Detik ini, aku teringat ucapan dari seorang teman. Teman baik yang ku kenal di kota ini. Konon, kami sering berjumpa tanpa rencana. Begitu pula dengan beliau terhadapku. Ya, sering pertemuan kami tidak terduga, namun tiba-tiba kami sudah bersebelahan. Lain waktu, semoga ada kesempatan kita untuk membahas tentang beliau, yaa. *bukanuntukrumpi, namun mengabadikan ingatan. Beliau yang boleh dibilang mirip denganku, sekilas. Muslimah anggun nan shaleha, ah… ucapan yang mengharukan ku seketika, baru saja.

Tadi pagi, kebersamaan kami pun terulang seperti sebelum dan sebelum ini. Ya, aku yang akhirnya sudah duduk manis di sisi beliau. Dalam pertemuan pagi yang romantis, di ruangan klimis nan manis. Beliau yang tadinya sedang menunduk tafakur, berdzikir dengan sebuah tasbih di tangan kanan. Tasbih yang bergulir berputar diantara jemari beliau. Tasbih berwarna hitam, cantik dan aku pun mengalihkan perhatian padanya lebih sering. Sebelum beliau mengangkat wajah, tentunya. Dan kemudian, aku pun menepuk pundak beliau untuk memastikan bahwa beliau adalah (separuh jiwaku yang hilang dan kini telah tertemukan. Yiihhaaaaโ€ฆ Ternyata benar, kami pun tertawa bersama, bersalaman, berreuni, cipika-cipiki, karena sudah sepekan terakhir kami tidak bersua. Berhubung lebaran panjang sekaligus berlebaran). Alangkah indahnya pertemuan, bersapa dan bersenyuman dengan bahagia. Karena ternyata benar, beliau adalah yang sebelumnya pernah bersua tanpa terduga.

Perkenalan kami pertama kali, ya di tempat ini. Saat pagi ini pun kami bercengkerama. Lama berselang waktu, kebersamaan tidak terasa sudah beberapa jam saja. Hingga beliau pun sempat bilang bahwa beliau ternyata sedang dalam kondisi kurang sehat. Padahal semenjak tadi kami bersama, beliau senantiasa tersenyum menyambutku. Subhanallah, muslimah teladan.

Diantara waktu menahan sakit yang beliau rasa, beliau sempat bilang juga bahwa saat berhadapan dengan saudara, kita berwajah berseri. Makanya semenjak tadi, beliau membersamaiku dengan terlihat bahagia.

Lalu, apakah ucapan berikutnya yang membuatku terngiang-ngiang??? Adalah tentang keinginan beliau untuk senantiasa dalam kondisi berpuasa, apalagi saat sakit. Hikzz… Aku pun terharu seketika. Dan saat ini, ketika ku ingat, akupun mendoakan beliau, semoga apapun yang terjadi, beliau senantiasa dalam kondisi terbaik dilindungi oleh Allah subhanahu wa taโ€™ala. Terlebih pada akhir usia nanti yang entah kapan, husnul khatimah kan beliau, ya Allahโ€ฆ Aamiin allahumma aamiin.

Di pertemuan kami pagi ini, kami mempunyai sebuah ide bagus. Karena terlalu seringnya kami bersua tanpa terduga. Bersebelahan tanpa tahu, ternyata beliau sang bagian jiwa yang tertemukan. Haiii. Mari, kita sehari bersama lebih dekat, friend.

Tak hanya dari wajah yang mirip, nama kami pun mendekati serupa. Hihii, ataukah benar jiwa kita adalah kembaran? Wallahu aโ€™lam. Bisa jadi iya.

๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s