Apapun itu. Syukurilah. Bagaimanapun, berbagilah. Memberilah, meski selembar senyuman pada wajah. Yah, rayakan kemenangan-kemenangan kecilmu, teman, dengan sepenuh hati.

Merayakan kemenangan-kemenangan kecil, tidak harus mewah. Namun pastikan prosesnya penuh keberkahan dan indah. Karena kemenangan adalah ujung dari perjuangan. Walaupun tidak selalu berakhir menang, namun yakinlah bahwa ada pesan terbaik untuk kita.

Kemenangan adalah karena izin Allah. Kekalahan merupakan efek dari kelalaian kita dan kurang optimal dalam perjuangan. Namun saat engkau sering kalah, jangan langsung menyerah dan akhirnya rebah. Jangan. Jangan, teman. Karena kemenangan sedang mensenyumimu nun di saja. Hanya ia masih jauh. Maka engkau perlu bangkit lagi untuk melanjutkan perjuangan. Yah, untuk sebuah hasil bernama kemenangan.

Ramadhan nan mulia baru saja berlalu. Ramadhan yang menyisakan kenangan untuk kita. Ramadhan yang tidak selalu bersama kita, akan tetapi ia akan kembali bertamu. Setahun lagi, teman. Ah, setahun bukan waktu yang sebentar, bukan?

Ada kemenangan yang kita peroleh di ujung Ramadhan nan mulia. Kemenangan dari menahan hawa nafsu untuk tidak makan dan minum pada siang harinya. Dan menahan diri untuk tidak lama-lama tidur di malam hari nya. Aih, tentu engkau pun mengalaminya, teman. Pengalaman yang melatih kita sekaligus untuk berjuang. Berjuang di siang dan malamnya. Namun kini, saat Ramadhan telah pergi mulai menjauh, kemenangan yang sama akan berlalu juga? Bukankah kita ingin senantiasa dalam proses menuju kemenangan?

Adalah panggilan adzan mengajak kita untuk menuju kemenangan, seringkali. Hayya alalfalah, mari menuju kemenangan, adalah panggilan untuk kita. Panggilan Allah melalui mu’adzin. Lantunan indah dan merdu seperti ini kembalikan ingatanku pada suatu hari. Hari yang menyegerakanku berbenah dan bersiap untuk mengunjungi rumah Allah. Untuk selanjutnya mendirikan shalat berjamaah. Ah, semua ini ada dalam hari-hari Ramadhan nan penuh senyuman. Hari-hari yang sudah berlalu.

Kembali pada kemenangan, ketika kita sudah tidak dapat menjalaninya sama seperti Ramadhan. Maka alangkah indah, kalau kita masih terus berjuang melazimi. Tilawah lebih banyak dari saat-saat Ramadhan membersamai. Memberi lebih banyak dari ketika Ramadhan menemani, begitu pula dengan shalat berjamaah. Mudah-mudahan kemenangan yang kita impikan menjadi kenyataan, aamiin. Hingga akhir yang indah dan semakin indah menjadi bagian dari perjalanan. Husnul khatimah menjadi impian.

Hari-hari berlalu. Waktu terus melaju. Sedangkan kita tidak pernah tahu. Kapankah pemilik diri ini akan menjemput jiwa. Untuk selanjutnya ia akan berpisah dengan raga. Maka, bersegeralah teman. Untuk terus mengukir kemenangan-kemenangan kecilmu dan kemudian merayakannya. Merayakan bersama beliau-beliau tercinta dan penuh kasih sayang. Beliau yang menjadi jalan sampaikan kebaikan dari-Nya pada siapapun yang IA kehendaki.

Untuk memperoleh kemenangan meskipun ia kecil, engkau perlu lebih kuat dan tangguh. Engkau mesti semakin giat dan berhenti mengeluh. Karena engkau adalah seorang pejuang yang hebat penuh semangat. Ya, bertahanlah saat goresan luka menepi di ragamu. Sedikit berdarah di relung hati karena ia teriris perih. Sedangkan engkau perlu meneruskan perjuangan. Makanya, rebahkan raga sejenak saja saat ia lelah dan setelah energimu terkumpul kembalilah melangkah. Begitu pula dengan hati yang rusak itu, segera obati ia dengan ramuan terbaik yang manjur. Berdzikirlah dan kembali menyapa-Nya adalah pilihan terbaik. Persembahkan yang terbaik untuk kemenangan terbaik.

Meski pada seekor kucing yang menyapa, tersenyumlah. Walaupun setetes air kesejukkan dari hatimu, berilah nasihat. Agar kegundahan pun berlalu dari relung jiwa beliau yang kalut. Yah, karena engkau adalah khalifah yang menjadi musafir di dunia ini. Engkau adalah muslim/muslimah yang bermanfaat dan gunamu sampai akhir hayat. Meskipun kelak engkau telah tiada, semoga kenangan tentang mu adalah yang terbaik. Maka, teruslah berbagi, gemarlah menasihati dengan teladan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s