Hei, 95dAnG :D

Jalan-jalan sore di hari Minggu, untuk menemukan inspirasi. Melangkah terus dan maju untuk mencuci mata sekaligus melepas penat. Karena sejak pagi di hari Sabtu, ku habiskan waktu di ruang kamar. Hanya rehat berhubung kondisi raga yang sedang f-lu. Yuhu. Namun ga betah lama-lama, akhirnya gentayangan juga, aku.

Minggu sore ketika itu. Aku melangkah membawa jiwa. Bersama hati yang tampak sen-du. Ya, berhubung sudah semakin ker-dil saja ia tak memperoleh asupan inspirasi. Mulai lem-ah saja dia terlihat olehku. Karena immunitasnya mulai menipis. Sedangkan aku tak mau kalau ia sampai te-par beneran dan semakin kaku. Yupz! Maka kami pun melanjutkan langkah, untuk melihat-lihat wilayah baru. Hingga selama perjalanan kami, aku sering melihatnya berbinar penuh haru. Ia tersipu saat ku tahu, bahwa ia sebenarnya ingin berjalan-jalan.

Selangkah demi selangkah kami mengayunkan kaki. Mulai dari setelah shalat Asar, kami beranjak dari masjid an Nasyihah. Lalu ngangkot dulu karena kami ingin begitu. Lalu, di ujung jalan memilih lurus, saat kami bertemu persimpangan. Hanya melangkah untuk menghirup udara sore yang sebenarnya berdebu. Karena memang, di sepanjang perjalanan jarang terlihat ada pepohonan. Di tambah lagi di pinggir jalan tidak ada trotoar sama sekali. Dan yang membuat sempurna adalah pemandangan di sisi kiri jalan. Aliran sungainya tidak cucook untuk dipandang. Pokoknya sempurna dech…

Namun begitu, tidak mengurangi minatku untuk meneruskan langkah di sepanjang jalannya.

Woooww… It’s amazing! 😀 Ya, bagiku ini sudah luar biasa untuk ku jadikan bahan cerita. Aahaa.

Karena ternyata di sepanjang perjalanan ada banyak inspirasi berikutnya. Diantaranya adakah 95dang sejenis angkot. Dan kemudian becak yang sedang mangkal di depan penjual cincau judulnya ‘Mang Kacau’.

Demikian laporan perjalanan Minggu soreku, teman. Laporan saat boleh dibilang, aku sedang ga-lau, karena mele-r ga usai-usai. Termasuk banjir air-mata di pipi. #sedangkambuhflutahunanku.

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close