Engkau yang ingin berjuang, harus mampu menerima ujian, dan jangan rusak dengan pujian. Engkau yang berjuang, perlu sepenuhnya menerima pimpinan dan senantiasa dalam ranah setiakawan dan sanggup berkorban. Engkau harus mau menjadi pengikut, dan mengamalkan tolak angsur serta sanggup menerima cabaran. Sedangkan kesehatan dan kerehatan harus sanggup engkau korbankan. Dan engkau yang berjuang harus meningkatkan diri, disiplinkan diri, dan menepati janji menunaikannya, penuh dengan kasih sayang dan memuliakan tetamu. Tidak melupakan anak dan istri serta rajin menggali ilmu tentang perjuangan. Penuh kelembutan dalam keseharian. Wahai engkau yang ingin berjuang, selaraskan pandangan, penuh keimanan dan taqwa tingkatkanlah.

***

Rerangkai kalimat di atas adalah inti pesan dari sebuah lirik nasyid yang ku simak sepanjang sore tadi. Ya, lirik-lirik yang mengalun seakan mengingatkan karena ia menanya. Seperti sedang melangkah bersamanya, karena ia memberi jalan untuk para pejuang merenungkan diri. Ya, sebelum mereka meneruskan perjalanan dalam perjuangan

Salam pejuang peradaban!

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s