This slideshow requires JavaScript.

🙂🙂🙂

There is a happy ending story that I wish to tell you, Mam…🙂

Awalnya aku pun tidak tahu, bagaimana bisa, hari ini berbeda dari biasanya. Ya, bawaanku lebih bahagia, enjoy dan happy menikmati waktu dari detik ke menitnya. Termasuk saat menghubungi para pelanggan kami, semua terasa menyenangkan, tenang dan sungguh mengesankan. Seperti ada angin yang berhembus sepoi di wajahku menemani pipi yang tak henti tersenyum. Ah, sepertinya ia sedang berbahagia. Namun aku pun tidak tahu, ada apa dengan bahagia yang ia rasa.

Hari ini, Jum’at berseri penuh dengan inspirasi. Yaps, semenjak pagi hari, siang, menjelang sore hingga malam hari sebegini. Ujungnya adalah saat ini. Saat aku akhirnya menemukan jawaban dari bahagia seharian tadi. Ujungnya adalah sebuah kata ‘Anniversary’, yes.

***

“Thank You Very Much, yaa WordPress, for Your Gift to Me as our Anniversary. I like it so much and hope we are together forever.”

As my spirit, you are a part of it.

As my way, you are a part of it.

As my best friend, as my happily, as my proud, as my soul.

Hi! You are giving me many years to share everything as my felt, my thought, my fingers steps.

Yuppy, with you too, I meet my other new friend from all other country from this world.

With word by word that I arranged, you enter me to new life as my dream.

So, I brave to continue it even I was wake up from my sleep at night. Because of when evening gone after that, sun will smile beautifully and shining my day brightly. Thank you, thank you.

***

Dari hari ke hari, engkau mengajakku melangkah lagi dan lagi. Meskipun saat ku berkata bahwa aku pengen rehatttt, seperti saat ini. Menjelang dini hari, walau belum pantas disebut. Menjelang pertukaran waktu lebih tepatnya. Ya, jam saat ini menunjukkan pukul 11.06 menit. Aku masih ada di sini. Untuk ku merangkai beberapa baris kalimat bersamamu. Yuhu, hingga nanti kelebihan jam 11 sampai di angkat empat puluh delapan, aku baru akan henti kan gerakan jemari ini. Xixiixii. Lumayan, sebagai salah satu tantangan untuk diri agar merangkai lebih banyak lagi kalimat dalam detik ini. Berhubung hari ini adalah Anniversary kita, jadi lebih special. So, lebih lama waktu bersama pun lebih baik, yaa.

Ahaa. Sesungguhnya, semua ini aku lakukan adalah sebagai salah satu langkah yang ku tempuh dalam merangkai cerita. Ya, aku sedang menyusun cerita teman, dengan cara berkisah. Adapun ujung dari kisah ini ku harapkan happy ending, sebagai persembahan untuk seseorang nun jauh di sana, beliau tercinta, Mam.

Mam, di dalam dunia kita, dalam hari-hari yang kita jalani, Mam tentu memiliki peran yang sangat penting, bukan? Yah, oleh karena aku mementingkan beliau yang tersayang, maka semenjak seratus hari yang lalu, ku mulai di angka seratus. Karena kelak, setelah angka catatan sampai pada nol, aku dapat berjumpa dengan beliau, Mam. Untuk selanjutnya ku ingin berkisah pada beliau tentang sebuah akhir terbahagia dari perjalanan cerita ini.

Untuk merangkai cerita seperti ini, memang tidak mudah teman. Ditambah lagi dengan keberadaanku yang sedang merangkak dalam melanjutkan perjuangan. Ya, karena suatu hari nanti, aku ingin menjadi seorang yang pun mampu berkisah atas perjalanan ini. Hingga di ujungnya, inginnya sangat bahagia. Dan ujung yang paling ujungnya adalah kelak ketika telapak kaki ini sudah menjejak di jannah, aamin ya Allah. Jadikan kami sebagai bagian dari pejuang-pejuang-Mu yang mencintai-Mu dan Engkau pun Mencintai kami. Walaupun kecil langkah-langkah ini, namun kami sangat rindu selalu bersama-Mu. Meskipun masih jauh perjalanan ini, akan tetapi kami masih mempunyai harapan untuk sampai di tujuan itu. Tujuan yang terbaik, menjadi hamba-Mu yang bertaqwa. Hingga layak memandang wajah-Mu kelak di negeri akhirat, ya Allah.🙂

Ah, impian ini selalu ada. Dan ia akan senantiasa menemani perjalanan langkah-langkah yang mengayun. Ia akan senantiasa ada, bersamai jemari yang bercengkerama dengan tuts-tuts usang. Lalu ia menghadirkan suara gemerisik yang seakan mencandai kami .Ya, sudahlah, biarkan saja. Karena ia akan berlalu seiring dengan hentinya gerakan jemari ini nanti. Sedangkan hasil dari impian akan terlihat.

Dalam perjalanan, usah mena-ngis teman, bila kakimu terluka. Namun segera perban ia dan rawat segera. Karena hanya men-angis tak akan menyelesaikan luka dan walau ia sembuh alami, itu pun sangat lama. Sedangkan resiko terinfeksi adalah nyata. Maka, segeralah membersihkannya, mengobati dan merawatnya. Selanjutnya engkau akan mendapati kaki-kakimu itu segera pulih dan segar seperti sediakala. Lalu jangan lupa, untuk memperhatikan sepatumu, pelindung kaki-kaki itu. Perhatikan kondisinya tetap yang terbaik. Maka, saat akan melanjutkan langkah berikutnya, engkau dapat tenang dan melangkah dengan penuh keyakinan. Karena sebelumnya, engkau telah mempersiapkan dengan baik segala perbekalan. Termasuk perlindungannya.

Oke, ini adalah tentang upaya untuk mencharger lagi semangat, teman. Untuk memperbarui lagi energi dan memberikan dukungan pada diri agar tegak berdiri dan kemudian melangkah lagi. Ya, karena tidak selamanya raga ini tegar dan kuat. Akan tiba masa ia mengalami kondisi yang meng-enaskan, barangkali, bisa jadi begitu, yaaa. Oleh karena itu, engkau perlu menemukan jalan-jalan yang dapat memberimu suntikan lagi, suntikan motivasi dalam meneruskan perjuangan.

Apalagi engkau sendiri, tiada teman di sisi yang memberikan motivasi. Maka engkau perlu memberikan motivasi kepada dirimu sendiri. Karena engkau lebih tahu kebutuhannya tentang energi. Karena engkau mengenali apa yang ia mampu dan tidak mampu melakukan. Maka, mengenali diri lebih awal adalah langkah yang perlu engkau tempuh dalam mewujudkan cita. Karena jalan menuju cita itu tidak mudah.

Ada waktu engkau akan lela-h, merasa g-undah, tersering le-mah, kalau engkau belum mengenal dirimu. Akan tetapi setelah engkau mengenali dirimu, engkau akan serta merta mengenal Rabb-mu, dan engkau akan kembali semangat saat lela-h menyapa. Engkau akan berseri-seri lagi ketika gula-na menerpa jiwa. Bahkan saat lema-h memayah raga, engkau akan tepis ia dengan satu kalimat “Allahu Akbar.” Ada Allah yang lebih besar dari segala yang engkau anggap besar. Makanya engkau mau bangkit.

Sesekali, dalam melanjutkan langkah-langkahmu, engkau perlu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ya, tujuannya adalah untuk mengenali lingkungan dan memahami medan. Supaya engkau dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Karena setiap langkah yang engkau ayunkan adalah selangkah menuju dunia baru yang belum pernah engkau tempuh. Makanya, segera mengenali sekitar adalah proses yang engkau perlu tempuh saat berjalan.

Pernah pada suatu hari, aku sedang menempuh langkah meneruskan perjalanan. Adapun perjalanan ini adalah lintas udara, lintas bahasa dan lintas gender pun ruang. Sehingga bisa disebut perjalanan di dunia antah barantah yang tidak bisa disebut. Dan di sana aku pernah berada. Aku datang dengan jiwa yang mengembara. Aku hadir bukan dengan raga yang sebenarnya. Akan tetapi, bersama impianku yang terus berkelana, akhirnya berjumpalah dengan seseorang di sana. Seorang yang perlu ku hargai, ku hormati dan ku jadikan sebagai guru berikutnya. Ya, dari beliau aku belajar hal baru lagi, satu hal baru yang belum pernah ku tahu.

Adapun temanya adalah tentang pertemanan dan keakraban.

Pertemanan terjadi karena adanya perkenalan. Sedangkan perkenalan dimulai dengan sapaan, tanggapan, pertanyaan, jawaban hingga uraian-uraian. Nah, apakah pertemanan ini akan menjadi keabadian? Semua kembali lagi kepada kita yang menjalankan. Termasuk tentang keakraban dalam pertemanan. Apakah ia akan terus berkelanjutan dengan penuh kenangan? Wallahu a’lam.

Makanya, di dalam perjalanan, aku sering bertanya dan menanya. Untuk apakah aku dan beliau di sana bersapaan? Bagaimanakah kami menjalin pertemanan? Dan bagaimana dengan ujung perkenalan tersebut? Apakah akan menjadi kenangan? Begitu pula yang akhirnya ku alami dengan beliau yang ku kenali di alam antah barantah. Perkenalan yang ku jadikan sebagai kenangan. Ya, kenangan.

Sebuah kenangan selalu lah akan menjadi kebahagiaan, apabila ia menyenangkan. Akan tetapi kenangan bisa menjadi sebuah kepa-hitan, bila ia ternyata pernah meny-akitkan. Dan aku lebih memilih untuk menjadikannya sebagai menyenangkan, semoga berkenan, teman. Walau kita belum dapat bersama, semoga kenangan yang pernah tercipta diantara kita, dapat mensenyumkan kita lagi, saat ini, yaa. Aku suka gayamu. Dan aku belajar darimu tentang aspek ini, perkenalan.

Perkenalan adalah pasti tercipta antara dua orang yang baru. Semua belum pernah bersapa, bersama, bahkan belum berjumpa. Sehingga ada batasan di antara mereka. Nah, hingga akhirnya perkenalan pun hadir untuk mendobrak semua batasan, menjadikan tiada lagi sekat. Sampai tak ada lagi yang dapat memisahkan, setelah perkenalan berlangsung. Begitulah kira-kira. **Ah, mungkin engkau tak memahami apa yang aku perbincangkan, teman.😀 Baiklah, mari kita sudahi saja. Aku pun tidak mengerti dengan semua ini. Makanya ku coba rangkai dengan kalimat, semoga mengabadi dan dapat ku renungi lagi di hari nanti. Kelak, bila sesuatu hari telah memberiku kesempatan untuk melirik-lirik lagi ke halaman ini. Mudah-mudahan ia dapat menjadi salah satu inspirasi untuk merangkai cerita ceria lagi. Cerita nan mensenyumkan. Karena ia berasal dari kisah dari negeri antah barantah. Ah. Ya, sudahlah. !!!

Hingga detik ini, tersisa waktu sepuluh menit lagi, teman. Karena jarum jam sudah menunjukkan di angka 11:38. Hmmm, lalu, mau cerita tentang apa lagi, iyyaa. Ada idekah? Bagaimana, bagaimana?? Let’s share one word, friend.🙂

Oiya, teman, aku jadi teringat dengan perjalanan di suatu hari lainnya. Ya, pada suatu ketika, waktu yang memberiku banyak kesempatan untuk berpikir. Hingga di sepanjang hari, ku habiskan dengan berpikir, berpikir dan berpikir lagi. Memikirkan apa kah gerangan? Begini, “Aku berpikir tentang keadaan dan hal-hal yang aku alami, namun aku sampai belum memercayainya. Hingga aku pun bertanya-tanya, mengapa jadi begini dan begini. Lalu, untuk apa semua ini? Termasuk pada awal hari ini. Awal sekali, saat pertemuan dengan beberapa orang relasi. Aku dibuat tidak mengerti dengan yang aku alami. Karena tetiba ada yang berubah, sedangkan aku tidak merasa merubahnya. Apalagi menguliti, ”itu lho, casing ID Card yang sudah seperti baru lagi.” Entah siapa yang berlaku baik seperti itu, hingga ia terlihat seperti baru, siapakah? Oh, siapa yang mengganti? Hingga ia menjadi cantik sebegini. Aku suka, meski belum mengerti.

Tidak seperti Anniversary yang ku suka, namun ku sangat mengerti. Bahwa ia ada untuk memberiku semangat dan motivasi lagi, untuk membersamainya di sini. Mariii, tersenyum lebih indah saat ini, untuk senyuman yang terindah di akhir cerita kita. Untuk persembahan pada Mammy tercinta. Dear Mam, I do it lovely for you specially. Semoga berkenan, Mam, menerimanya pada suatu hari nanti. Di hari kita berjumpa lagi, setelah lama berjarak raga tak lagi sedepa. Sungguh, aku ingin mensenyumkanmu lebih indah dari hari ke hari. Hingga raga ini tiada lagi, tersisalah sebagian diri ini, jiwa yang mengabadi melalui kisah. Happy ending story. []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s