Beberapa waktu lalu aku membaca sebuah pesan yang intinya adalah tentang niat, begini :

"Engkau akan dipertemukan dengan orang-orang yang berniat sama denganmu dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perbaikilah niat menjadi baik supaya engkau dipertemukan dengan orang-orang yang baik."

Aku membacanya pada sebuah quote. Namun karena aku tak langsung menyimpannya, jadi lebih kurang begitulah inti pesan tersebut. Pesan yang memberikan ingatan pada kita untuk menata ulang niat apabila belum baik dan mendatanya sudahkah baik?

Niat. Niat adalah satu hal yang sensitif. Ia tidak terlihat, terdapat di awal. Namun efeknya sangat mudah terlihat pada hasil di akhir. Begitulah niat. Pesan ini pun pernah aku baca dari status seorang teman. Entah dari mana beliau memperolehnya, aku pun tak tahu. Namun kalimat tersebut kembali mengingatkanku tentang niat. Ya, niat.

Kita tidak dapat mengetahui dan mendeteksi niat orang lain sebelum berbuat. Namun kita sangat tahu bagaimana niat kita sebelum berbuat. Oleh karena itu teman, perhatikan ia benar-benar. Karena pada hadist Arbain yang pertama pun temanya juga sama, yaitu tentang niat. Bahwa setiap perbuatan tergantung niatnya. So, what do you think about this?

Niat boleh saja baik, namun jangan sampai kita mengabaikan perbuatan setelah niat itu ada. Karena mereka berjalan senada. Antara niat dan perbuatan. Kalau niatnya baik, maka kebaikanlah yang terlihat nyata. Begitupun sebaliknya. So, perhatikan lagi niat, niat, niat.

Setelah niat tercipta, maka kita tidak boleh diam saja. Akan tetapi kita perlu berusaha dalam mewujudkannya menjadi nyata. Karena buat apa hanya berniat tanpa bukti nyata? Karena aksi adalah kelanjutan dari niat.

Tentang aksi ini, aku pun pernah membaca sebuah iklan, "Gue akan terus menciptakan mahakarya", "Lo Gimana?"

🙂😀🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s