Terkadang, aku bisa kepo-pengentahukeperluanoranglain. Ya, ini terjadi kadang-kadang saja. Seperti yang terjadi pada suatu siang. Begini ceritanya.

Suatu siang menjelang sore, saat matahari bersinar sangat terik. Aku ingin berangkat ke suatu tempat. Ke manakah aku? Kepoinakujugayaaa?😀

Dalam perjalanan menuju ke suatu tempat, aku berjumpa dengan sekumpulan belia. Mereka berjalan bersama, melangkah dengan gembira. Jumlahnya ada lima orang yang terdiri dari tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki. Sekilas terlihat mereka adalah teman sepermainan dan usianya juga tidak jauh berbeda. Hal ini terlihat dari postur tubuh mereka yang tidak berbeda jauh.

Saat pertama kali melihat mereka, aku biasa saja. Aku melangkah di belakang mereka, karena saat menyeberang jalan di persimpangan dekat gang, mereka lebih dahulu. Sehingga aku menempati posisi sangat dekat dengan mereka.

Melangkah ku terus melangkah ke arah yang menjadi tujuanku. Dan sepanjang perjalanan, langkah-langkah kami mengayun senada. Aha! Aku senang, karena ada teman dalam perjalanan. Awalnya, tidak terpikir olehku untuk mengabadikan perjalanan kami. Namun akhirnya, setelah jauh melangkah dan agak lama bersama, aku pun teringat tentang inspirasi. Yes, akhirnya ku jadikan mereka sebagai inspirasi dalam catatan kali ini.

Aku belum berkenalan dengan mereka, adik-adik manis tersebut. Walaupun begitu, kami pernah melangkah bersama. Sehingga mengabadikan perjalanan kami adalah pilihanku.

Menjelang mencapai belokan berikutnya, ku jepret langkah-langkah mereka, seraya terus mengimbangi laju langkah-langkah mereka yang semakin cepat. Aku berusaha untuk memotret terbaik dengan kamera hape evercossku. Yuhu, ke mana-mana, sejauh ini aku mengabadikan perjalanan bersamanya. Hai, terima kasih ever. One day, semoga bisa punya kamera yang lebih cantik, untuk membidik tampilan alam nan indah ini.

Satu persatu, selangkah demi selangkah, kami terus berjalan. Dan tidak ku sangka, ternyata tujuan kami sama. Maka, ku iringi mereka dengan baik. Supaya walaupun kami akhirnya berpisah, perpisahan itu meninggalkan senyuman di hati.

Setelah dari jalan raya, lanjut ke arah basement, terus ke lantai satu, naik eskalator ke lantai dua, lanjut ke … ? Tidak sekejapku berpaling dari adik-adik manis ini. Karena aku tidak ingin kehilangan moment berharga kami. Hihii. Menjadi paparazi itu dan mengepoin orang lain, ternyata unik juga. Dan sensasinya dapet.

Ingin ku ikuti mereka terus. Dan terus kami melangkah bersama. Hingga akhirnya, mereka berbelok ke sebuah tempat makan. Hahaa.😀 Berakhir sudah pengepoan, setelah ku tahu, mereka ternyata mau makan siang bersama. Lalu aku pun meneruskan perjalanan ke lantai berikutnya, menuju box office. Karena sudah lama aku tak nonton di bioskop. Seingatku, setahun lalu terakhir. Xixi.😀 Selanjutnya, mampir dulu di toko buku Gramed di TSM, seraya menunggu jadual nonton yang masih dua jam lagi.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s