Yah. Judul catatan kali ini lumayan panjang. Namun isi catatan hanya singkat saja. Yaitu, 7 tips sukses itikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Ingin itikaf sukses? Mau?

Hayu ikuti beberapa tips ala Yani, berikut::
1. Pilih masjid yang terpilih di antara masjid-masjid yang terbaik dan pernah engkau kunjungi. Baik dari segi sarana dan prasarana terutama tempat wudhu dan toilet, lingkungan masjid, dan sebagainya. Dengan pernah mengunjungi sebelumnya, engkau akan menjadi tahu kelebihan dan kekurangan masjid yang akan engkau jadikan sarana untuk itikaf. Ya, karena itikaf adalah ibadah, maka tentu perlu kenyamanan, bukan?

Oke? Sudah nemu satu diantara banyak masjid yang terbaik? Masjid apakah itu, teman? Di mana lokasinya, kalau recommended, aku boleh coba juga yaa… yaa… yaa..

Oiya, saat ini aku pilih masjid al Ukhuwah yang berlokasi sangat strategis. Jaraknya sangat dekat dengan kantor walikota Bandung. Itu lho, masjid yang ada dekat dengan jalan raya dan di depannya ada jembatan penyeberangan. Udah pernah ke sini kah, teman?

Masjid al Ukhuwah bagus untuk itikaf. Ya, aku rekomendasikan. Walau baru pertama kali dan pengalaman perdanaku itikaf di sini, tentu sangat berkesan. Adapun di antara kelebihannya adalah:: mudah nyari makanan, karena di sekitar masjid banyak penjual makanan ringan maupun berat. Termasuk beberapa swalayan ada di dekat masjid. Nah, ternyata juga ada pecel lele cucook loo, ke arah sana dikit. Tadi aku pesan untuk pertama kali. Karena sengaja, sebelum ke masjid aku belum bekal makanan sama sekali. Yummy.

2. Tips ke dua adalah jangan makan terlalu kenyang saat berbuka. Dan jangan sampai ke-la-paran juga. Namun proporsional, pesan cantik tadi pagi. Ah. Aku ingat. Sipsiip. So, jangan lupa memenuhi kebutuhan fisik dulu ya, teman. Karena mempertimbangkan, hampir semalaman selama itikaf kita akan kurang tidur dan membutuhkan energi cukup.

3. Tips selanjutnya adalah siapkan persediaan minuman yang cukup. Karena seharian siang tadi, kita tidak mengkonsumsi cukup minuman, maka untuk terhindar dari dehidrasi dan kekeringan bibir esok hari, minumlah cukup air putih (terutama) di malam hari.

4. Bawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti odol, pakaian ganti, dan segala pernak-pernik pribadi. Sehingga saat sudah sampai di masjid, kita bisa konsentrasi dan khusyu’.

5. Tips ke lima adalah bersapaan dengan sesama peserta itikaf, apa gunanya? Sebagai teman. Ya, walaupun nenek-nenek dan ibu-ibu, bergaul lah dengan beliau. Karena banyak manfaatnya lho, kita akan kaya kisah dan pengalaman. Karena biasanya, beliau mudah berbagi pesan untuk kita yang masih muda.

6. Tips ke enam adalah jangan lupa istirahat. Walau sejenak, beristirahatlah. Karena tubuh kita pun membutuhkan rehat. Supaya kondisinya kembali bugar esok hari. Jaga ia, rawat raga. Semoga bersamanya kita lebih sering tersenyum lebih indah dari waktu ke waktu.

7. Tips ke tujuh adalah merupakan yang utama. Luruskan niat itikaf kita. Untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Maka, semangat dan gigih, berjuang tanpa pamrih. Karena hasil ada setelah perjuangan. Dan menikmati hasil setelah perjuangan akan berbeda nuansanya dengan yang instan. Keep istiqomah, teman. Semoga taqwa adalah gelar yang engkau raih di ujung Ramadhanmu nan indah. Aamiin.

Ini diantara tips itikafku, bagaimana tips itikafmu, teman?… []

*** Berbagi sejenak di sela waktu rehat

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s