Jalan-jalan pagi menikmati alam, sungguh asyik. Seraya mengedarkan pandang ke sekeliling, untuk memetik inspirasi. Selanjutnya, merekam dalam memori untuk kemudian mengabadikan dalam catatan perjalanan.

Jalan-jalan pagi ini adalah di dunia maya. Ya, perjalanan yang terus berlanjut untuk mengekspresikan suara hati, mengajak jiwa berpartisipasi. Yes! Selamat pagi cantyiik!😀

Cantik-cantik dan memoles wajah, sudah dilakukan semenjak tadi. Sebelum bangkit dari tidur, mengusapnya terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada bekas tidur yang menempel. Selanjutnya bercermin, tersenyum padanya, dan melangkah menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Dan mencuci wajah, membersihkan diri, memastikan ia wangi dan segar lagi. Sipsipsip. Mandi pagi sangat berarti untuk kesehatan raga.

Saat raga sangat kita perhatikan kondisi terakhirnya, lalu bagaimana dengan jiwa ini? Jiwa yang kita miliki. Sedangkan raga yang kita percantik dan kita poles setiap hari, hanya titipan sementara. Ia adalah tempat jiwa bernaung, sejenak saja. Untuk selanjutnya, ketika ketentuan Allah untuk kita telah tiba, maka kita pun akan berpisah darinya. Ia, raga akan kita tinggalkan, teman. Nah, dalam kondisi bagaimanakah kita akan meninggalkannya, kelak? Apakah harapan kita terhadapnya di detik-detik akhir kebersamaan? Bagaimana ujung perjalanan kita dengannya? Adalah bersesuaian dengan langkah-langkah yang kita upayakan bersamanya, sejak dini.

Aku ingin ia tersenyum bahagia, di detik akhir kami bersama. Ya, tersenyum lebih indah dari hari ini. Karena kami ingin akhir yang indah, husnul khatimah. Aamiin ya Allah… Aamiin ya mujibassailin… Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Untuk mensenyumkannya, tidak hanya dia. Namun semua yang pernah mengenalnya, yang pernah ia kenali sepanjang kebersamaan kami di dunia. Walaupun pertemanan kami tidak selamanya sama, terkadang ia berkenalan tanpa mengajakku serta, ini pernah ia lakukan padaku. Ah, tidak mengapa. Karena aku tahu, pada saat itu ia belum mengenalku. Walaupun ia belum mengenalku dulu, berbeda kini. Saat ini kami bersama dan senantiasa bersama. Kami yang perlu melanjutkan langkah-langkah bersama. Kami yang perlu meneruskan perjalanan ini. Melangkah di dunia bersama senyuman. Mengajak serta satu sama lain untuk saling mengingatkan. Mengupaya agar kami sering tersenyum bersama, menang-is pun dalam kebersamaan. Ya, walau tidak mudah, teman. Namun kami berusaha. Kami berdoa dan mendoakan sepanjang waktu.

Hari ini, pagi yang cerah. Di bawah sinar mentari pagi yang tersenyum sumringah, kami memula langkah. Bersama raga yang cantik, kami inginkan jiwa yang cantik juga.

Tersenyum bersama alam, mensenyumi jalanan. Karena kami masih melangkah di bumi. Kami masih menjejak di atasnya. Kami masih bersama, di sini. Kami menikmati setiap ayunan kaki-kaki yang melangkah. Kami menghayati setiap gerak tangan yang menyertai. Kami mengabadikan kebersamaan ini.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s