggingkan senyuman dari wajah ini, meskipun hati sedang merinding kedinginan tak tentu arah. Ah, begitulah doa. Ia membawa harapan yang tidak cuma-cuma. Namun doa adalah harapan tertinggi seorang hamba di dunia. Dan aku berdoa untukmu teman, doa yang terlantun sebagai harapan terbaik untukmu. Walaupun engkau tidak akan pernah mengetahuinya.

😉🙂😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s