Hai teman, apakabar saat ini, sehat?

Sehat raga, jiwa dan pikirmu semoga yaa. Sehingga perjalanan yang masih terus berlangsung ini dapat kita lanjutkan dengan penuh semangat. Yes! Semangatt pagii😀 walaupun kita melanjutkan langkah sore hari. Tetap tersenyum, meskipun sebentar lagi mentari akan menepi. Ya, lihatlah teman di sisi langit barat, ia tersenyum cantik sekali. Ia sedang mensenyumimu, mensenyumiku dan sesiapa saja yang ada di bumi-Nya.

Mari teman mari, kita melanjutkan merangkai pesan dalam perjalanan ini. Pesan-pesan yang semoga berarti dan menjadi bukti. Bahwa kita sering memetik hikmah dalam perjalanan. Bukan satu, dua kali. Bukan juga sebuah dua buah pesan. Namun sebanyak-banyaknya dan sesering-seringnya. Yah. Karena tak ada kata le-lah selagi kita melangkah. Walaupun memang pernah kita mengalaminya. Namun jadikan ia sebagai hiburan menjadi bumbu penikmat perjalanan. Let’s go! Meneteskan harapan saat melangkah.

59. Diam adalah suatu kebijaksanaan. Namun sangat jarang yang melakukannya. Aku pernah membaca pesan yang seperti demikian. Pesan yang memesankan. Pesan yang memiliki makna di dalamnya. Pesan yang baik. Karena dengan diam, kita ternyata dapat melakukan lebih banyak kebijaksanaan dari pada lebih banyak berbicara.

Bekerjalah dalam diammu. Maka engkau dapat benar-benar menghayati waktumu. Jangan seperti kakaktua yang hanya berbicara, namun pengetahuannya itu-itu saja, tidak bertambah.

60. Kakbah, aku rindu. Aku mau bertemu denganmu, sangat rindu. #impianmenjadinyata

61. Zaman demi zaman kita lalui. Masa demi masa kita jalani. Hingga zaman jahiliah pun kita alami. Hai, marilah kita berubah, teman. Ya, berubah untuk hijrah dan istikamah.

62. Hayuu persering istighfar sebagai langkah menuju hari yang lebih indah penuh senyuman karena Allah.🙂

63. Pelihara dan jaga sikap positifmu. Karena ia adalah langkah awal menuju istikamah.

64. Menjaga diri, menata hati, mengolah pikir adalah aktivitas yang pantas kita lakukan di sepanjang waktu. Karena dengan demikian, kita akan menemukan makna kehidupan dan mengerti arti kehadiran.

65. Perbanyak iktikaf pada bulan Ramadhan, semoga kita dimudahkan dalam beribadah terbaik di dalamnya, yaa.

66. Merajut cita menguntai kisah dalam perjalanan, mari bersinergi, teman. Demi masa depan yang lebih baik. Untuk kehidupan yang terbaik. Sehingga bumi menjadi tempat yang indah untuk kita tempati. Bertabur kedamaian dan kesejukkan dalam hari-hari dan bersama dengan kasih sayang di sepanjang perjalanan.

67. Belum tentu usia kita tersisa hingga sepuluh tahun lagi. Lalu, apakah hal berarti yang kita lakukan, teman? Sebagai bekal hidup di akhirat nanti? Hai, mari introspeksi diri, lalu bergiat, bergerak, menjemput rahmat Allah. Karena hanya dengan rahmatNya kita selamat di akhirat nanti, hingga menjadi penduduk surga.

68. Tetap semangat berbenah diri, teman. Walau engkau menemukan dirimu masih berant-akan tidak ka-ruan dan penuh dengan kek-urangan di sana sini. Banyak kele-mahan yang tak terl-engkapi. Tetap semangat teman, belajar lagi dan lagi. Mencari berbagai referensi dan lingkungan yang mendukung. Bersemangatlah teman, untuk menjemput harapanmu dan bersamai kenyataan dengan penuh senyuman. Karena di dunia, kita mempunyai kesempatan untuk terus berbenah, berjuang dan berusaha. Ya, di sini adalah tempatnya. Bersemangat yaa Terus semangati dirimu juga, bila engkau mendapatinya sudah pada titik jen-u-h sekalipun. Ya, hanya dengan begitu engkau bertahan.

69. Jangan pernah merasa engkau tak sanggup lagi melangkah, saat engkau alami lel-ah. Karena nun di depan sana, mungkin sudah sangat dekat denganmu, pun ada yang merasakan hal sama. Maka, lanjutkan lagi langkah-langkahmu meskipun harus nge-so-t. Lalu, semangati ia yang ada di depanmu, lalu melangkahlah bersama penuh semangat. Semangat yang engkau bawa walau hanya sisa terakhir. Namun yakinlah, ia dapat menjadi bertambah hingga cukup untuk persediaanmu berdua. Lanjutkan perjalanan, teman, karena engkau tak sendiri. Yakinlah.

70. Apabila engkau mau berubah, maka pasti ada jalan. Bergeraklah, melangkahlah bersama harapan menuju tujuan bernama perubahan. Niscaya engkau akan temukan teman di perjalanan. Teman yang juga mempunyai tujuan yang sama denganmu. Lalu, tersenyumlah lebih indah, bersamanya. Senyuman secerah sinar mentari.😉

71. Jaga harapanmu. Terjagalah bersamanya.

72. Allah tidak menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan. Maka, percayalah engkau mampu menempuh ujian dengan selalu ingat kepada-Nya. Sehingga engkau menjalaninya dengan pikiran yang ringan dan perasaan tenang.

73. Menjadi bagian dari hari hidupmu, aku bahagia. Karena bersamamu aku memperoleh kesempatan untuk belajar lagi. Belajar banyak hal tentang karakter, sikap, sifat, kepribadian, dan banyak ilmu baru lainnya yang belum pernah ku tahu. Karena engkau adalah wahana ilmu, tempatku belajar selalu.

74. Bersamamu indah. Tertawa. Bercerita. Berbagi bahagia. Ai! Teh Veraa. Lucu dech, yaa. Semoga kita bisa jumpa dan melangkah bersama.

75. Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. Dan ada kabar gembira yang disediakan untuknya. Bersabarlah, sedikit lagi, teman.

76. Rangkailah cita dan cinta tertinggimu. Berusahalah untuk mencapai dan membersamainya. Dan setinggi-tingginya cita adalah menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Karena ketaqwaan adalah pembeda kita di hadapan-Nya.

77. Berbuatlah yang terbaik saat ini, di sini. Usah sesali masa lalu dan telah terjadi. Tidak perlu juga mencemaskan masa depan yang belum tentu kita jalani. Hanya hari ini, tersenyumlah lebih indah, teman.🙂

78. Tujuh dikali delapan sama dengan lima puluh enam. Sempat tidak sempat jangan lupa berpesanan dalam kebaikan, teman.

79. Bersabar adalah bergerak. Karena orang yang bersabar adalah yang tidak diam di tempat, namun melangkah untuk mencapai apa yang dia inginkan. Lalu, sudah sejauh apakah engkau bersabar saat mencapai impianmu, teman? Lanjutkan. Karena waktumu tidak banyak, hanya saat ini dan sekarang. Semangat dan tersenyumlah dalam kesabaranmu. Karena kebahagiaan ada dekat denganmu.

80. Saat mentari bersinar terik seperti ini, namun engkau merasakan kedinginan? Wah! Berarti engkau benar kurang enak badan. Rehatlah, beristirahatlah yang cukup dan jangan lupa minum obat, yaa. Semoga cepat segar dan baikan lagi, teman. Aku bersamamu, menemani. Sehingga tidak perlu ragu, tidurlah sejenak. Yang nyenyak yaa. Untuk bangun lagi dan kita siap melangkah lagi.

81. Harta, pangkat, jabatan dan ketenaran buka lah ukuran kebahagiaan. Namun ketenangan hati, kejernihan pikiran dan kesehatan jiwa dan raga adalah jalan bahagia yang penuh keabadian.

82. Bertemanlah hanya dengan orang yang engkau yakini dapat mengingatkanmu lebih sering pada kehidupan setelah kematian. Maka engkau tidak akan pernah mau melupakannya. Karena ia adalah teman terbaikmu. Jaga ia selalu, doakan saat jauh darimu. Semoga kebersamaan kalian abadi hingga kehidupan selanjutnya, aamiin.🙂

83. Ada satu hari yang ku ingat. Saat teman ada di hadapan, namun kami tidak dapat bersapaan, apalagi untuk bersalaman saling menguatkan. Karena ia adakah selembar potret yang sudah mulai usang. Sehingga rangkaian senyuman yang ia ukir di wajah kembali mengingatkanku untuk tersenyum. #engkaumentaridihatiku

84. Suatu hari yang pernah aku impikan adalah lingkungan rumah yang penuh dengan kedamaian, adem, dan lantunan ayat suci al Quran bersahutan memecah sunyi. Lalu, nuansa Ramadhan pun terasa. #rumahimpian

85. Mendata beberapa alasan yang membuatku tersenyum lagi saat ini diantaranya adalah; hari ini aku masih dapat menyaksikan senyuman mentari di langit. Semoga engkau tersenyum pula, teman. Karena engkau adalah mentari di langit hatiku. Menerangi, menyinarinya. #mentaripuntersenyum

86. Itikaf di masjid selama bulan Ramadhan, yes. Termasuk wisata masjid sekitar tempat tinggal. Masjid pertama adalah masjid An Nashihah yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto near TSM dan sangat dekat di pinggir jalan. Alhamdulillah. Dimulai dari yang dekat dan mudah dijangkau. Kemudian berlanjut dengan yang lebih jauh dan butuh kendaraan menuju ke sana. Then, where is next?

87. Jalan-jalan adalah aktivitas yang sangat aku senangi. Termasuk jalan kaki yang sebenarnya di sepanjang jalan. Sungguh asyik!😀

88. Berkumpul di rumah-Nya merupakan aktivitas yang menyenangkan dan aku suka.

89. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan penuh senyuman. Dan senyuman lebih indah di hari raya adalah impian. #iniramadhanku

90. Menjelang hari kemenangan tiba, apakah yang kita persiapkan untuk menyambutnya?

91. Kesempatan hanya datang sekali. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, sebelum ia pergi.

92. Bepergian dapat meningkatkan kebahagiaan.

93. Kalau kondisi ragaku kurang baik, maka aku memilih untuk melakukan perjalanan. Dengan demikian aku kembali menemukan semangat baru. Ya, dengan membaca alam, bertambah wawasan dalam memaknai kehidupan.

94. Semangat sore sobat! Mari kita berangkat untuk melanjutkan petualangan yang hebat.

95. Selama kita mau bergerak dan mempunyai tujuan, maka jalan-jalan akan membentang untuk kita lalui. #tetapoptimis

96. Berapa lama engkau membutuhkan waktu untuk berpikir? Apakah yang engkau pikirkan?

97. Alhamdulillah, 97 pesan di perjalanan akhirnya tuntas juga. Selanjutnya adalah menemukan pesan berikutnya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s