Senyum. Senyum. Senyuum lagi. Merangkai senyuman sepanjang hari. Lagi dan lagi mengejar mimpi. Meraih asa dan menjejak langkah menuju harapan. Ya, sepanjang masih ada harapan yang kita bentangkan, maka kita akan bersedia untuk bergerak lagi. Yaps. Maju dan terus berjuang, teman. Karena tidak ada yang tidak mungkin. Selagi kita yakin, optimis, percaya dan bergerak, maka kita pun sampai di tujuan.

Jannah… tujuan terindah tempat berkumpul hamba-hamba Allah yang shaleh shalehah, aku ingin. Bersama dengan beliau-beliau yang selama di dunia saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran, saling menasihati akan kesabaran dan bersyukur. Ya, Allah… pertemukan kami kembali di sana, negeri yang Engkau janjikan. Beri petunjuk kami saat melangkah ya Rabb, hingga kami kembali ke jalan yang benar dan Engkau ridhai. Aamiin.

Bersama melangkah, tentu lebih asyik dari pada sendiri. Karena dengan bersama, kita dapat saling menguatkan dan memotivasi. Dan begitu pula yang kami jalani hingga saat ini. Melangkah kami lagi, bersama saling menggerakkan. Agar, saat ada diantara kami yang kehabisan energi, yang lain datang membagikan perbekalan. Bahkan saat ada diantara kami yang terlung-lai karena sangat let-ih, maka ada yang menemani rehatnya sejenak. Karena dengan bersinergi, perjalanan pun terus berlangsung.

Tak ada rengkuhan di pundak, terkadang. Karena kami melangkah di lokasi berbeda, meski di waktu yang sama. Tidak ada genggaman jemari, pastinya. Karena kami bergerak di negeri yang berbeda. Bahkan tiada lirikan mata untuk mencandai, karena kami berada di dunia yang berbeda. Ya, luasnya dunia ini menjadi batas pertemuan kami. Namun batasan bukan alasan untuk tidak bergerak, bukan? Oleh karena itu, bersama keyakinan dan percaya, kami kembali bangkit, di sini. Karena di sana, ada teman dan sahabat yang sedang berjuang juga. Ada rekan seperjuangan yang bergigih-gigih menepis lel-ahnya. Yah, karena kami masih berada di dunia yang sama.

Hai, temanku di sana. Di bagian negeri berbeda. Apakabar hati? Apakabar diri? Semoga engkau senantiasa bersama energi berlebih yaa. Sehingga siap senantiasa engkau bagi dengan sesiapa yang engkau temui di perjalanan. Sip sip siiipppsss. Hayokk, semangat lagii.😀

Arround the world adalah salah satu cita-cita kami. Ya, agar kami dapat menyaksikan lebih banyak lagi hasil ciptaan-Nya. Sehingga semakin bertambah tumbuh keimanan kami dalam menjalani kehidupan. Dan semakin meninggi semangat kami untuk memahami alam-Nya. Allahu Akbar, Laahaula walaa quwwata illaabillaahil’aliyyul’adziim. ^^

Dalam melangkah, terkadang kami melirik ke atas, sehingga berpapasan kedua mata ini dengan bintang-bintang yang berkelipan. Tidak jarang pula pesawat terbang sedang melintas jauh di atas sana. Di antara langit dan bumi ia berada, untuk mengantarkan sesiapa saja ke tujuannya, lebih cepat. Sedangkan mentari, ia lebih sering tersenyum pada kami yang ada di bumi. Yuppy, senyumannya menarik kami untuk bersegera menarik kedua ujung bibir dua sentimeter ke kiri dan ke kanan bersamaan. Lalu membayangkan bahwa senyuman kami secerah senyuman mentari, tadi. Xixii. Inilah cita kami. Untuk mensenyumi dunia seperti ini.

Saat sedang melangkah pun kami lebih sering menatap ke bawah. Bukan untuk mencari jarum yang jatuh, namun menjaga langkah dalam kehati-hatian. Karena di perjalanan, jalan tidak selalu lurus membentang dan mulus melintang. Namun akan ada bebatuan yang merintang sampai lubang yang terpampang di hadapan. Aih! Kami perlu sangat berhati-hati dengan langkah-langkah kami. Agar selamat sampai ke tujuan dan menikmati waktu di perjalanan.

Pengalaman melangkah yang kami miliki, memang masih tergolong baru. Belum juga seumur jagung. Termasuk rute-rute yang pernah kami tempuh. Belum. Belum seperti para ekspert yang gemar ngebolang. Namun kami adalah para petualang juga yang menuju ahli. Jiaaaa. Doakan yaa, yaa, yaa, agar cita kami keliling dunia pun terlaksana. Meskipun tidak segera, semoga terlaksana. Dan kami menjaganya dengan baik. Hingga benar-benar menjadi nyata.😀

Memang. Benar adanya bahwa untuk mewujudkannya tidak semudah membalik telapak tangan dan terlaksana begitu saja. Namun membutuhkan proses, teman. Ya, proses dan langkah-langkah. Langkah-langkah unik yang kami ayunkan hampir setiap hari. Dengan bertanya, bahkan mengeksplorasi jalan. Xixii. Sebagai petualang memang mesti begini, agar kita pun dapat menikmati waktu di sepanjang perjalanan. Sipsipsiiiip? []

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s