Rindu itu mulai terlihat.
Rindu yang menyeruak dinding rasa.
Rindu Ramadhan penuh senyuman.
Lagi.

***

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Ya, Ramadhan yang mulia, yang mengajarkan kita banyak pesan, yang menitipkan kita banyak senyuman dalam kebersamaan kita dengan nya selama sebulan. Ramadhan yang beberapa saat lagi akan kembali kita rindukan. Ramadhan yang belum tentu akan kita temui lagi tahun depan? Wallaahu a’lam.

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Ramadhan yang selama bersamanya, kita sering tersenyum bahagia. Karena banyak harapan kita tercapai bersamanya. Ramadhan yang mulia, mempertemukan kita dengan pengalaman-pengalaman baru, teman-teman baik, dan juga kenangan yang mengesankan. Ah, banyak masjid yang kita kunjungi bersamanya. Banyak pula jamaah yang kita temui di dalamnya. Bahkan lebih sering kita memperoleh tausiyah di malam-malamnya nan mulia.

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Ramadhan yang cantik, menarik dan unik. Berat berpisah dengannya, namun ia pasti berlalu. Maka berteguhlah teman, kuatkan hati. Supaya senyumanmu masih tersisa walaupun ia perlahan menjauh. Hikss… tersenyumlah, teman… seraya menjaga harapan. Bahwa engkau akan dipertemukan lagi dengannya, Ramadhan berikutnya. Berdoalah yang terbaik, dengan melazimkan ibadah terbaikmu dalam menjemput kehadirannya. Dengan tidak lupakan amalanmu yang terbaik saat bersamanya. Dan kelak, meski engkau belum lagi bersamanya, teruslah istiqamah beramal, sebagaimana engkau melakukannya saat Ramadhan.

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Waktu-waktu ke detik penghujungnya semakin berkurang. Apakah yang engkau rasakan teman?

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Ramadhan yang mulia, teman yang mengiringi langkah-langkah kita saat gulita. Namun kita teruskan langkah dengan gembira. Teman yang menemani kita sebelum fajar menyingsing, untuk bangun lebih awal dan bermunajat kepada-Nya. Dan di hari esok, ia tidak akan ada lagi dalam malam-malam kita, hingga waktu sebelas bulan berikutnya. Ah, akan kah kita merutinkan aktivitas kita sebagaimana ia ada? Untuk shaum lagi, menahan nafsu. Untuk mengaji dan memahami al Quran mesti dan selalu. Untuk rajin ke masjid menjemput ilmu. Untuk gemar berbagi damaikan kalbu. Berdzikir, mengingat Allah setiap waktu. Semoga kita senantiasa istiqamah yaa. Mari kita saling mendoakan, mari kita senantiasa gemar mengingatkan dalam kesabaran dan ketaatan.

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Ramadhan cantik nan anggun. Ia yang mengajak kita untuk mau berbuat kebaikan. Ia yang melatih kita untuk bersabar di siang hari menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Ia yang meneladankan kita untuk bersyukur karena nikmatnya berbuka setelah waktunya tiba. Alhamdulillah, Ramadhan penuh senyuman senantiasa di hati, meski sebentar lagi ia akan pergi.

Ramadhan penuh senyuman akan pergi meninggalkan kita, teman… Mari ucapkan terima kasih padanya, semoga kita masih mempunyai usia di tahun depan untuk membersamainya, aamiin ya Rabbal’alamiin.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s