Berkumpul dengan teman-teman di alam terbuka, sambil bawa camilan dan makanan berat, boleh juga. Lalu, tersenyum bahagia, bercanda dan tertawa. Seraya jepret-jepret dedaunan dan ada wajah kita di antaranya. Ini seperti dunia adalah milik kita, engkau dan aku saja. Padahal, sesungguhnya di dunia ini kita hanya numpang lewat, yaa. Ah, mana bisa kita memilikinya.

Kita memang tidak bisa memiliki dunia ini, karena sudah ada yang memilikinya, dan mempunyai andil terhadapnya. Sedangkan kita, kalau mau ini yaa, hanya berperan mengelolanya, menjadikannya sebagai sarana bagi kita untuk me.perbanyak syukur dan memperdalam sabar. Karena, sesiapa yang ada di dunia. Maka ia tidak akan luput dari ujian, masalah pun godaan. Sampai ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikitpun. Oleh karena itu teman, sudah sepantasnya kita senantiasa mengenali diri ini, mengoreksinya lagi dan tahu diri. Karena sepanjang jalan yang kita tempuh hingga sejauh ini, mungkin ada seekor semut yang terinjak oleh kita, lalu ia pun mati. Astaghfirullaahal’adziim. Ini yang tidak kita sadari atau sengaja. Lalu bagaimana pula dengan dosa dan kesalahan yang kita sengaja melakukannya? Sungguh banyak tentunya, yaa. Nah, saling mengingatkan seperti ini, semoga membuat kita kembali berkumpul kelak di surga-Nya. Lalu botram lagi, seperti yang pernah kita lakukan saat di dunia. Botram yang tidak kita lewatkan kecuali di dalamnya ada pesan dan nasihat yang kita bagikan kepada yang lain. Karena kita mencintainya. Bukan malah menghiasi waktu kebersamaan dengan ngomongin orang, ah. Aku yakin engkau tak begitu.

Potret kita sudah jadul memang, akan tetapi saat melihatnya lagi hari ini, maka aku pun terkenang kebersamaan kita yang indah di perbukitan. Saat itu pagi menjelang siang, aku join denganmu. Dan tahukah engkau teman? Bahwa ini adalah pengalaman botram yang sangat mengesankan bagiku. Terima kasih sudah ajak aku yaa. Semoga engkau sehat semua, teman. Dan berbahagia menjalani waktumu kini dan nanti. Jangan lupa ya, reuni kita nanti di surga-Nya.

"Bila lah engkau belum menemukanku di surga, tolong cari aku di mana saja, mungkin ada di neraka, naudzubillahi minzalik, karena saat itu aku sedang mengharapkan syafaat dari teman shalehahku yang pernah sama-sama duduk denganku untuk saling mengingatkan kepada Allah. Dan semoga engkau masih ingat denganku, yaa teman."

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s