Alhamdulillah, sampai juga di masjid Salman. Yihaa, setelah gagal lagi dan gagal lagi untuk keberangkatan hari sebelumnya dan sebelumnya. Karena lokasinya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku. Maka, saat adzan Magrib menjelang, aku belum sampai. Sehingga akhirnya mampirlah aku di masjid terdekat saja. Akhirnya hari ini nyampe juga. Ternyata kami masih berjodoh.

Hari ini Ahad, masih ada banyak waktu untuk persiapan menuju Salman. Sehingga bisa atur jadual keberangkatan. Aku bertolak dari lokasi keberangkatan sekitar pukul empat dan kurang dari pukul 5 sore, sampai. Ternyata perjalanan Gatsu – Jl. Juanda near Jl. Ganesha, hanya sekitar satu jam saja. Ini kalau normal yaa dan bukan jam pulang kerja. Berbeda halnya di hari-hari kerja. Jalanan akan penuh oleh pengendara, sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk sampai di tujuan.

Sampai di Jl. Ganesha, aku perlu melangkah sedikit lagi. Menyusuri jalan yang menuju ke arah masjid. Dan rupanya, di ujung jalan yang ku lalui, langsung tertuju pada halaman depan masjid. Sehingga spot cantik untuk foto-foto pun menanti. Aku langsung eksyen dan ceklik-ceklik beberapa sudut. Termasuk area dalam yang ternyata sedang ada kajian. Alhamdulillah, bisa tambah ilmu. Yuuu’ merapat.

Setelah wudhu dan kemudian shalat tahiyatul masjid, aku pun menyapa lembaran karpet di lantai 2. Sesuai dengan petunjuk dari panitia yang super baik. Terima kasih banyak yaa, teteh-teteh shaleha.🙂

***

Oke, lanjut ke materi kajian yang sedang berlangsung. Ada baiknya kita icip-icip yuu’ tentang syukur. Ada empat jenis manusia di dunia ini :::
Yang pertama : Dia tahu dan dia tahu bahwa dia tahu, ikutilah dia.
Yang ke dua : Dia tahu tapi dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.
Yang ke tiga : Dia tidak tahu tapi dia tahu bahwa dirinya tidak tahu. Sehingga ia ingin mencari tahu.
Yang ke empat : Dia tidak tahu dan dia tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Itulah orang yang paling sesat. Dia mengira bahwa apa yang dilakukannya baik, padahal tidak baik. Ini paling bahaya, karena telah mengikis rasa di hati. Wallahu a’lam bish shawab.

Mengapa syukur itu penting?
1. "Padahal tidaklah Allah memerintah pada hamba-Nya, melainkan ada kebaikan di dalam perintah-Nya."
—- Wasykuru lillah, firman Allah.

2. "Afala yasykuruun — Allah bertanya, apakah kita tidak bersyukur?

3. Dia bukan orang musyrik, adalah tipe hamba yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang diberikan Allah…. Allah senang kepada orang yang bersyukur

4. Karena syukur itu kembali lagi kepada diri kita sendiri. Allah akan menambah nikmat-Nya untuk hamba-hamba yang bersyukur. ^_^…

5. Karena kalau syukur keluar dari hati orang mukmin, maka akan menghindarkan azab Allah.
Musibah dan ujian pun nikmat dari Allah, bagi orang yang bersyukur dan beriman. Namun bukan bagi yang tidak beriman.

6. Dengan bersyukur, maka akan semakin bertambah nikmat yang Allah berikan pada kita.

7. Doanya agar menjadi orang yang bersyukur adalah bagi orang-orang yang bersyukur.

(bersambung kajiannya, esok hari. Smoga kita bisa jumpa lagi, untuk icip-icip ilmu lanjutan. Aamiin ya Rabbal’alamiin).

Terima kasih Ustadz Yayan dan panitiaaa, yaa.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s