Dekat dengan bintang-bintang dalam sehari-hari. Berpandangan lebih sering saat berinteraksi. Berbinar mata penuh syukur. Kerlingnya selalu terukur. Sedangkan hati bersiap untuk menyambut satu diantaranya, bila ia mendekat. Aih, sebuah impian dan cita yang semakin melekat erat dalam ingatan. Ia beraikan beribu alasan untukku merangkai lagi senyuman. Senyuman semangat. Senyuman hangat. Senyuman penyemangat bagi sesiapapun yang melihat. Insya Allah… aura nan melekat pada rerangkai tulisanpun turut merekatkan hati-hati kami meski berjarak.

Aku ingin begini dan begitu. Seperti ini dan seperti itu. Aku ingin berada di antara Bintang-bintang, adalah salah satu impian lalu ku. Impian yang menterjagakanku saat sendu. Supaya tak larut berlama-lama dalam ragu. Karena Allah Yang Maha Tahu adalah penentu. Apakah akan terus begini? Hai sadarlah wahai diri, usah berlama dalam impianmu. Hadapi saja kenyataan yang sedang ada di hadapanmu. Lalu bersiaplah untuk menyambut hari esok yang baru. Hari esok yang baru. Hari esok yang mengajakmu untuk membersamainya dalam melanjutkan perjuangan. Wahai diri, sadarlah aku…

Hari ke hari perlu ku tahu. Apa saja yang membuatku bersyukur? Termasuk tentang kesabaran yang perlu ku jaga selalu. Bukan untuk tak peduli padamu, namun demi sebuah masa yang paling jelas, aku ingin terus menjaga impian ini.

Bersamai bebintang dan menjadi lebih dekat dari waktu ke waktu, yakinku selalu. Keyakinan yang saat ini muncul lagi. Tepat setelah ku perhatikan bebintang di langit-langit kamarku. Yuhuu…untuk sementara memang begitu. Mengafirmasi segala impianku menjadi kenyataan, adalah perlu. Agar tak mudah henti saat lelah. Namun kembali bangkit setelah henti sejenak untuk berbenah. Ya, dalam diriku, ternyata masih perlu perombakan di sana-sini. Karena kondisinya yang penuh dengan kerusakan. Ah, ragaku memang terlihat baik-baik saja. Namun akan hati, sungguh Allah Maha Tahu.

Ya Rabb, Bimbingan-Mu selalu ku mau.
Petunjuk-Mu senantiasa ku buru.
Sertai aku dalam perjalanan ini selalu, wahai Rabb-ku.
Karena aku hanya hamba-Mu yang mudah meniru.
Selamatkan langkah-langkah kaki ini dalam menemui tujuan.
Hingga kelak bertemu dengan-Mu, wahai Rabbku…

Aku rindu kerlip bebintang, saat tak ku lihat ia di langit malam hari ini. Aku mau bersama bebintang nan benderang, menjadi penghias langit hati ini. Hari ini memang ia belum terlihat, namun ku yakin bahwa ia sedang menujuku. Sebagaimana halnya aku yang sedang bergerak melangkah. Ya, semoga bebintang terjaga selalu, hingga kami bertemu dalam senyuman yang sempurna. Bersama kerling mata saling menggoda.

#efekjumpajumpadimana-mana. Bertanyaku dengan jiwa, diakah salah satu bintang yang siap ku sambut dengan uluran tangan? Ah, siap 86 ajah ah.😀

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s