Hari ini, dalam perjalanan pergi dan pulang dari tempat aktivitas, aku bertemu pemandangan unik. Unik?

Ya, meskipun terlihat biasa saja, namun sempat menjadi perhatianku. Lalu, aku tertarik untuk mengabadikannya dalam lembaran catatan hari ini. Ya, pemandangan unik nan antik.

Saat melangkah pagi tadi, aku berpapasan dengan seorang anak. Kita sebut saja anak pertama, yang sepertinya sedang menunggu seorang teman, barangkali. Ini persepsiku. Dan di sisi lain, aku berpapasan pula dengan anak-anak lainnya, tidak jauh dari anak pertama. Ya, di lokasi taman bermain, lebih tepatnya. Sedangkan anak tersebut melihat dari kejauhan. Ia hanya memandang.

Selanjutnya adalah anak ke dua. Seorang perempuan. Diperkirakan usianya sebaya dengan anak pertama. Kondisinya juga sama. Sedang menyaksikan keramaian di ujung sana, tidak jauh dari tempatnya berdiri, di sisi sebuah dinding ber-cat hijau.

Lalu yang berikutnya adalah anak ke tiga. Aku melihatnya pada saat perjalanan pulang. Sama dengan anak ke dua. Ketika kami berpapasan, ekspresinya pun sama. Ya, terlihat ia sedang menyaksikan sekumpulan belia lainnya. Belia yang sedang bermain, bercengkerama dan saling menukar ekspresi. Sedangkan anak ke tiga ini, hanya menyaksikan dari kejauhan.

Pemandangan-pemandangan tersebut ku saksikan dengan tak sengaja. Namun tetiba ia ada di depan mataku, saat aku sedang melanjutkan langkah. Ah, ku petik saja hikmah yang ia titipkan padaku, untuk menjadi ingatan saat melangkah. Supaya ia menjadi inspirasi untukmu juga, teman. Inspirasi dalam proses melanjutkan perjalanan hidup ini.

Oiya, selain pemandangan dari ke tiga anak tadi, secara tidak langsung aku pun melihat anak lainnya. Bukan mereka, namun sahabat masa kecilku. Ya, diriku yang dulu pernah belia seperti mereka. Sedangkan kondisi kami senada. Aha!

Mengenangkan semua, aku seakan bernostalgia. Bereuni lagi dengan masa-masa belia yang kurang bahagia. Karena dalam pertemanan dahulu kala, aku pun sama. Hanya melihat dari kejauhan, saat teman-teman sebaya bercengkerama. Sedangkan aku belia, tak sanggup bergabung dengan mereka. Ya, aku adalah belia nan kurang gaul, adanya.

Namun semua tinggal kenangan. Sebagai pelajaran bagi diri untuk memetik hikmah dari keadaan. Karena dalam yakinku, pasti ada maknanya. Begitu pula dengan pemandangan yang ku saksikan nyata, tadi. Sebagai reminder bagiku akan perjalanan diri.

Hai… Di mana teman dan kawan bermain kini?

*;*

Hari ke hari ku jalani lebih sering sendiri. Termasuk saat menempuh pendidikan di sekolah dasar hingga kini. Dalam masa ke masa, hanya beberapa orang teman yang ada dalam memori. Begitu pula dengan kesan dalam persahabatan. Sehingga saat aku menemukan seorang yang dekat di hati, sungguh tak mudah untuk membiarkannya pergi. Akan senantiasa ada sebagai teman diri, walaupun teman sering tak menemani. Namun ingatan ada sebagai pengganti.

Waktu ke waktu aku jalani. Banyak peran orang tua terhadap diri ini. Mulai semenjak aku tiada, menjadi bayi, bisa berlari hingga seperti ini. Makanya aku sering terharu, apabila ada yang mengusik memori tentang beliau yang berjasa. Aku akan mudah terbawa emosi. Hihiiy, memang tak mudah mendata hati pada saat seperti ini. Namun, semua ketabahan akan runtuh, kebulatan tekad akan meluruh dan kemudian bulir permata kehidupan pun membasuh pipi. Hiks, aku sering begini bila sendiri atau berdua dalam sunyi. Saat ku ditanyai kembali tentang histori diri. Aku mudah emosi.

Nah! Di sini aku belajar lagi, menjadikan sebagai pelajaran atas apapun yang aku alami. Lalu ku tulisi lembaran hari dengan suara hati yang mengalir. Selanjutnya ku baca lagi dan lagi pada suatu hari nanti. Sehingga aku pun mengerti bahwa ternyata aku belum sepenuhnya mengenal diri, pada saat mengalaminya. Maka, aku kembali merenungi dan menyelami hingga ke dasar hati. Apa makna aku di sini? Di dunia yang fana ini.

Hari ke hari aku berpikir, berulang kali. Terkadang saat melangkah seraya memperhatikan sekeliling. Terkadang saat duduk manis di sebuah kursi kayu. Bahkan aku berpikir saat menatap birunya langit siang hari. Atau saat gemintang berkerlipan malam hari. Aku berpikir tentang semua ini. Semua yang terkadang tak mudah ku mengerti. Tetiba perubahan pun terjadi tanpa aku menyadari. Hai. Aku akhirnya menjadi penanya yang meneliti. Lalu ku upaya menyusun teori dari fakta yang terjadi. Bahkan aku bertanya pada diri, "Apa makna semua ini? Saat aku tak mudah percaya dengan apa yang terjadi. Hingga membuatku penasaran sebelum jawaban menghampiri."

Selain itu, bahkan aku bertanya, "Apakah karena aku Alone, Looking For A Best Friend? untuk berbagi suara hati. Bahkan untuk ku tanyai tentang fakta yang terjadi, "Apakah ia pun mengalami yang ku jalani?."

Seperti seorang yang hilang di tengah rimba kehidupan. Melangkah lagi dan lagi untuk menemukan teman seperjalanan, sahabat hati. Namun belum juga ku jumpai. Hingga pada suatu hari ku menengadahkan wajah ke langit tinggi. Lalu di sana ku saksikan sinar cemerlang sekali. Aku bertanya siapa ia? Akhirnya ku ketahui ia adalah mentari.

Mentari yang muncul di negeri ku berdiri hanya pada siang hari. Sedangkan ketika malam tiba, ia akan pergi lagi. Untuk meneruskan revolusi. Ai! Mentari. Esok muncul lagi yaa…

Aku mensenyumimu seperti siang tadi. Seindah senyuman pada dedaunan di sepanjang perjalanan, senyuman akan ku sampaikan pula untukmu. Sehingga saat melanjutkan langkah-langkah ini, kita sering bersenyuman. Sedangkan ketika malam hari, aku akan mempersiapkan diri terbaik untuk menyambutmu lebih dini.

Sampai besok mentari, fajarmu ku nanti.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s