Semua ada hikmahnya
Semua ada hikmahnya

وَعَسَى أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ “…Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu…” (Q.S Al Baqarah : 216)

🙂🙂🙂

Tak peduli siapa dan di mana pun engkau berada, kita adalah sama. Sama-sama hamba ciptaan-Nya. Namun yang menjadi pembeda kita adalah taqwa kepada-Nya. Selain itu bukanlah pembeda kita. Namun menjadi pengingat kita kepada-Nya.

Apapun profesimu saat ini, berasal dari keturunan bangsawan atau rakyat jelata, tetap semangat yaa. Pandang masa depan dengan mata terbuka dan jalani saat ini dengan hati yang sentosa. Niscaya engkau dapat menitipkan jejak terbaik pada dunia. Bersama senyuman, hiasi kisah perjalanan. Dengan tak lupa berdoa dan berusaha. Lakukan yang terbaik, maka hasil terbaik akan menjadi bagianmu. Jangan mudah lelah saat satu ujian menghadang di hadapan. Akan tetapi jadikan ia sebagai batu pijakan untukmu melompat lebih tinggi meraih impian. Senyumlah dengan kondisi apapun yang engkau jalani saat ini, esok dan nanti. Sehingga di akhir hayatmu kelak, engkau masih dalam kondisi tersenyum. Senyuman yang lebih indah dan semakin indah dari hari ke hari.

Untukmu, engkau diriku sendiri. Kepadaku aku berpesan tentang hal ini. Pesan yang semoga menguatkanmu saat engkau mulai lel-ah dalam perjalanan hidupmu. Ai! Jangan begitu, sayang. Karena masih ada harapan. Ya, milikilah harapan terbaikmu. Harapan yang perlu terus engkau jaga nyalanya. Nyala yang menerangi tak hanya engkau, namun sesiapa saja yang berada di sekitarmu. Sedangkan sesiapa yang saat ini jauh darimu, maka mereka dapat mengetahuinya pula. Ya, melakukan yang terbaik dari yang engkau mampu, itu kuddu, dear.

Buatmu yang membersamaiku semenjak kita saling mengenal semenjak dulu. Teruslah melangkah. Langkah-langkah ringanmu yang walaupun pendek. Namun dengan terus mengayunkannya, maka engkau pun akan sampai di tujuan akhir pada akhirnya. Selagi engkau terus bergerak, berjuang dan berdoa. Jangan lupa, minta dukungan dari beliau yang tersayang. Maka engkau semakin ringan dalam melangkah. Yah. Keep istiqamah, walaupun engkau memang pernah le-lah. Ah. Sudah. Biasa saja.

Ketika mungkin suatu hari engkau benar-benar berada di puncak le-lahmu, mohonkan pinta kepada-Nya :

“Ya Allah, bila memang aku sampai pada tingkat tertinggi dari kelela-hanku, tolong ingatkan aku lagi tentang harapan. Ya, harapan yang sebelumnya pernah aku sangkutkan di dalam citaku. Harapan untuk tersenyum lebih indah dan mensenyumkan sesiapa saja yang ada di sekitarku. Ya Allah, kuatkan aku dengan keyakinan, bahwa ketentuan-Mu adalah yang terindah dan itu baik bagiku. Saat akhirnya ku temui kenyataan tidak sesuai dengan inginku. Karena aku hanya hamba-Mu yang mampu berbenah. Maka ridhailah langkah-langkahku ini, ya Allah.”

Wahai aku, diriku yang sedang melanjutkan langkah dalam kehidupan yang tidak selalu indah. Hai, kembali buka mata dan hatimu, sayang. Bersegeralah menyadari, bahwa apapun yang engkau alami, engkau jalani, adalah sebagai jalan yang mengingatkanmu lebih sering, kepada Allah. Karena segala yang engkau alami berada dalam kuasa-Nya. Telah tercatat semenjak mula. Supaya engkau tabah.

Untukmu yang belajar ikhlas dan tegar. Semoga engkau senantiasa istiqamah. Istiqamah di jalan dakwah. Terutama adalah mendakwahi dirimu sendiri, yah. Ya, teruslah berbenah. Teruslah berupaya. Semoga engkau terus melangkah. Melangkah selangkah lagi dan lagi. Semoga engkau tak memilih henti, namun terus bergerak dan berupaya.

Hai, engkau diriku yang ku kenali dengan kekurangan dan kelebihanmu. Bukankah kita pernah berjanji untuk selalu saling menyemangati? Ya, aku sekeping hatimu di sini. Kita pernah pun menjalani hari-hari tersulit, dulu. Namun ternyata kita mampu. Ingatkah engkau? Saat engkau terduduk diam tanpa ekspresi, lalu ku coba memberimu sedikit motivasi untuk berdiri. Lalu engkau pun mengikuti. Lalu, kita melangkah bersama dan terkadang berlari. Xixi.. mengingatkan semua kepadamu kini, aku sungguh tidak mempercayai. Ya, karena ternyata, bersama kita bisa. Nah, bila engkau kembali mengalami nuansa serupa, nanti, jangan bosan yaaa…. untuk ku ceramahi sekali lagi dan lagi. Okey, diriku sendiri?😀

Hups! Maaf bila ku lancang begini. Karena aku menyayangimu lebih dari apapun di dunia ini. Karena peduliku padamu telah teruji. Yah, walaupun apa orang bilang tentang perjanjian kita ini, biarlah saja. Karena untuk menyalakan harapan diri, tidak semudah membalik telapak tangan dan jemari. Ya, membutuhkan perjuangan yang sungguh hebat. Apalagi untuk mengalahkan diri sendiri dengan membuatnya lebih baik dari dirinya yang dulu. Tidak mudah, teman. So, jangan ganggu kami.

Sedangkan untukmu teman, teman yang kami kenali dan menjadi bagian dari hari-hari kami. Silakan engkau memperhatikan kami, mempedulikan kami dan memberikan harapan terbaikmu kepada kami. Namun yakinlah bahwa engkau melakukan hal yang sama pun seperti engkau memperlakukan dirimu sendiri. Sehingga tidak ada lagi perbedaan yang terjadi di antara kita. Karena antara engkau dan aku sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dengan begini, kita menjadi lebih mudah untuk saling memahami.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s