Allah sungguh sayang dan cinta pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Sehingga untuk menguji keimanan dan ketaqwaan hamba, tidak jarang Allah memberikan persoalan untuk diselesaikan. Ah, semua karena Allah, maka kembali lah kepada-Nya. Bersabarlah atas apapun yang luput dari kita, dan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Di dalam Q.S Al Hadiid ayat 22-24 Allah berfirman sebagai petunjuk bagi kita dalam menghadapi kesedihan dan menjalani kebahagiaan :

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Jelas tertera dalam firman-Nya sebagai petunjuk bagi kita dalam kehidupan ini. Atas apapun yang kita alami. Supaya kita tidak bersedih atas apa yang luput dari kita dan tidak pula berlebihan saat gembira. Bahkan untuk orang yang sombong dan membanggakan diri, serta kikir, Allah tidak menyukai. Hai, apakah yang dapat kita banggakan? Semua bukan milik kita. Saat kita menerima nikmat dari-Nya, nikmat tersebut hanya titipan. Ketika kita memperoleh jabatan, itupun titipan sementara. Dan ketika saat nya tiba, jabatan akan kembali kita berikan pada yang berhak. Ah, termasuk juga harta, semua bukan milik kita, namun titipan saja.

Bila lah kita mempunyai harta, itu semua karena kebaikkan-Nya yang menjadikan kita perantara sampaikan kebaikan dari-Nya. Subhanallah, beruntunglah orang-orang yang menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya atas apapun titipan dari-Nya. Mereka adalah orang-orang yang bergelar taqwa.

Hati yang ridha dengan ketentuan Allah, akan tenang, lapang dan damai. Hati yang yakin dengan-Nya, sungguh percaya. Bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya. Allah senantiasa bersamanya. Dan saat akhirnya harta, jabatan pun kekayaan kembali kepada-Nya, maka hatinya melepas dengan penuh cinta. Karena semua titipan tidak melekat padanya, ia hanya sebagai pengemban saja.

🍂😊🐝🎁🐝🌿😊🍃

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s