Aku senang melihat halaman bersih. Sehingga menyapunya lebih sering adalah pilihan yang ku lakukan di halaman rumahku.
Iya, termasuk halaman percakapan di jaringan sosial, begitu pula dengan sms dan sebagainya. Aku lebih senang bila kondisinya dalam nuansa bersih. Ihihihi. Namun tentu tidak lupa mengarsipkannya terlebih dahulu dalam memori.

Untuk halaman rumah saja, halaman sosial media, rajin ku bersihkan agar ia rapi. Lalu, bagaimana dengan halaman jiwa yang senantiasa ku bawa serta dalam melanjutkan perjalanan hidup ini? Halaman jiwa yang tidak terlihat rupanya, namun sesungguhnya ia ada. Seperti halnya engkau, teman. Ya, engkau yang ada, walau tidak terlihat mata. Engkau jiwaku. Halaman tempat ku berehat sejenak dari lelah perjalananku. Engkau yang menyambutku dengan senyuman saat aku kembali padamu. Engkau yang menjanjikan kesejukkan padaku, karena ada pepohonan nan rindang di sekitarmu. Engkau yang indah dipandang, karena bebungaan bermekaran dekat denganmu. Engkau halaman jiwaku, tempatku bermain-main, bercengkerama dan terkadang ku ajak teman-temanku serta mengunjungimu. Engkau yang luas dan cukup untuk lebih banyak orang berkunjung. Yah, begini harapanku tentangmu.

***

Tujuh hari, tujuh malam lagi, Ramadhan akan meninggalkan kita. Ramadhan sebagai halaman pahala. Ramadhan yang menyediakan banyak sudut untuk kita beribadah. Ramadhan yang penuh barakah, rahmah dan maghfirah.
Ramadhan tahun ini, Allah Yang Maha Baik masih memberi kita kesempatan untuk membersamainya. Ia yang akan meneruskan perjalanan dan kemudian meninggalkan kita semua dalam waktu dekat.

Ya, bagaimana kita menghabiskan waktu-waktu kita di detik terakhir ini? Waktu yang tidak lama, teman. Hanya hitungan jemari.

Kelak, di tahun-tahun yang akan datang, belum tentu kita masih mempunyai usia. Maka, mari teman kita bersemangat dan semakin semangat lagi, menghidupkan Ramadhan kita ini. Ramadhan yang penuh senyuman. Semoga ia tersenyum dan kita pun tersenyum saat berpisah dengannya.

Ramadhan, tidak sering ia datang. Namun hanya sebulan saja dalam setahun. Setelah itu, kita akan kembali berjarak dengannya untuk sebelas bulan lamanya. Ah, Ramadhan berikut dan berikutnya, ku ingin bersama dengan beliau-beliau yang tersayang, untuk bercengkerama bersama dan saling berlomba dalam kebaikan dan taqwa. Cukup sudah perjalanan yang ku tempuh sendiri, karena ku yakin semua ada waktunya. Dan selamat jalan kesendirian… Selamat datang kebersamaan…😀

***

Di saat sendiri, mungkin kita tidak mudah bersapa dengan semua yang kita cintai dan sayangi. Namun saat sendiri, kita masih mungkin untuk menyapa jiwa ini. So, keep spirit, Yaaaniii, dalam menjalani waktu saat ini.😀

Ramadhan datang untuk kita. Maka, apakah yang kita lakukan bersama jiwa untuk persembahan terbaik bagi Ramadhan tahun ini? Mari muhasabah diri, mari semangati diri. Untuk hari esok yang lebih cerah.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s