Hari ini, aku tidak melihat indahnya dunia di luar sana. Karena aku lebih memilih melihat indahnya dunia di sini. Ya, seharian ga ke mana-mana, karena liburan akhir pekan sudah datang. Jiwa dan ragaku tidak mengembara meneruskan perjalanan di alam, namun meneruskan perjalanan pikir di sini. Untuk menemukan sekelumit inspirasi tentang hari-hari yang akan dijalani berikutnya. Hingga hadirlah beberapa agenda dan tujuan wisata akhir pekan depan. Ya, aku senang melihat-lihat wilayah baru. Then, where will I go?

 Aha!

Padahal sudah lama di kota ini, Bandung. Namun belum sekalipun aku berkunjung ke Bosscha yang ada di Lembang, itu lho. Hohoo. Makanya, aku ingin sangat ke sana dan mulai dech, mencari-cari info tentang perjalanan untuk lebih dekat dengannya. Dan setelah search di Mbak Google yang baik, terdata beberapa informasi terbaik tentang jadual kunjungan, termasuk biaya kunjungan. So, insyaAllah next week, pagi-pagi sekali aku akan berangkat. Karena lokasinya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku. Semoga bisa sampai di lokasi dengan masih ada satu kesempatan terbaik untukku dalam liburan akhir pekan depan. Karena I wish so much, wish, wish. Xixiii. Wait me ya, Boss!😀

Lagi dan lagi melanjutkan perjalanan jemari di sini, tertuju tatapan mata pada kumpulan bebatuan. Mereka seakan berbaris, namun setelah diperhatikan ternyata tidak sedang berbaris. Namun mereka menebar dan terlihat rapi. Ya, Stone Garden namanya. Melihat dari foto-foto saja, membuatku pun sangat ingin mengunjunginya dan akhirnya kami pun lebih dekat. Semoga dalam waktu dekat ya Allah, karena sudah lama ku ingin ke sana, meski belum pernah ku tuliskan harapan ini. Akan tetapi, dalam yakinku akan sampai juga. Apalagi setelah tertulis ia di sini sebagai salah satu lokasi yang akan ku kunjungi. Lokasi untuk berwisata alam.

Yihaaa, mendaki bukit, I like it.😀

Menjadi petualang adalah aktivitas yang sangat ku senangi. Karena dengan menjejakkan kaki-kaki ini dan melangkahkannya lebih jauh, maka kita dapat belajar makna pergerakan. Yaps, dengan bergerak, maka kita akan sampai di tujuan. Meskipun lama waktu yang kita butuhkan, akan tetapi memang begitulah yang seharusnya. Karena diam bukanlah jawaban untuk pertanyaan. Namun melangkah lagi dan lagi adalah jawaban terbaik, saat engkau bertanya, what will I do, next time?

Melanjutkan langkah bersama
Melanjutkan langkah bersama

Engkau boleh melangkah sendiri, saat ini. Ya, tidak ada salahnya. Karena yakinlah bahwa di perjalanan yang akan engkau tempuh, ternyata banyak pun yang melangkah sendiri. Dan di sanalah engkau belajar makna kebersamaan. Engkau dapat bertanya kepada mereka tentang langkah-langkah yang mereka ayunkan. Termasuk tentang motivasi, mengapa mereka masih mau melangkah, walaupun sendiri? Dan yakinlah bahwa ada alasan yang mereka emban di balik raut wajah yang kemudian mencerah. Yah, karena mereka membawa harapan. Harapan untuk sampai di tujuan yang telah mereka rencanakan.

Perjalanan bagi seorang petualang, adalah sebuah kebahagiaan. Sehingga walaupun dengan sendiri, mereka akan tetap melangkah. Ya, karena pernah ku bertemu pula dengan sebuah catatan tentang petualang yang bepergian sendiri, mereka menyebut Solo Backpacker – Solo Traveler. Yeah, it’s sound beautiful, right?

Berbincang tentang perjalanan sendiri, apakah engkau pernah mengalaminya, teman? Bahkan barangkali engkau pernah menemukan orang-orang yang melakukan aktivitas yang satu ini? Lalu kalau pernah, apakah engkau meluangkan waktu untuk mewawancara mereka meski satu atau dua pertanyaan tentang hal ini? Diantaranya, apakah karena mereka memang memilih seperti ini atau karena mereka tidak punya pilihan lain, misalnya berangkat bersama teman-teman?

Terkadang, perjalanan yang dilakukan oleh solo traveler adalah karena mereka memenuhi panggilan jiwa. Ya, karena dengan begitu mereka dapat menemukan kebahagiaan setelah melakukannya. Apalagi kalau perjalanan tersebut dilakukan ke lokasi yang sangat baru dan sungguh asing baginya. Lalu, tentu saja mereka akan berkisah setelahnya. Yah, kisah yang menggugah, kisah yang tidak akan pernah terbayangkan oleh sesiapapun yang tidak menjalaninya juga. Dengan begitu, mereka sedang mengukir sejarah. Sejarah yang abadi setelah mereka mengungkapkan dalam bentuk narasi dengan bercerita.

Untuk perjalanan dengan panggilan nurani, terkadang mereka lakukan sendiri. Karena sebenarnya mereka memang seorang penyendiri. Dan kesunyian adalah keadaan yang mereka sukai dibandingkan dengan riuh keramaian di sekeliling. Mereka dapat berbahagia menjalani, namun bagaimana dengan pandangan orang-orang di sekitar? Terkadang mereka perlu tidak peduli, mengapa? Karena ternyata, tidak semua orang menyukai kita, kalau kita sedang melangkah menuju hari-hari yang lebih berarti. Yah, semoga suatu hari sesiapa yang memandang mereka sebelah mata saat ini, kembali tersadari. Lalu menginsyafi diri dan instrospeksi. Dengan mengembalikan segala penilaian tersebut ke diri mereka terlebih dahulu, sebelum memberikan pada orang lain. Termasuk pada si penyendiri yang ternyata memang sudah dari sononya, begitu. Walaupun sesungguhnya, mereka tak mengingini. Akan tetapi,… Opsz. Opsz. Opsz.. Syuuts, tak ada tapi-tapi dan tapi. Semua bisa berubah, teman. Untuk menjadi lebih baik dari kemarin. Untuk menjadi diri sendiri, jujur pada diri sendiri. Meski tak semua sukai diri.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s