Selalu Ada Harapan
Selalu Ada Harapan

Berjumpa dengan Bunda berikutnya, hari ini. Ada pesan yang beliau amanahkan untuk kita, yaitu kita kuddu menjadi insan bermakna. Ya, di manapun kita berada, berikan kontribusi terbaik kita. Sebagai bagian dari generasi muda harapan bangsa, kita perlu berperan di bidang kita masing-masing. Untuk bernilai guna bagi sesama, menumbuhkan bakti di dalam kehidupan kita di dunia hingga ke akhirat nanti.

Saat ini, kalian masih muda, belia dan sangat banyak waktu yang kalian punya. Oleh karena itu, pergunakan kesempatan yang ada dengan semaksimalnya. Jangan sampai terlena dan tergoda dengan apa yang ada. Bergigihlah belajar, ingat tujuan kalian berada di sini. Tujuan awal yang kalian tekadkan di dalam hati, dan camkan baik-baik. Hingga kelak di perjalanan perjuanganmu saat berjumpa dengan uji dan coba, kalian tidak mudah menyerah apalagi putus asa. Namun tetap menjaga semangat dan mendata manfaat.

Kapanpun dan di manapun, ingat pesan Bunda, untuk menjadi bermakna. Ya, ajarkan walau seayat yang kalian bisa dari kalam-Nya. Teladankan meski sebaris yang kalian pahami dari ayat-ayat cinta-Nya. Karena tidak ada yang sia-sia. Pasti akan bermakna.

Bunda sudah tua, namun lihatlah, semangat Bunda masih membara di dada. Karena semenjak muda ia telah bertahta di jiwa. Maka walaupun usia sudah lanjut, ia masih ada menemani Bunda dalam menyampaikan bukti eksistensi di dunia. Semoga kalianpun dapat menjadikan sebagai teladan. Ya, dari Bunda yang masih ada.

Apabila ada yang ingin ditanya, silakan saja. Bunda senantiasa ada untuk kalian, siap membagi banyak pesan dan pengalaman. Jangan sungkan dan apalagi segan. Karena Bunda ada di hadapan kalian untuk tujuan itu. Maka, percaya diri dan semangatlah.

Bunda, saat ini. Di usia yang menjelang enam puluh enam, namun masih bergiat untuk melanjutkan pendidikan di jenjang S2.

Subhanallahโ€ฆ๐Ÿ˜€ Semangat Bunda. Semoga Bunda lulus dengan prestasi terbaik, ya Bunโ€ฆ Doa kami terkirim buat Bunda di sana. Bunda nan ceria, penuh kebaikan dan ramah pribadinya. Oiya, Bunda, tolong maafkan kami yang sering membuat Bunda tak suka. Karena masih minimnya pengetahuan dan ilmu kami tentang dunia. Oleh karena itu wahai Bunda, jangan pernah bosan menasihati dan mengingatkan kami, ya Bun. Walaupun untuk waktu cepat belum mudah kami pahami pesan-pesan dari Bunda, namun yakinlah wahai Bunda, kami akan kembali mengingatnya kelak, saat kami beranjak dewasa. Seiring dengan semakin bertumbuhnya pemahaman kami tentang semua pesan dan nasihat yang Bunda sampaikan.

Terima kasih wahai Bunda, kami bahagia kita bersama. Meskipun hanya beberapa waktu saja, untuk hari ini. Namun insyaAllah kita bersama selamanya dalam ingatan dan doa yang terus terjalin diantara kita. Doa penyatu hati, meski tak selalu kita jumpa.

๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุทู’ู…ูŽุฆูู†ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู โ€... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.โ€ (Q.S Ar-Raโ€™d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s