Lambat laun engkau akan mengerti, tentang makna perjalanan ini. Apakah engkau hikmah yang dapat engkau petik di setiap ayunan kaki, di tiap langkah yang menjejak?

Hari ini mungkin engkau lel-ah dengan pertanyaan-pertanyaan yang engkaupun tak tahu jawabannya. Maka tanggapi hanya dengan senyuman, kemudian berlalu lah seraya menguatkan azzam, "Aku yakin semua ini akan berlalu."

Yups! Seperti yang sudah-sudah pun begitu, bukan? Tidak selamanya engkau berada dalam kondisi yang sama di waktu berbeda. Selagi engkau mau bergerak, melangkah lagi dan berusaha menuju cita pun impian, insyaAllah jalan membentang sungguh di depan sana. Berdoalah dengan tulus, bertekadlah dengan teguh. Lalu sematkan ingatanmu pada hari esok yang lebih cerah, sesering engkau mampu.

Usah lemah, bila kau lelah.
Bangkitlah lagi, saat kau payah.
Karena pejuang tak henti sebelum sampai puncak kesuksesan.
Ia tak gamang oleh godaan.
Apalagi rintangan yang membentang di hadapan.
Malah, ia jadikan sebagai pijakan untuk melenting bebas ke angkasa cita, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Walau memang awalnya tak mungkin ‘orang bilang’.
Namun ia yakin semakin percaya, itu hanya dugaan saja.
Akan tetapi yang akan menjalani adalah ia yang membar semangat di dada. Yakin bisa. Bersama Allah, kita bisa, Allahu Akbar! Teriaknya memecah keheningan alam.

Bukankah sebelumnya ia telah membaca, kisah tentang para pendahulu yang tegar dan teguh adanya. Membelah masa melintasi cakrawala rasa, agar terlaksana agenda perjalanan dengan menawan. Dan setelah sampai di tujuan, dapatlah ia berkisah dengan rupawan, anggun nan jelita.

Menebarkan senyuman dengan sentosa, merdeka dan bahagia. Berbunga-bunga adanya, memekar di lembaran wajah nan sahaja. Hai, aku tahu siapa dia, dia, dia sahabat akhirnya.

Kami, memang pernah tidak selalu bersama dalam perjalanan ini. Karena ada perbedaan yang memisahkan kami. Sehingga, berjarak sedepa dua depa memang kami alami. Akan tetapi, kami menyadari bahwa ternyata kebersamaan adalah yang terindah. Terlepas dari seberapa banyaknya perbedaan diantara kami, namun akhirnya ada yang harus mengalah untuk tercipta kebersamaan yang diidamkan. Hingga kini, kenyataan menjawab sudah, saat ia menyaksikan sebaris kebahagiaan menyatu di jalan ini. Jalan cinta yang kami rintis bersama, untuk selanjutnya akan terus kami susuri dengan saksama. Seraya memetik hikmah dan makna di dalamnya. Makna yang terserak, hikmah yang tersembunyi, sedang kami petik satu persatu. Meskipun berserakan, mengumpulnya adalah kebahagiaan tersendiri yang kami rasakan. Karena itulah tantangan yang perlu kami taklukkan. Sebagai pejuang, kami memang sudah terbiasa dengan jalanan seperti ini. Oleh karena itu, hanya melanjutkan saja lagi. Selangkah lagi, kemudian selangkah lagi. Dan kami akan terus melangkah bersama seperti ini. Karena kebersamaan ini indah, teman. Sungguh indah tak terganti. Hanya menghayati apapun yang kami temui sepanjang waktu yang tersisa kini.

Mohon doakan kami selalu, yaa. Meski engkau belum mengenal siapa dia, anggap saja diriku adalah dia. Tx. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s